Diantara Euphoria Piala Dunia..

Hmm, sebenernya ini postingan yang kelewat telat akut kalau buat sekedar membahas World Cup. Ya karena kan sudah mau selesai juga pertandingannya. Tapi ya sudah gapapa, biar ada kenang-kenangannya, soalnya saya selama ngeblog nggak pernah nulis tentang perhelatan akbar si bola bundar ini ;))

Kebetulan saya itu paling nggak hobby sama yang namanya olahraga, makanya badan mekar-mingkup nggak jelas begini :)). Dulu saya kurus banget (tolong dibaca langsing ya biar enakan dengernya.. tolong banget ;)) ), sekarang dong.. kagak jelas begini antara bentuk manusia apa springbed :((. Badan saya itu gampang gemuk & susah buat kurus lagi, padahal saya nggak suka ngemil. Lha ya gimana mau kurus wong sekalinya ngemil langsung bangsanya soto, gado-gado, rawon, nasi goreng.. haduh berat sekali ya cobaan hidupku? :((. Nggak..nggak.. aslinya saya nggak suka ngemil kok ;)). Tapi ya gitu gara-gara nggak pernah olahraga akhirnya susah kurus lagi kalau sudah gemuk. Suka diledekin suami, “itu perut apa bantal sih?”. Eh masyaalloh.. penghinaan. Ini sofa! Eh kok malah mbahas badan saya sih? Jelas-jelas membuka aib diri sendiri ini *tutupin taplak*

Ya itu tadi yang namanya acara olah raga mau acaranya dikemas dalam bentuk apapun (dimasukin kotak, dibungkus kertas kado atau dikasih pita misalnya?) saya nggak pernah tertarik. Mau dibumbui dengan menghadirkan host/presenter ganteng sekalipun nggak pernah betah juga. Kenapa ya? Nah apalagi sama yang namanya Piala Dunia.. Woogh, blas nggak ada tertarik-tertariknya. Apalagi suami juga sama o’onnya sama saya kalau soal olahraga, kalau diajak olahraga pasti alasannya bangun kesiangan melulu ;)). Tapi kalau jalan ke mall antusias banget. Alasannya, “jalan di mall kan juga olahraga!”. Ya begitulah, kami memang sepasang spesies yang nggak pernah niat berolahraga sih :)).

Event olahraga prestisius yang digelar 4 tahun sekali ini bukan hanya menyebabkan demam bola kagetan di seluruh jagad raya, tapi juga menghasilkan rejeki kagetan bagi yang menjalankan usaha sablon, stiker, distro, merchandise, dll ;)). Yang sebelumnya ogah nonton bola sekarang jadi dibela-belain melek walau dengan mata merah & kantung mata yang menghitam. Berangkat ke kantor dengan nyawa tinggal setengah karena yang setengahnya masih ketinggalan di kasur. Yang perempuan -yang biasanya nggak ngerti apa-apa tentang bola- mendadak rajin mengikuti hampir semua pertandingan supaya terlihat update & gaul. Kalau bisa selalu update skor pertandingan, hafal siapa yang kena kartu merah/kuning, siapa yang bikin gol, & yang penting ikut rame jejeritan histeris ketika negara jagoannya berhasil menyarangkan gol *dihajar karena sirik sumirik :))*. Haduh, kayanya saya doang yang nggak gaul ya? :((. Ya maaf, selain karena saya nggak betah melek lama-lama, mata saya itu manja, jam tidur aja kaya balita, jam 10-an sudah merem dengan sukses. Kecuali kalau sebelumnya memang saya niatin buat melekan atau sengaja minum kopi. Tapi gimana ya, lha wong sudah minum kopi aja saya masih ngantuk-ngantuk juga. Ini berarti yang error mata saya kan? 😕

Kemeriahan piala dunia memang tidak bisa lepas dari bursa taruhan. Uang puluhan juta dolar diperkirakan akan berputar selama sebulan penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan ini. Mulai taruhan kecil-kecilan sampai yang besar-besaran, mulai yang traktir makanan sampai jual-jualan aset, misalnya tanah (eh ada nggak sih? ada ya?). Kalau temen-temen ada yang sengaja ikut taruhan sekedar buat lucu-lucuan, misal yang kalah taruhan ngasih coklat atau nraktir makan. Eh, kalau endingnya makan-makan gitu saya boleh gabung nggak walaupun nggak ikut ajang taruhannya? *dikeplak*

Selama berlangsungnya Piala Dunia ini alhamdulillah di rumah nggak ada ceritanya rebutan remote. Kita santai aja kaya biasa, ngobrol-ngobrol, nonton DVD atau jalan-jalan tanpa peduli jadwal pertandingan. Karena ada lho temen yang saking fanatiknya sama Piala Dunia mau diajak jalan aja susah banget, “Ah ngga bisa gue.. Ntar malem ada pertandingan negara ini sama itu. Next time aja ya..”. Jadi, yang lain pada sibuk mantengin bola, kami berdua anteng nonton Cinta Fitri, yaaay.. =D> :-& :(( *dusta*. Intinya selama musim Piala Dunia nggak ada perubahan yang signifikan, kadang saya sibuk dengan laptop buat nulis atau baca buku (biar disangka rajin membaca), sementara suami kalau nggak ngutak-atik gadget ya internetan. Btw, kok kita jadi kaya orang lagi marahan gitu ya? ;)).

Jadi ya begitulah, menurut saya Piala Dunia & segala pernak-perniknya itu nggak penting! \m/ :))*dirante di pohon kesemek & dipecutin*

[devieriana]

gambar minjem dari sini

Continue Reading

Selamat Ulang Tahun, Jakarta!

Dulu saya nggak pernah bermimpi akan hidup di kota sebesar Jakarta. Jangankan Jakarta, lha wong di Surabaya, yang kotanya nggak seluas Jakarta aja saya keder walaupun saya lahir di sana ;)).  Tapi rupanya Tuhan punya rencana lain dalam hidup saya. Saya justru terdampar bahkan domisili plus jadi penduduk Jakarta sekarang.

Ya, dalam bayangan masa kecil/remaja saya dulu, Jakarta itu kota yang terlalu metropolis (lha ya jelas, wong namanya juga ibukota). Kota yang menjadi magnet bagi mayoritas penduduk daerah untuk mengadu nasib. Kota yang sama sekali bukan menjadi pilihan bagi saya untuk hidup di dalamnya. Belum lagi orangtua yang awalnya keberatan kalau sampai saya hidup sendiri di Jakarta, maklum. Belum apa-apa saya juga sudah BT lihat macetnya, sumpeknya, polusinya, kerasnya hidup disana. Pokoknya paranoid berat :D. Tapi uniknya, di satu sisi, ketika saya lebih sering melakukan perjalanan ke Jakarta, entah dalam rangka training, job interview atau perjalanan pribadi kok saya justru seringkali merasa Jakarta itu nggak seburuk yang saya paranoidkan ya. Saya justru merasa fun. Sindrom penduduk dari kota kecil kali ya? ;)). Ya, “udik to the max” ;)).

Tapi Tuhan rupanya berkata lain. Saya dipertemukan dengan jodoh saya yang notabene penduduk Jakarta, sehingga mau tak mau saya harus meninggalkan kota kelahiran saya, Surabaya. Alhamdulillah, kebetulan saya bukan orang yang tipenya terlalu lama untuk menyesuaikan diri. Mungkin juga karena saya langsung melanjutkan kerja lagi di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu, jadi saya nggak merasa kesepian atau kesulitan beradaptasi, mengingat di perusahaan ini jugalah saya sebelumnya berkarir di Surabaya.

Kekhawatiran akan mengalami kesulitan hidup di Jakarta beserta segala pernak-perniknya itu akhirnya menguap jauh-jauh. Karena justru di Jakartalah saya bisa mengekspresikan & mengembangkan diri secara maksimal. Alhamdulillah, mungkin saya termasuk salah satu orang yang beruntung karena tidak terlalu mengalami kesulitan yang berarti saat mengalami masa transisi hidup di Jakarta ya. Karena saya justru menikmati masa-masa transisi itu. Saya menjalani seluruh hidup saya yang walaupun pas-pasan dengan enjoy. Kalau soal suka duka ya pasti ada. Tapi terlalu panjanglah kalau diceritakan detail satu-persatu, emangnya saya lagi bikin biografi? ;))

Di Jakarta pulalah saya mulai banyak mengenal teman-teman baru dari berbagai kalangan & bidang pekerjaan. Memperluas jaring pertemananlah istilahnya. Uhuk! Gaya ;)). Bekerja sebagai Quality Assurance leader di callcentre Telkomsel sekaligus mencoba kemampuan sebagai penulis walaupun masih abal-abal :D. Siapa sangka juga kalau akhirnya di Jakarta pulalah saya menyandarkan karir terakhir saya sebagai pegawai negeri sipil di Sekretariat Negara. Iya, karir yang dulunya sempat tidak pernah terpikir sama sekali :).

Ada pepatah yang mengatakan “sekejam-kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibukota”. Buat sebagian orang memang benar begitu adanya. Tapi sebenarnya ibukota itu nggak kejam-kejam amat kok kalau kita punya “tameng” berupa skill, kemauan, kemampuan beradaptasi, tekad yang kuat, kehati-hatian (karena tingkat kejahatan disini tinggi banget) & pengendalian diri (terhadap berbagai godaan). Hidup di Jakarta godaannya banyak banget, kalau kita nggak bisa mengendalikan diri ya udah deh, bablas jaya. Terutama belanja! Eh, kalau ini khusus buat saya denk.. ;))

Sebenarnya bukan hanya di Jakarta, mau dimanapun kita tinggal kalau kitanya nggak siap & nggak bisa menyesuaikan diri ya selamanya akan merasa terbebani. Karena semua kota pasti punya kelebihan & kekurangan. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan diri saja. Karena nggak mungkin lingkungan yang akan menyesuaikan diri untuk kita, tapi justru kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bukan hal yang mudah ya? Memang..

Tepat di tanggal 22 Juni 2010 ini kau berulang tahun yang ke 483. Selamat ulang tahun, Jakarta!  Tak ada kado khusus untukmu selain baris puisi dari WS Rendra – Doa di Jakarta..

Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.

Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.

Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan –
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.

[devieriana]

gambar dipinjam dari sini

Continue Reading

Happy Anniversary..

Teruntuk suamiku yang lucu walau kadang suka nyebelin : Happy 3rd Wedding Anniversary.. @};-

Di ulang tahun yang ketiga ini, ijinkanlah aku mengucapkan terimakasih untuk *buka gulungan daun lontar* :

1. Mau jadi ojeg pribadi yang nganter aku kesana-kemari karena selain buta jalan juga nggak pernah apal sama daerah Jakarta.. #pengakuan

2. Kesabaran menghadapi kelakuan ajaib istrimu yang imut & manis baik (tiada tara) ini ..

3. Kesabaran ketika aku ngomel-ngomel nggak jelas kalau pas lagi PMS, walau yaa sebenernya sih wajarlah ya, wong namanya juga lagi PMS. Situ belum pernah ngerasain sih ya, gimana rasanya mood naik turun nggak jelas, esmosi tanpa sebab yang kadang kita sendiri nggak tahu kenapa bisa begitu. Makanya, kalau aku lagi ngomel-ngomel gitu diemin aja, nanti juga reda sendiri.. >:) –> ini adalah contoh ngomel kalau lagi PMS

4. Kesabaran ketika aku mendadak sok tau & ternyata eh ternyata.. akhirnya kamulah yang benar —> contoh tentang ngeyel tapi salah \m/

5. Bersedia nraktir aku kapan aja walaupun kita nggak ada yang ulang tahun, dan.. walaupun nantinya pas tanggal tua ganti aku yang nraktir kamu soalnya kan aku udah terima tunjangan kinerja pas tanggal 20, sementara kamu gajiannya kan menjelang akhir bulan —> dibahas :))

6. Telah menemaniku ketika senang maupun susah… :(( *ambil serbet kotak-kotak ijo saputangan*

Ya, gitu deh.. dengan ini aku ucapkan terimakasih untuk semua jasa-jasamu, ternyata kamu itu (sebenernya) baik ya..

Jadi..

kapan rencananya sepatu lucu yang ada di Centro – Plaza Semanggi itu kita beli? :-”  *mlintir-mlintirin ujung taplak*

Well, I know there’s a reason
And I know there’s a rhyme
We were meant to be together
And that’s why

We can roll with the punches
We can stroll hand in hand
And when I say it’s forever
You understand

That you’re always in my heart
You’re always on my mind
But when it all becomes too much
You’re never far behind

And there’s no one
That comes close to you
Could ever take your place
‘Cause only you can love me this way

I could have turned a different corner
I could have gone another place
Then I’d of never had this feeling
That I feel today, yeah

And you’re always in my heart
Always on my mind
When it all becomes too much
You’re never far behind

And there’s no one
That comes close to you
Could ever take your place
‘Cause only you can love me this way
Ooh..

And you’re always in my heart
You’re always on my mind
And when it all becomes too much
You’re never far behind..

And there’s no one
That comes close to you
Could ever take your place
‘Cause only you can love me this way
Ooh..

Only you can love me this way..

Love you, Bibo!
17 Juni 2007 – 17 Juni 2010

[devieriana]

Continue Reading

Paranoid sama artikel saya?

Kemarin pagi saya mendapat notifikasi di email, ada seseorang yang berkomentar di akun ngerumpi saya begini :

“ohh ini tho penulis yang udah buat pacarku ketakutan baca artikelmu.. heheheheh”

 

Pertama baca email ini sambil mikir ini artikel yang mana ya yang sampai bikin orang ketakutan? 😕 Lha wong kayanya saya ngerasa nggak pernah posting cerita hantu/memedi, kecuali beberapa waktu lalu saya memang sih pernah ngetwit cerita seram di twitter & efeknya saya di-unfollow beberapa orang ;)). Sampai waktu saya cerita sama temen soal twit seram itu & komentar dia : “lagian kamu ngapain sih ngetwit yang begituan? Kalo aku lagi di rumah sendirian juga ogah baca twit seremmu itu :))“. Tapi ada juga temen yang komentar : “sampeyan cocok emang cerita2 hantu ituh mbak, soulnya dapet :))”.

Nih ya, mau soul-nya dapet atau enggak pokoknya nggak mau cerita serem-serem lagi deh , merinding ngetwitnya :-ss. Dipikirnya saya ini pemberani & gagah perkasa apa sampai suka cerita yang menyeramkan? Aslinya saya itu penakut parah. Kalau pun saya kemarin ngetwit cerita seram itu awalnya kasian sama temen yang kebetulan indigo tapi mentalnya nggak siap untuk menerima keindigoannya :(. Makanya pas kemarin liat dia kerasukan saya yang gemeteran & baru bisa cerita lagi ke orang lain setelah beberapa hari kejadian X_X

Ok, balik lagi nih ya ke cerita yang di atas (malah cerita tentang twit hantu ;)) ). Jadi si mbak yang pacarnya ketakutan itu cerita, kalau pacarnya jadi paranoid abis sama dia setelah baca tulisan saya di buku Berbagi Cerita Berbagi Cinta yang judulnya “Dear Mantan Kekasih” ;;). Masalahnya kebetulan si mbak ini masih suka mengingat mantan dengan segala pernak-pernik masa lalunya & tentu saja itu membuat si pacar merasa kurang nyaman. Ya iyalah, sekarang coba ya andai kita ada di posisi si pacar pasti gerah juga dong kalau dikit-dikit pasangan kita ingat-ingat melulu sama kenangan di masa lalu. Mbok ya yang udah ya udah, toh kita sudah ada niat & komitmen baru dengan orang lain, ya hargailah. Itu maksud saya..

Tulisan itu saya saya buat kira-kira setahun yang lalu gara-gara ada teman yang masih suka ingat-ingat mantan jaman SMA padahal sudah sama-sama berkeluarga. Okelah ya yang namanya cerita di masa lalu, apalagi yang berkesan banget, memang nggak akan bisa dilupakan. Tapi ketika kita sudah bulat memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang, ya hargailah komitmen itu & hargai juga keberadaannya. Jangan membahas-bahas lagi tentang kenangan sama mantan. Kecuali pasangan kita itu orang yang sangat legowo mau menelan semua cerita masa lalu kita tanpa merasa hatinya tersakiti. Tapi kayanya nggak mungkinlah. Sebagai manusia normal pasti adalah yang namanya cemburu walaupun sedikit. Jadi cukuplah disimpan dalam hati saja cerita-cerita itu..

Jadi, lebih baik jangan pernah membawa kenangan masa lalu ke dalam hubungan masa depan Anda, karena hanya akan menyebabkan rasa sakit untuk orang-orang yang Anda kasihi .. 😉

[devieriana]

 

 

dokumentasi koleksi pribadi

Continue Reading

Selamat Ulang Tahun!

Sepertinya ulang tahun saya yang kesekian ini jadi moment yang langka & cukup bersejarah dalam kehidupan saya deh. Bagaimana tidak, saya merasakan yang namanya ulang tahun di kantor orang & dalam moment yang bersejarah dalam sejarah karir saya. Ya, tepat di tanggal 2 Juni kemarin saya memasuki usia yang ke 17 tahun. Uhuk!! ;;). Kalau kata teman saya, “heu, 17 tahun? Maksudnya 17 tahun cahaya?”. Buset dah :)). Ya baiklah, usia saya bertambah 1 tahun & mengurangi jatah usia hidup saya di dunia selama 1 tahun juga.

Awalnya saya pengen banget merahasiakan ulang tahun saya, karena kalau kata senior-senior saya di kantor, siapa yang ulang tahun tepat pas prajabatan bakal dikerjain habis-habisan. Ya jelas jiper dong saya. Terbukti saya berdoa melulu di twitter.. maksudnya berharap semoga nggak akan dikerjain terlalu heboh aja. Kualat deh yang ngerjain saya, secara saya senior disitu, kecuali sama fasilitator/trainer BPS sih. mereka jelas jauh lebih tua daripada saya ;)). Tapi kok ya beberapa hari sebelumnya para widyaiswara (sebutan untuk trainer) sudah notice kalau saya berulang tahun tanggal 2 Juni nanti. Jadi ya sudahlah ya saya pasrah aja, apalagi sudah diumumkan pula di depan kelas.

Pagi harinya saya ya seperti biasa aja gitu. Suami & beberapa teman sudah mengucapkan secara spesial tepat di pukul 12 malam. Kalau keluarga saya sih biasanya pagi. Pas di kelas pun juga nggak yang terlalu heboh gimana gitu, paling mereka pada ngucapin, “Selamat Ulangtahun ya mbak..semoga..bla3x”. Udah itu doang. Tapi ada 1 sesi yang mengharukan. Ketika salah satu widyaiswara hari itu mengajak teman-teman sekelas untuk menyanyikan lagu Happy Birthday buat saya, wogh..asli saya pengen nangis. Nggak nyangka kalau lagu Happy Birthday terasa begitu sakral & mengharu biru buat saya saat itu.

Saya juga nggak menyangka bakal ada kejutan-kejutan lain yang disiapkan oleh teman-teman. Wong siang sampai sore mereka berlaku wajar. Hanya saja ada satu hal yang mengherankan & sempat membuat saya sedikit curiga :D.Biasanya kalau makan malam, semua pasti kumpul di ruang makan secara lengkap, nggak ada satu pun yang keluar asrama. Lha ini kok pada ngilang satu-satu. Kalau ditanya ada yang mau beli satelah, beli sabunlah, belanjalah, ke ATM-lah. Intinya jumlah teman saat itu yang makan malam di ruang makan berkurang drastis. Heran banget dong. Tapi saya nggak mau GR ah, secara saya juga sedang menunggu kiriman kue tart dari suami saya yang mau kita makan bersama-sama, gitu.. ;;)

Tak lama setelah makan malam, suami saya datang membawakan sebuah kue tart lengkap dengan lilinnya, plus 3 kotak donat J-Co. Akhirnya saya merayakan ulangtahun saya secara sederhana dengan makan tart blackforest dan anek donat bersama teman-teman. Setelah makan tart & foto-foto kita kembali ke alam..eh kamar masing-masing. Saya pun siap tidur. Tapii, sekali lagi ada yang aneh dengan gerak-gerik teman sekamar saya. Yang satu keluar kamar, katanya mau ke kamar sebelah, yang satu lagi mendadak mandi. Intinya saya sendiri yang siap mau tidur.

Tiba-tiba, pas sudah mau merem, terdengar ketukan pintu didepan kamar saya. Ah males banget deh aslinya, soalnya kan sudah PW (posisi wenak) banget itu. Akhirnya ya sudahlah saya buka pintunya..dan..

“HAPPY BIRTHDAAAAYY..!! <:-P, seru semua teman di depan kamar saya.

Satu pan pizza ukuran besar ada di depan saya. Saya pun diberi mahkota balon khas ala Pizza H*t & ketigapuluh sembilan teman saya lengkap menyanyikan lagu Happy Birthday lagi buat saya. Wow, lagi-lagi saya surprise banget <;D. Nggak nyangka mereka menyempatkan untuk merencanakan sebuah kejutan manis buat saya.

Makasih buat kejutan indahnya ya teman-teman. Makasih juga buat doanya. Semoga hal baik yang sama juga buat kalian semua ya.. Yang jelas, kenyang sekali saya malam itu. Sumpah ;))

Love you all, guys.. :*. Lagu favorit saya ini buat kalian yah.. 😉

[devieriana]

dokumentasi pribadi

Continue Reading