Laskar Pelangi

laskar pelangi

Salah satu karya anak bangsa yang sangat berbobot. Sebuah kisah yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata yang ditulis dari kisah nyatanya semasa masih kecil di daerah Belitong. Karya original dari Indonesia, sangat inspiratif.

Ada nilai moral yang mengajarkan kita untuk lebih bersyukur. Banyak orang yang awalnya menyerah karena berkarir & hidup dengan tantangan yang cukup sulit akhirnya terinspirasi & semangat lagi setelah membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Thanks to Andrea Hirata & Miles Production, then..

Pak SBY harus nonton nih, masa Ayat-Ayat Cinta di tonton tapi Laskar Pelangi nggak ditonton? REncananya film inimau dibawa ke Oscar juga lho. WOW.. Salut !! Semoga bisa masuk nominasi. Terserah deh mau dapat kategori apa.. Pokoknya kita dukung 🙂

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=fFZVM8EDbKA&hl=en&fs=1&rel=0]

Continue Reading

Malaikat Duniaku ..

Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkannya, ia bertanya kepada Tuhan :

“Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia. Tapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah” kata si bayi..

Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”

“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia”, demikian kata si bayi..

Tuhan pun menjawab,, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu, akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”

Si bayi pun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”

Si bayi masih belum puas. Ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu bahkan dengan taruhan jiwanya sekalipun”.

Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.. “

Dan Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. Walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

Saat itu surga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti ?”

Tuhanpun menjawab,  “Kamu dapat memanggil malaikatmu…  IBU”

Kenanglah ibu yang menyayangimu.. Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi..

Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf padanya yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan sampai kau kehilangan saat-saat yang kau rindukan di masa datang.

Ketika ibu telah tiada. Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi. Dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera peluk ibu yang selalu menyayangimu. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik untuk ibu..

dicuplik dari email seorang sahabat

[devieriana]

teruntuk Mamaku tercinta… makasih buat semuanya kemarin ya Ma.. perhatian & kasih yang tak putus-putusnya..

.. I love you..

.. I owe you much things in life my Dear Angel ..

Continue Reading

11 Agustus 2008

Lama saya nggak update blog yah, karena kemarin-kemarin saya lagi depresi & males berat. Tapi lama-lama kok jadi kangen sama tulis-menulis yah. Padahal kemarin habis “musuhan” sama blog & sosialisasi di dunia maya 🙂 . Wajarlah terasa masih ada beban berat yang mengganjal hati & pikiran yang belum bisa hilang sampai sekarang. Ya mungkin karena kejadiannya masih baru. Ibarat luka operasi yang masih belum kering, jadi masih berasa ngilu & perih.

Beberapa waktu yang lalu kayanya berat banget menerima kenyataan bahwa kita harus rela kehilangan sesuatu. Sesuatu yang nyaris jadi milik kita, sesuatu yang sudah kita tunggu-tunggu, sesuatu yang akan membuat hidup kita terasa lebih lengkap. Namun kenyataannya “hak” itu belum bisa jadi hak kita karena keburu diambil lagi sama Pemiliknya..

Lost.. Saya kehilangan calon baby saya dalam kandungan usia 6 bulan. Dunia rasanya runtuh aja waktu saya lihat wajah dokter yang tertunduk lesu sambil memegang alat USG dan menyatakan “Maaf, saya tidak bisa menemukan detak jantung bayi ibu lagi…”.

DHHHIIIAAARR .. berasa tersambar petir di siang bolong..

Ingin rasanya berteriak, merasa nggak terima.. Ingin bilang kalau dokternya bohong, semua itu nggak bener. Cari detak jantung bayi saya sampai ketemu!Tapi jelas nggak mungkin saya bilang kaya begitu.  Jangankan buat  ngomong, untuk menyangga tubuh saya sendiri saja rasanya berat banget. Seolah-oolah rumah sakit itu mendadak rubuh menimpa tubuh kecil saya. Perjalanan dari RS ke rumah juga terasa jauhnya berkilo-kilo. Malam itu rasanya lebih panjang daripada malam-malam biasanya. Saya hanya tidur selama 2 jam. Tak sabar rasanya menunggu pagi untuk melakukan USG ulang di RS yang berbeda.. Malam itu saya gunakan untuk membaca Qur’an seperti biasa, tapi kali ini dengan linangan airmata.. Huruf-huruf Qur’anku terlihat buram karena tak mampu lagi membendung luapan airmata yang spontan menganak sungai..

Pagi..

Pagi yang biasanya cerah hari itu seakan-akan  ikut berduka bersama kami. Mendung sejak semalam & hujan menyertai sepanjang perjalanan kami ke RS Medistra. Kamipun berangkat ke RS dengan nyaris sudah tanpa harapan, dengan tubuh yang sedikit menggigil kehujanan tapi terasa ringan. Entah hanya perasaan saya saja atau memang kandungan saya terasa lebih ringan lantaran tidak ada nyawa lagi didalamnya. Pikiran saya sudah blank tidak menentu. Mata saya sudah sembab sejak semalam. Keluarga & teman-teman bergiliran telpon & sms mengucapkan ikut berduka cita. Saya bukan tak peduli, tapi lebih sibuk menenangkan pergumulan batin saya yang belum sepenuhnya ikhlas..

USG untuk kesekian kali mengatakan hal yang sama, bayi saya sudah tidak bernafas. Terlihat dia sedang tertidur pulas untuk selamanya diatas plasentanya. Ya, placenta previa. Plasentanya menutupi jalan lahir anak saya, sehingga saya terpaksa harus operasi cesar. Dr Rama Tjandra yang menangani saya waktu itu dengan bijak bilang , “yah sudah.. direlakan yaa.. Mungkin Allah belum berkenan menitipkan si kecil pada kalian berdua..  Insyaallah nanti segera dapat penggantinya yang jauh lebih baik, lebih sehat.. Walau bagaimanapun , si kecil tetap harus dilahirkan, karena buat apa lagi dia berlama-lama di kandungan ibunya sementara dia sendiri sudah tidak bernyawa, nanti malah meracuni tubuh ibunya.. Jadi, nanti sore kita lakukan operasi pukul 16.00 yah.. Sekarang udah harus puasa.. “, kata dokter yang sudah setengah baya itu bijak & menenangkan sekali..

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 wib. Tubuh saya  rasanya sangat limbung, otak rasanya mampet nggak bisa, airmata mengembung di pelupuk mata.. Lost.. Yah.. I lost my little angel.. 🙁

Siang

Kunjungan tak terduga di RS Medistra dari seluruh staf kantor PT Gema Graha Sarana (kantor suami) & all staf backoffice callcentre Telkomsel-Jakarta (kantor saya).  Kesedihan jelas masih tergambar di wajahku & suami meskipun sesekali saya meningkahi dengan canda & tawa walaupun mungkin terasa dipaksakan. Gimana mau becanda wong ada yang meninggak kok becanda. Tapi sedikit terhibur dengan kehadiran mereka sebelum saya menuju ke ruang operasi cesar untuk melahirkan bayi perempuan tercinta nanti pukul 16.00 wib.

Sore..

Waktu rasanya bergulir begitu cepat. Seperti tiba-tiba meloncat ke pukul 16.00 & tiba-tiba saja saya sudah berada di Ruang Operasi lengkap dengan kostum & headcap. My goodness, we’re gonna be separated.. 🙁 . Saya hanya bisa mengingat saat saya didorong menuju ruang operasi, saya melihat tim dokter sudah siap dengan kostum & peralatannya masing-masing. Lalu ada seorang dokter anastesi yang menyuntikkan sesuatu di punggung dekat tulang belakang (cmiiw) lalu beberapa saat kemudian saya merasa kesemutan, dingin, tebal, dan seolah ada yang mengalir dari arah kaki menuju kepala saya. Pening sekali. Setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa lagi.. Ketika saya membuka mata, waktu sudah menunjukkan pukul 18.05 wib. Itu berarti saya tidak  sadarkan diri selama kurang lebih 2 jam karena anestesi.

Malam yang panjang & berat..

Malam itu sekitar pukul 02.00 dini hari saya mendadak menggigil hebat padahal AC di kamar sudah dikecilkan. Antara lapar & entah pengaruh obat yang jelas saya merasa sangat kedinginan. Belum lagi ruangan yang hanya tersekat kelambu disebelah saya ibu yang juga habis melahirkan. Suara tangisan bayinya memecah keheningan malam. Saat itu saya merasa dunia sedang tidak berpihak pada saya. Kenapa bayi itu ada disebelah saya? Sambil menggigil kedinginan saya menangis dibawah selimut. Suami yang mendampingi saya agaknya juga bisa merasakan “topan badai” yang sedang saya alami. Ya karena kegagaln itu bukan hanya milik saya, tapi juga milik dia.

Ya Allah, beri hamba kekuatan untuk menjalani cobaanmu ini Ya Allah. I believe, there’s a blessing in every disguise..

Amien..

[devieriana]

Continue Reading

.. Better :)

Alhamdulillah, kemaren abis dari dokter demam saya sudah turun, dan yang membuat saya sedikit lega si kecil juga sudah mulai aktif bergerak2 di perut .. :). Sepertinya memang kesehatan ibu sangat berpengaruh pada aktivitas janin dalam kandungan ya. Kalau mamanya sehat dia pasti aktif, tapi kalau pas mamanya teler kaya kemaren.. gerak aja enggak.. hiks.. sedih.. :((

Sekarang alhamdulillah sudah kembali ceria lagi, semangat lagi.. Udah minum obat/vitamin lagi, makan buah lagi, minum susu lagi.. 🙂

Makasih ya Allah…  🙂

Yuk sayang, kita have fun lagi yuk…. Mama sayang kamu, Nak >:D<

[devieriana]

Continue Reading

Berubah!

Sudah kurang lebih 5-6 bulan yang lalu saya merasakan ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri saya & itu amat sangat signifikan. Mungkin juga karena kehamilan pertama saya ini ya 🙂

Sejak saya resmi dinyatakan hamil oleh dokter, semuanya berubah. Saya yang dulunya termasuk orang yang aktif, kadang “pethakilan” sekarang jadi lebih kalem,yang dulunya termasuk manusia dengan ego tinggi berubah jadi lebih mau mengalah, lebih open mind & cenderung mikir dulu sebelum ngomong. Ya, bukan berarti dulu-dulunya saya nggak pernah mikir sebelum ngomong ya, cuma sekarang sebelum mengutarakan pendapat lebih disertai pemikiran yang lebih matang (berasa ngomong sama mangga 😀 ). Yang dulu bacaannya chicklit, novel-novel populer, majalah, tabloid, berubah jadi majalah Parents, Parenting, Ayah Bunda, 9 Months & sejenisnya. Yang kemarin-kemarin kalau pagi sukanya minum kopi dengan alasan biar lebih konsentrasi kalau waktu kerja, sekarang berhenti total dan berubah ke susu untuk ibu hamil. 😀

Lucunya, selama hamil kok berasa jadi banyak yang curhat & meminta pendapat ya? Kadang saya sampai heran sendiri, karena biasanya nggak begini-begini amat. Setiap hari ada saja yang curhat, mulai teman, saudara, suami, sampai pembantunya ibu kos pun ikut curhat sama saya. Heran kan? Topiknya pun macam-macam. Mulai curhat masalah cinta, pekerjaan, keluarga, pengaturan lay out ruang kantor, manajemen perkantoran, penyusunan schedule harian, cara menjawab pertanyaan saat interview, bahkan penentuan cover buku yang akan diterbitkan pun juga minta pendapat saya ;))

Tapi jujur,  memang akhir-akhir ini (semoga bukan cuma sugesti) saya jadi merasa communication skill saya menjadi sangat berkembang. Tadi dapat “surprise” dari temen bangku sebelah ketika saya mengutarakan pendapat saya tentang dia, semacam teguran halus begitulah :D. Awalnya dia terkejut, karena selama ini belum pernah ada yang mengomunikasikan tentang hal itu sama dia. Alhamdulillah dia nggak marah, malah sambil cengar-cengir bilang,  “woogh, masa sih mbak aku kaya gitu? Oh ya? Hwaa.. iyakah? :-o”. Tapi ujung-ujungnya dia malah curhat & bilang kalau saya punya pemikiran yang berbeda sama teman-teman yang lain, melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda tanpa langsung menghakimi : “kamu salah!”.

Dalam hati sedikit GR sih ;)). Tapi ya sudahlah, I take it as compliment :D.

Hanya mencoba bagaimana menjadi seorang calon ibu yang baik, isteri yang baik, teman yang baik untuk keluarga dan orang-orang di sekeliling saya

[devieriana]

Continue Reading