9 Reasons People Cheat ..

 

030428_1903_5038_xsls

 

Why do I find it so easy not to cheat?

 

Maybe I’m not very attractive, so my options are limited. Maybe I’m too jaded to go for the cheating opportunities. Maybe I still have some mental wounds lingering from when my dad temporarily moved out because he had met another woman. Maybe I’m too afraid that I’ve reached my sin quotient and one more big sin will keep me out of heaven.

Cheating is not a caught in the moment thing if you are really into your significant other, you miss them when you are not with them, you don’t look for a way to hurt or deceive them.

I am just now patching up a friendship with someone I was seeing while they had a boyfriend (that may make me a cheater). At different points she told me that she had broken up with her boyfriend, that they were back together, and that he was boring and I was fun. It was total confusion.

I told her she wasn’t being fair to herself, me, or him.

Finally, she said, “you just don’t understand, there are things you don’t know.” Thing is she’s been cheating on him for a couple of years with different guys, and he keeps taking her back.

So, are cheaters born cheaters, or do certain situations cause people to cheat? Probably a little bit of both. Here are some situations that make people cheat  :

 

1. Bored
I’d say this is the most common reason that people cheat.It’s tough to keep that edge throughout a relationship. Things start off grand and then level off and then you both realize that it’s still real life. When you meet someone else, that inaugural excitement of a new relationship kicks back in.

 

2. Dependence
At first glance, cheating seems like independent behavior. It could be interpreted as doing what you want, when you want. But I would argue that cheating is a dependent behavior. A cheater is dependent because they are not strong enough to break up with their significant other in order to get with the new person.

 

3. Confusion
Sometimes life or a particular situation can get to you. When the perfect storm of confusion is going on in your head, you make mistakes.

 

4. Because They Let You
If any girl ever cheated on me, I’d break up with her immediately. Forgiving a cheater is putting up with it, and starts a vicious cycle. That person who cheated may lose respect for you and might continue to cheat-because they know they can get away with it, because you’ll continue to take them back.

 

5. Nurturing
If someone is mistreating you, then your first instinct is to get away from him or her. But sometimes it’s not that simple-maybe you are raising kids together. If you feel trapped in a bad relationship, it’s only natural that you will run to the open arms of a person who treats you well.

 

6. Revenge
This is quite simple- an eye for an eye. Cheat on them if they cheat on you. If they continuously hurt you or abuse you in some way, you do it to get them back.

 

7. Confirmation of Attractiveness
Sometimes when you’re in a long relationship, or if your significant other is taking you for granted, you begin to wonder if you’re still attractive. Perhaps, because you were out on the dating circuit, you felt more attractive when you were single. If you have an affair, you’ve proven that a new person can be attracted to you.

 

8. The Thrill
Some people just enjoy the thrill of cheating: running around secretly, risking getting caught, andcreating thrilling moments with a forbidden romance.

 

9. They Don’t Consider It Cheating, Even Though You Might
Relationships have that grey area, usually right before you become exclusive. He thinks date #4 is when you’re “together,” and you think date #2 is when you’re “together.” If you haven’t talked about exclusivity, someone may think they are well within their rights to see other people, even though the other person in the relationship may not.

 

I don’t understand why people don’t break up as soon as they have an urge to cheat. Is it natural to have temptation, or is temptation a sign that the relationship is losing its fire? What reasons would you add to this list, and do you disagree with any? If you’ve ever cheated, why did you do it? Could you forgive a cheater? If you are single, but seeing a person who is in a committed relationship, does that make you a cheater?

 

 

source : yahoo

 

 

 

 

Continue Reading

Sang belahan jiwa..

soulmate

Posting kesekian kalinya tentang cinta & pasangan hidup. Hmm, tapi tak apalah, tema ini ga akan pernah basi untuk di bahas kan? 🙂 . Kita, para perempuan nih, pasti dulu pas masih kecil punya dong “mimpi” punya pasangan yang sesuai dengan mimpi kita seperti yang di dongeng-dongeng (uups, jangan-jangan yang mimpiin pangeran cuma saya doang.. hehe, enggak kaaan?). Atau kalau bukan dalam dongeng kaya sinetron atau film dengan ending sempurna (si cantik ketemu si ganteng, & taraaa.. they live happily ever after.. ). Hmm, ngapain sih ngomongin dongeng segala? Gini, saya punya banyak sahabat perempuan yang punya almost perfect life, apapun dia punya : pribadi yang hangat & menyenangkan, karir yang bagus, digit rupiah yang dihasilkan tiap bulannya juga ga tanggung-tanggung, keluarga yang support penuh, sahabat yang seabreg-abreg.. Hanya 1 yang dia belum punya : pria yang tepat sebagai pasangan hidup. Mungkin bisa disimplifikasi lagi sebagai pria single (bukan suami/pacar orang), mapan (baca : at least dia punya pekerjaan sehingga mampu menafkahi keluarga kelak, walaupun istri juga sebagai wanita karir ya..), punya kepribadian yang baik (bukan rumah & mobil pribadi ya, hahaha.. so last year jokes banget). Soal wajah mungkin bisa nomor sekianlah, ya misal Tuhan kasih yang seganteng Brad Pitt sih disyukuri aja, hahaha.. Barakallahu .. 😀

Siapa sih yang gak pengen menemukan pasangan hidupnya sesegera mungkin? kalau ada yang bilang “enggak” mungkin dalam artian “pending” bukan “gak mau”. Bener kan? Nah, tapi masalahnya kan jodoh itu ga bisa dibeli kaya kita pengen beli tomat di pasar, ga bisa asal comot sesuka kita trus kita bawa pulang, kita makan atau bikin jus. Gak kaya gitu kan? Hidup juga bukan ibarat jalan tol yang bebas hambatan (kalau di Jakarta mana ada sih jalan tol yang bebas hambatan? jalan tol juga bisa macet, stuck & bikin BT) . Demikian juga sebuah perjalanan dalam menemukan our prince charming (jiaah, prince charming, berasa cinderella banget deh..) . Kita tidak pernah mengira “path” apa yang sedang kita jalani dalam proses menemukan pasangan hidup itu. Urusan jodoh masih jadi misteri terbesar Tuhan yang ga pernah bisa di tebak kapan datangnya layaknya hidup & matinya manusia. Ada yang sudah ngoyo banget, tapi the prince charming belum datang-datang juga padahal usia juga sudah “pantes” berkeluarga. Tapi ada juga yang ga di cari eh malah datang sendiri. Ya, itulah uniknya jodoh. Kalau ngomongin masalah usia, menurut saya sebuah pernikahan bukanlah sebuah hal yang dilakukan karena emosi, sekedar pantes-pantesan, atau karena tuntutan usia. Menikah itu selain masalah hati, kesiapan mental, juga masalah waktu. Seberapa ngoyonya kita kalau Yang Diatas belum “say yes” ya belum ketemu-ketemu. Tapi kalau Tuhan sudah bilang, “My Dear, this is the right time for you to marry with the man you deserve to live with..”.. Voilla.. segala rencana akan dimuluskan oleh-Nya. Believe me 😉

Saya punya sahabat yang sudah pacaran hampir 7-8 tahun udah mau melangkah ke pelaminan, eh lha kok pas rencana lamaran mau dilaksanakan malah si pacar memutuskan untuk menikah dengan orang lain.. Atau ada juga kasus yang dimana dia sudah menanti pasangan hidup sedemikian lama, ketika kemudian hari diketemukan dengan The Prince Charming yang ternyata tak lebih baik dari Ja’far (masih inget tokoh penasehat sekaligus penyihir jahat di film Aladdin kan? That’s him, hehehe..). No, no, saya gak bermaksud menakuti, bikin parno ya.. (jadi inget sama Manohara kalau begini).

Saya tahu kok gimana rasanya & bahkan juga pernah merasakan betapa BT-nya dihujani “terror” pertanyaan “kapan menikah?”, “eh, mbak Devi udah punya calon kan?”, “aduh gedenya udah semanten nih, kapan nikah Nduk?”, “Bu/Pak Yoes, kapan mantu?”. Hoalaaah..  Capek deeh, help me out of  these silly questions, please !! Jujur yah, ga bisa kita pungkiri bahwa kita memang hidup diantara “kultur” masyarakat yang terlalu peduli dengan urusan pribadi orang lain (maafkan saya ya para tetangga, sodara-sodara yang pernah tanya hal itu beberapa tahun yang lalu sama saya). Tapi okelah kita ambil posistifnya ajalah ya, because they do care about us. They do love us, Dear.  Siapa tahu mereka tanya itu hanya untuk memastikan kapan kita menikah trus dia mau jadi wedding organizernya, penyandang dana, atau penyedia katering. Who knows? hehehe.. Kidding you ..  🙂

Buat yang belum ketemu dengan pasangan hidupnya, someday, somehow, somewhere, you’ll find your Prince Charming soon… Banyak orang yang sudah pada nikah aja belum tentu happy (even they pretend to be happy),  so as long as you are happy with your life,  surrounded by fun-loving friends, you’ll be just fine.. . Jangan menikah hanya karena desakan orang lain, masalah usia, atau jabatan yang sudah kalian miliki, sehingga nantinya justru malah akan membuat kalian perempuan membuat pilihan yang salah. Jangan pernah memutuskan menikah karena orang lain sudah menikah lebih dulu daripada kalian. Menikah bukan masalah kalah menang diantara teman, siapa yang nikah duluan, atau siapa yang bisa dapet jodoh duluan. Nikmati saja semua proses pencarian itu, tidak ada salahnya kok untuk  berhati-hati. Kan kita juga pengen hanya menikah sekali untuk seumur hidup ya.. 🙂 . Boleh kok agak keluar sedikit dari lingkungan yang ada, siapa tahu “si dia” itu nyempil di tempat-tempat yang tidak pernah kita duga sekalipun 😉

Jangan pernah berpikir ada kata terlambat untuk menikah. Kalau memang harus menunggu sedikit lebih lama, ya why not? Toh itu untuk sesuatu yang sangat precious to have. Sampai nanti ketika prince charming itu datang, seseorang yang akan menjadi partner seumur hidupmu , seseorang yang tentunya tidak pernah menjadi sebab penyesalanmu, karena salah memilih. Percayalah, segala sesuatu akan indah pada waktunya kok ..  🙂

Luv you all ..


Continue Reading

10 Things I Hate About You..

I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair
I hate the way you drive my car.
I hate it when you stare.

I hate your big dumb combat boots, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick,  it even makes me rhyme.

I hate it, I hate the way you’re always right.
I hate it when you lie.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.

I hate it when you’re not around, and the fact that you didn’t call.
But mostly I hate the way I don’t hate you.
Not even close, not even a little bit, not even at all

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=84e0HYgo_eU&hl=en_US&fs=1&rel=0]

gambar dari sini

Continue Reading

Aku, Blog & Curhat seorang teman ..

my_soulmate

Hadoooh, lama banget ga ngeblog disini yak.. Jangankan ngeblog, ngebuka situs beginian aja ga bakalan sempet.. Kasian ga sih? (pasti pada teriak : enggaaak..). Kalo kemaren-kemaren waktu untuk ngeblog bisa anytime, sekarang.. jangankan ngeblog, ide buat nulis blogku aja musnah, tersita ma kerjaan semua.. *lebay mode set : ON*. Kayanya 8 jam itu ga cukup buat kerja.. Anjr**t kesannya aku workaholik banget yak? xixixix.. Ga denk.. biasa aja..  😀

Ya, butuh penyesuaian aja sih kayanya.. (eniwei, kok kayanya sejak seminggu kemaren alesannya penyesuaian mulu yak?hehehehe.. ). Ya gitu deh, napsu ngeblog-ku termusnahkan ama kerjaan baru ini. Ini aja nyambi-nyambi.. ninggalin kerjaan untuk ngeblog, xixixixix.. :-p

Mmmh, beberapa waktu yang lalu aku dicurhatin ma beberapa temen, curhat tentang pasangan hidup (mentang-mentang aku pernah nulis tentang chemistry & soulmate nih kayanya.. ). Padahal aku kalo ngeblog ya sekedar nulis aja, apa yang ada di kepala langsung ketak-ketik-ketuk.. taraaaa.. jadilah sebuah blog. Bentar, deh kok jadi kemana-mana ya..

Balik lagi ke masalah pasangan hidup.. Intinya sih mereka curhat kenapa pasangan hidup tak kunjung datang sementara mereka usia udah cukup, ekonomi udah mapan, kehidupan sosial ekonomi bagus.. Intinya, perfect-lah.. Mmmh, ga terlalu banyak yang bisa aku share, karena pada dasarnya aku juga bukan orang yang ahli tentang pernikahan yaa.. Secara, aku sendiri baru menjalani kehidupan pernikahanku baru 1.5 tahun ini.. Itupun masih sering terjadi perang antar suku.. hehehehe.. Biasaaa, persamaan persepsi, kekekeke.. . Tapi menurutku, sebuah pernikahan bukanlah sebuah hal yang dilakukan karena emosi semata, atau pantes-pantesan, atau karena tuntutan usia (walaupun di kultur kita mindsetnya kaya gitu), atau tuntutan jabatan (ada lho yang menikah hanya karena “masa pak bos belum punya bu bos sih?”). Hanya Dia yang tau “who is our Mr./Mrs. Right”. Yang penting toh kita udah berusaha. Intinya gini :

.. there’s someone for everyone, it’s just a matter of time…

Kata Ally Mc Beal waktu di episode yang sama, membahas pertanyaan yang sama yang ditujukan buat dia, dia menjawabnya begini : “my future husband ??? No, I haven’t met him, haven’t found him yet, but I’ll find him coz I know him by heart..” .

Jadi My Darling, not too worry, someday somehow somewhere, you’ll find him/her… Banyak orang yang udah pada nikah aja belum tentu happy (even they pretend to be happy, ), so as long as you are happy with your life, surrounded by fun-loving friends, you’ll be just fine.. . Ok dear?  🙂

Continue Reading

Menghargai Perasaan Orang Lain

Ada pepatah yang mengatakan…

” Perlakukanlah orang lain,seperti kamu ingin di perlakukan oleh orang lain..”

Kalo bicara tentang “menghargai perasaan” sebenernya mana sih yang penting menghargai perasaan sendiri atau orang lain?

Untuk dapat menghargai perasaan orang lain, nggak jarang kita harus bisa mengesampingkan perasaan kita sendiri. . Like idiosyncrasy of ourselves with the mere of others. Seperti bersikap pretentious & toleran disaat yang bersamaan. Kadang dengan mencoba menghargai perasaan orang lain kita jadi kesannya makan ati banget.. Paling kesel kalo ada temen yang tidak bisa mengerti perasaan kita.. Setengah mampus kita bikin dia nyaman sama kita, eeh.. lha kok ndilalah dia nyantai aja melakukan hal yang nyakitin perasaan kita.. Dan inosennya bilang “emang gue salah ya?”.  Please deh ya, grow up..
Suka sedih banget saya kalo ketemu hal kaya gini..

Saya belajar untuk berhati-hati dengan perasaan dan emosi, terutama terhadap teman, keluarga, rekan kerja. Intinya sih orang lain. Berusaha untuk menghargai perasaan mereka dengan melakukan “reframing”, menempatkan saya di posisi orang lain. Mencoba mengenali diri sendiri dengan mengenali apa yang kita sukai & apa yg tidak kita  sukai. Hal-hal apa yg bisa kita tolerir & hal-hal apa yg bikin kita marah..

Tidak mudah memang memahami perasaan orang lain, namun jika kita cukup peka kita bisa menumbuhkan empati kita terhadap mereka..

Continue Reading