Selamat Ulang Tahun, Ma..

mother

Ibu..
merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa..


Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita di kala lara, impian kata dalam rengsa,
rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya..


Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian..


Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan…
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian..


Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian..

 

 

:+: Khalil Gibran :+:

 

 

Selamat Ulang Tahun ya Ma.. semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, perlindungan & memberkati kehidupan Mama..

.. We love you ..

* peluk cium : Papa, aku, Echa, Dista *

kadonya tar menyusul ya Ma 🙂

[devieriana]

 

 

 

picture taken from here


Continue Reading

Kisah Hidup dalam Sebuah Taksi

Hari ini setelah seharian diterpa “badai” telpon komplain, emailing & negosiasi sana-sini ditambah curhatan masal dari seluruh Indonesia tentang THR & teman-temannya akhirnya baru bisa pegang kerjaan sendiri sekitar jam 14.00, itupun sudah dengan “hawa” kurang bersemangat & pengen pulang, lantaran sudah terlalu sore untuk mulai kerja sementara pikiran & energi saya sudah tercurah untuk mengurusi tetek bengek masalah hak & kewajiban anak-anak saya sejak pagi.

Berhubung hari ini saya & suami ada buka bersama di kantor masing-masing jadi ya nggak bisa pulang bareng. Okelah tak apa, dan sayapun memutuskan untuk naik taksi. Lumayan kan bisa sedikit rileks.

Ternyata driver taksi yang saya tumpangi termasuk orang yang suka ngobrol. Awalnya saya pikir, “ah.. bapak ini cuma pengen basa-basi aja kali ya..”. Tapi ketika saya sadar bahwa dia nggak bisa berhenti ngobrol, akhirnya sayapun mulai mengkonsenkan diri dengan obrolan pak supir yang ternyata asli Cilacap (Jawa Tengah) itu.  Sebenarnya ini bukan kali pertama saya diajak ngobrol & curhat sama seorang supir taksi. Kebetulan saya memang “pawakan” (bakat) dicurhati orang. Dan ini pengalaman kedua saya dicurhati seorang supir  taksi.

Cerita itu mengalir sejak saya naik sampai saya tiba di tempat tujuan. Cerita unik tentang kehidupannya dia, pertemuan dengan istrinya, kebanggaan terhadap keluarganya, cita-citanya,  kecintaan & hormat kepada kedua orangtuanya. Kepandaian kedua buah hatinya & kerinduannya terhadap keluarga di Tegal. What a perfect family, pikir saya. Di sela-sela kisah hidupnya saya sempat berpikir, apa iya dia juga menceritakan hal-hal seperti ini ke semua penumpang dia atau cuma ke saya aja?

“Dulu saya nggak pernah cinta sama istri saya lho mbak..”

“ha? kok bisa pak? bapak dijodohin?”

“dijodohin sih enggak, ada “adat” di daerah istri saya.. Kalau seorang perempuan sudah dikunjungi teman pria, pasti disuruh nikah.”

“oh ya? masih ada yang kaya begitu ya pak?”

“ya adalah mbak.. namanya juga masih di daerah.. Jujur saya menikah dalam keadaan serba nggak siap. Semua ditanggung keluarga istri saya.. Ya abis gimana, wong niat saya cuma main kok malah ditodong suruh nikah..”

“ya bapak kan bisa nolak pak, kalo emang ga suka..”

“ya gak bisa gitu juga sih mbak.. wis pokoknya ribet aja.. Namanya anak, ya wis nurut aja daripada dianggap durhaka.. Uniknya saya ini pas hari H pernikahan saya , paginya saya masih di Jakarta, nyupir.. Jujur saya nggak punya uang buat menghidupi calon istri & keluarga saya mbak.. Saya benernya malu.. Calon kepala keluarga kok nggak bisa menghidupi keluarganya..”

“Lho.. trus.. perhelatan pernikahannya gimana pak?”

“hahahaha.. ya ditunda.. dandanan istri aya aja sempat dibongkar.. Tapi malamnya saya datang mbak..”

Saya tertawa.. Kisah yang aneh, tapi nyata. Taksi sudah mulai melintas di Gatot Subroto & saya mulai tertarik dengan cerita hidupnya..

“Trus kalo nggak cinta kok bisa punya anak dua pak?”, tanya saya iseng banget..

” Ya namanya tiap hari ketemu, serumah, tidur bareng.. lama-lama saya ya cinta sama dia mbak.. Saya kok merasa beruntung punya istri kaya dia. Pinter, taat beribadah nggak terlalu banyak menuntut, sederhana & pandai mengatur keuangan keluarga.. Nggak kaya istri teman saya yang kerjaannya minta uang melulu..”, tuturnya polos..

“ya itulah yang namanya jodoh ya pak.. Nggak pernah bisa ditebak datangnya darimana. Ada yang ngoyo banget cari jodoh tapi kalau Yang Diatas belum bilang “ya” ya belum ketemu-ketemu.. Ada juga yang nggak ngoyo nyari jodoh.. eh malah diparingi yang sempurna kaya istrinya bapak ya..”

“iya mbak.. wis pokoknya alhamdulillah dengan kehidupan & keluarga yang Allah sudah kasih ke saya sekarang ini mbak.. “

“Lebaran ini bapak mudik?”

“enggak mbak, mungkin habis lebaran. Kerjanya mungkin nanti agak ngoyo, biar bisa bawa uang lebih buat anak istri di rumah.. Walaupun mereka udah bilang sama saya kemarin begini, “Yah, lebaran ini ibu sama anak-anak nggak usah beli baju lebaran. Uangnya disimpen aja buat bikin rumah & anak yatim yah..”. Saya sampe terharu mbak.. “

“Alhamdulillah mereka pada mau ngerti ya pak..”

Saya tertegun, betapa Tuhan seringkali memberikan saya pelajaran hidup melalui jalan yang tak pernah saya sangka. Salah satunya lewat kesederhanaan hidup bapak supir taksi ini. Saya malu, saya yang dikaruniai lebih banyak kelebihan, keberuntungan & kemudahan sama Allah ini masih saja banyak melontarkan keluhan-keluhan nggak penting. Lebih sering melihat dengan tatapan iri ke arah warna rumput tetangga yang jauh lebih hijau daripada rumput di halaman saya sendiri. Lebih sering melihat ke atas ketimbang ke bawah.

Astaghfirullah..

Terimakasih untuk curhat & pelajaran sederhana tentang hidup hari ini ya pak..

[devieriana]

Continue Reading

Maafkan aku mencintai suamimu..

forbidden love

Wanita cantik itu seperti biasa, selalu terlihat bersemangat di tengah aktivitas paginya. Senyum cerah mengembang diantara kedua pipinya. Sapaan hangat pada setiap orang yang berpapasan dengannya meluncur disela bibir yang tersapu lipstik nude warna pink. Stiletto Manolo Blahnik & stelan Michael Korrs pagi itu membalut tubuhnya dengan sempurna. Ah, cantik sekali dia pagi ini. Aura wajahnya bersinar-sinar bagai gadis yang tengah jatuh cinta..

Ya, dia sedang jatuh cinta.. Bak seorang remaja yang baru mengenal cinta, love is in the air.

Semerbak segar aroma Gucci – Envy Me langsung menghembus ke seisi ruangan. Sesaat kemudian jemarinyapun dengan lincah menyalakan laptop & mulai mengetikkan sandi di yahoo messengernya. Tak lama , dia sudah terlihat asyik dalam perbincangan maha mesra dengan seseorang diujung sana.

Lelaki itu, seorang eksekutif muda yang tinggal di benua Eropa untuk menyelesaikan studinya di Jerman. Terpikat pesona wanita cantik itu dari situs pertemanan. Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk saling bertekuk lutut diujung anak panah sang cupid. Ya, sampai kini mereka masih jatuh cinta. Cinta seorang wanita & lelaki dewasa.

Ah, saya lupa bercerita..

Continue Reading

Metamorfosis & Buku Usang Masa Lalu

Pagi  ini buka facebook ada 1 email (lagi) dari teman lama jaman SMP. Beneran teman lama yang enggak pernah samasekali kontak sejak lepas SMA. SMA-pun kami beda sekolah walaupun masih sama-sama SMA tugu di daerah Malang. Dia SMA 1, saya SMA 3 Malang. Ketemu lagi di facebook dengan kondisi masing-masing sudah jauh berbeda (pastinya).

Teman saya ini menurut kacamata saya yang minus ini samasekali gak ganteng, tapi heran dulu kenapa banyak banget yang ngefans ya. Di tiap kelas ada. Saya dulu sampai mikir, “ah, apa menariknya sih? ganteng juga enggak.. Biasa aja deh perasaan. Kalau sok cool sih.. err.. iya. Jangan-janagn dia pakai susuk, lagi..” *dijeburin sumur*. Tapi anehnya dia ibarat magnet yang siap menarik perhatian wanita manapun. Jiaah, lebay sangatlah.. 😀 . Nah ketemulah kita di dunia pencak facebook ini. Komen pertama pasti “caci maki” diri masing-masing. Maksudnya, saling meledek perubahan masing-masing & membandingkan dengan moment terakhir ketemu. Hyaiyalah beda jauh, udah hampir 13 tahun yang lalu gitu, pastinya sudah ada metamorfosisnya. Masa iya seumur hidup mau terlihat keling, tengil & culun terus? Ulat aja berubah dari kepompong terus jadi kupu-kupu, masa iya kita berubah dari ulat bulu jadi ulat daun, kan ya gak mungkin.. 😀

Iseng dong kita kangen-kangenan.. eh, in positif way ya, kagak ada itu yang namanya tepe-tepe. Ngobrol punya ngobrol akhirnya saya punya ide bikin reuni SMP. Pasti bakalan seru tuh. Lha kok jawabannya gak disangka-sangka :

“ah, aku tahu kenapa kamu pengen reuni SMP.. Pasti kamu penasaran sama gebetanmu waktu itu kan?”, tebakan menyelidik ..
“hah, gebetan yang mana?”, ngeles
“jangan sok gak ngaku deh.. :p “

Saya tertawa :)). Jujur, saya malah gak kepikiran kearah sana lho. Justru saya membayangkan yang seru-serunya reunian setelah sekian lama nggak ketemu. Let me tell you, iya memang ada seseorang yang pernah susah banget dilupakan. Butuh waktu hampir 6 tahun untuk bisa bener-bener lupa sama sosoknya. Bayangkan, itu mulai jaman SMP lho, xixixi.. Centil banget deh saya ya  *sambil bedakan*

Boleh dibilang dia adalah sosok pertama yang bikin saya “ngimpi” bakal hidup happily ever after sama dia *toyor-toyor kepala sendiri*. Sosok yang sederhana, hitam manis, kurus, tinggi. Jaman dulu nih, namanya masih cinta munyuk (baca : monyet) pasti masih melihat lawan jenis dalam batasan fisik, ganteng atau cantik. Tapi seiring dengan bertambahnya usia pasti dong ada yang namanya pergeseran sosok ideal dari segi fisik ke segi-segi lainnya, misalnya kepribadian, background edukasi, intinya yang berhubungan dengan masa depanlah. Eh, tapi bukan berarti kalau saya akhirnya ngga jadi sama “si mas” ini lantaran dia tidak punya masa depan lho ya. Tapi saya lebih memandang karena memang dia bukan jodoh saya, itu aja. Toh sejak SMP-SMA kami hampir tidak pernah ketemu lagi, sampai sekarang..

Sampai disindir-sindir nih sama teman yang tadi di YM :

“emang kamu gak penasaran? gak pengen tahu kabarnya kaya gimana?”
“apaan sih? 😀 ”
“dia udah sukses lho sekarang.. Mau nomer HPnya ga? xixixi..kali aja bisa CLBK-an”
“hush..kamu belum pernah diiris tipis-tipis trus diperesin jeruk nipis ya?!”
“hahahahaha.. iya deh kagaaakk..”

Ya saya yakin dia juga sudah lupa sama saya, sudah berubah, sudah berkeluarga juga pastinya. Ya sutrah.. whatever & wherever you’re now.. err.. apakabar? long time no see. Semoga baik-baik aja, salam buat keluarga ya.. 🙂
*standar* :))

[devieriana]

Continue Reading

perfect guy : kenapa masih single?

george clooneyMau cerita dulu yah.. *sambil menata posisi  duduk*

Bisa dikatakan “ritual” tiap pagi saya adalah mendengarkan keluhan, “mamiii.. komputerku mati, ga bisa diapa-apain udah di ping, restart” tetep ga mau nyala..”, atau “mbaak, intelixku ga bisa download, upload failure melulu”, atau “mbak, astridku kok lemot ya?”. Ya begitulah keluhan anak-anak under saya. Belum sempat duduk, naruh tas & nafas, sudah dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan aduan seperti itu.. Ok, tak apalah, namanya emak ya harus sabar ya :). Ditampung dulu satu-satu nanti baru diadukan ke yang lebih pinter menangani masalah beginian, hehehehe.. (kirain diselesaikan sendiri, xixixi.. Hyaa jelas enggaklah, secara basic saya bukan IT. Tar malah meledak semua PC anak-anak saya. Halah..)

Karena seringnya saya berhubungan sama aplikasi-aplikasi error ini akhirnya ya harus berhubungan sama teman-teman IT. Seperti halnya tampilan para IT’ers lainnya, kebanyakan penampilannya santai, dandan alakadarnya, bahkan kadang kucel. Yah begitu pula tampilan si Abang ini. Satu sisi kalau dia lagi dikejar deadline bisa hanya ngomong sepatah-sepatah kalau ditanya & kesannya jutek (walaupun kadang keliatan banget usaha bersikap nice-nya). Tapi kalau sedang santai dia bisa jadi manusia yang lucu & menyenangkan ketika diajak ngobrol. He’s just human, isn’t he? wajarlah, hehehe..

Tadi pagi saya sempat ngobrol sama dia, “bang, kamu itu aslinya baik banget lho orangnya. Gitu kok ya belum ada cewek yang nyantol ya? Kemana semua perempuan-perempuan ini? Ada high quality jomblo disini kok gak ada yang nengok ya?”. Dia tertawa & langsung menyentil telinga saya.

Mmh, apa iya semua wanita disini hanya melihat seorang pria dari sosok/tampilan luarnya saja? Berarti sama dong seperti pria yang katanya makhluk visual? *ditampar bolak-balik* Atau memang wanita diam-diam juga melihat secara physical seorang pria ketika kenal pertama kali? Ya iyalah, namanya juga punya mata, Neng.. 😀 . Banyak lho pria yang secara otak dia pintar, fisik juga ok, pekerjaan mapan, tapi kenapa belum mendapatkan pasangan? Salahnya dimana? Social life, communication skill, approaching skill-nya, atau apanya ya? Jadi ingat salah satu episode take Me Out Indonesia nih.. Kalau tidak salah dia seorang manager usia 40 tahun, goodlooking, tapi sayang tidak ada satu wanitapun yang menyalakan lampu untuk memberinya kesempatan. What’s wrong with this guy.. or .. hey woman, what’s wrong with all of you out there?

Ok, tidak ada seorangpun yang sempurna. Kalau mau nyari cacat-cacatnya ya semua orang pasti punya. Apa sih kriteria lain yang dicari seorang wanita dalam diri seorang pria yang sudah bisa dikatakan almost perfect macam itu?

[devieriana]

gambar ngambil dari sini

Continue Reading