10 Things I Hate About You..

I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair
I hate the way you drive my car.
I hate it when you stare.

I hate your big dumb combat boots, and the way you read my mind.
I hate you so much it makes me sick,  it even makes me rhyme.

I hate it, I hate the way you’re always right.
I hate it when you lie.
I hate it when you make me laugh, even worse when you make me cry.

I hate it when you’re not around, and the fact that you didn’t call.
But mostly I hate the way I don’t hate you.
Not even close, not even a little bit, not even at all

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=84e0HYgo_eU&hl=en_US&fs=1&rel=0]

gambar dari sini

Continue Reading

Aku, Blog & Curhat seorang teman ..

my_soulmate

Hadoooh, lama banget ga ngeblog disini yak.. Jangankan ngeblog, ngebuka situs beginian aja ga bakalan sempet.. Kasian ga sih? (pasti pada teriak : enggaaak..). Kalo kemaren-kemaren waktu untuk ngeblog bisa anytime, sekarang.. jangankan ngeblog, ide buat nulis blogku aja musnah, tersita ma kerjaan semua.. *lebay mode set : ON*. Kayanya 8 jam itu ga cukup buat kerja.. Anjr**t kesannya aku workaholik banget yak? xixixix.. Ga denk.. biasa aja..  😀

Ya, butuh penyesuaian aja sih kayanya.. (eniwei, kok kayanya sejak seminggu kemaren alesannya penyesuaian mulu yak?hehehehe.. ). Ya gitu deh, napsu ngeblog-ku termusnahkan ama kerjaan baru ini. Ini aja nyambi-nyambi.. ninggalin kerjaan untuk ngeblog, xixixixix.. :-p

Mmmh, beberapa waktu yang lalu aku dicurhatin ma beberapa temen, curhat tentang pasangan hidup (mentang-mentang aku pernah nulis tentang chemistry & soulmate nih kayanya.. ). Padahal aku kalo ngeblog ya sekedar nulis aja, apa yang ada di kepala langsung ketak-ketik-ketuk.. taraaaa.. jadilah sebuah blog. Bentar, deh kok jadi kemana-mana ya..

Balik lagi ke masalah pasangan hidup.. Intinya sih mereka curhat kenapa pasangan hidup tak kunjung datang sementara mereka usia udah cukup, ekonomi udah mapan, kehidupan sosial ekonomi bagus.. Intinya, perfect-lah.. Mmmh, ga terlalu banyak yang bisa aku share, karena pada dasarnya aku juga bukan orang yang ahli tentang pernikahan yaa.. Secara, aku sendiri baru menjalani kehidupan pernikahanku baru 1.5 tahun ini.. Itupun masih sering terjadi perang antar suku.. hehehehe.. Biasaaa, persamaan persepsi, kekekeke.. . Tapi menurutku, sebuah pernikahan bukanlah sebuah hal yang dilakukan karena emosi semata, atau pantes-pantesan, atau karena tuntutan usia (walaupun di kultur kita mindsetnya kaya gitu), atau tuntutan jabatan (ada lho yang menikah hanya karena “masa pak bos belum punya bu bos sih?”). Hanya Dia yang tau “who is our Mr./Mrs. Right”. Yang penting toh kita udah berusaha. Intinya gini :

.. there’s someone for everyone, it’s just a matter of time…

Kata Ally Mc Beal waktu di episode yang sama, membahas pertanyaan yang sama yang ditujukan buat dia, dia menjawabnya begini : “my future husband ??? No, I haven’t met him, haven’t found him yet, but I’ll find him coz I know him by heart..” .

Jadi My Darling, not too worry, someday somehow somewhere, you’ll find him/her… Banyak orang yang udah pada nikah aja belum tentu happy (even they pretend to be happy, ), so as long as you are happy with your life, surrounded by fun-loving friends, you’ll be just fine.. . Ok dear?  🙂

Continue Reading

Nights In Rodanthe

nights_in_rodanthe

Niat awal mau nonton Journey to the Center of the Earth (3D Film) yang hanya diputar di EX Plaza XXI ma Plaza Senayan XXI dengan kacamata khusus 3D ini , tapi berhubung sudah terjual habis & harga tiketnya termasuk diatas rata-rata, jadilah saya & suami nonton film bergenre romance yang dibintangi oleh Richard Gere & Diane Lane yang berjudul Nights in Rodanthe.

Dari judul & poster filmnya saja sudah bisa ditebak kalau filmnya romantis banget (resensi berdasarkan poster ). Dasar sayanya yang cengeng, ada saja di bagian film ini yang bikin saya mendadak menangis bombay, terharu gitu.

Kurang lebih ceritanya seperti ini :

Adrienne Willis (Diane Lane) memutuskan untuk mengasingkan diri di sebuah kota kecil bernama Rodanthe setelah merasa bahwa rumah tangganya gagal total. Ia kemudian menerima tawaran salah seorang temannya untuk merawat penginapan kecil miliknya di sana.

Adrienne berharap dapat menemukan ketenangan jiwa agar bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya terhadap pernikahan yang telah ia jalani bertahun-tahun. Adrienne merasa tak mampu lagi menghadapi suami dan putrinya yang seolah-olah selalu berada di sisi yang berseberangan dengannya.

Tak lama kemudian, seorang pria bernama Dr. Paul Flanner (Richard Gere) datang untuk bermalam di penginapan yang dijaga Adrienne. Dr. Paul Flanner datang ke Rodanthe membawa misi untuk berbaikan degan putranya yang telah lama meninggalkannya.

Ketika terjebak di tengah badai yang datang tiba-tiba, keduanya lantas menemukan apa yang selama ini mereka idamkan. Kehidupan asmara yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup mereka.

Film ini sebenarnya cukup menarik untuk sebuah film romantis. Suasana romantis yang dibangun dengan cara ‘mengisolasi’ kedua tokoh utama ini dari dunia luar memang berhasil. Apa lagi dengan kualitas akting dari aktor dan aktris papan atas seperti Diane Lane dan Richard Gere. Masih ditambah dengan pengalaman mereka berdua sebagai pasangan asmara dalam dua film sebelumnya, COTTON CLUB dan UNFAITHFUL.

Di samping suguhan kisah asmara yang romantis, film hasil arahan sutradara George C. Wolfe ini juga menawarkan pemandangan alam yang memanjakan mata. Hamparan pantai luas yang sunyi menambah kesan romantis yang memang ingin ditonjolkan sang sutradara. Sumpah, pemandangannya bagus banget :-bd

Namun ada beberapa hal yang kadang terlupakan saat sang sutradara sudah mulai fokus ke satu hal. Dalam film ini yang tertinggal adalah logika. Misalnya saja soal badai yang tak pernah disebutkan namanya, atau bagaimana badai yang kuat itu tak mampu merobohkan penginapan kecil yang sekilas terlihat tak begitu kokoh. Keputusan kedua tokoh ini untuk tetap bertahan di kota kecil Rodanthe meski sudah ada peringatan bahwa badai akan datang juga terasa sedikit dipaksakan. Hmm.. Tapi ya sudahlah.. 😀

Namun bila kita termasuk orang yang gampang terhanyut suasana romantis yang memang jadi suguhan utama film ini, kita pasti tak akan terlalu memperhatikan penyimpangan dari logika tadi. Terlepas dari logis atau tidak, film berdurasi kurang dari 100 menit ini memang layak ditonton..

Kalau bicara tentang pesan moral, ada 2 hal yang bisa saya ambil disini  :
1. Meminta maaf terkadang perlu dilakukantanpa peduli apakah kesalahan yang telah kita perbuat itu sengaja atau tidak. Tapi buat sebagian orang, meminta maaf sama halnya dengan mengesampingkan ego. Tidak semua orang sanggup melakukannya.

2. Terkadang kita ada saatnya menyerah kepada takdir. Manusia boleh berencana, namun Tuhanlah yang menentukan..

[devieriana]

gambar dari sini

Continue Reading

:: S O U L M A T E ::

soulmate

Hmm, pernah gak kalian terpikir bahwa kalian sebenernya memiliki soulmate di luar sana? Ya syukur-syukur sih kalau sudah menemukan ya.. Sempat baca di beberapa tulisan tentang definisi soulmate itu sendiri.. jadi penasaran, sebenernya soulmate itu seperti apa sih, atau soulmate itu sendiri sebenarnya ada ga sih?

Kebanyakan orang mengartikan soulmate itu adalah bagian dari satu pasang, seperti layaknya sendal dan sepatu. Memang definisi keberpasangan itu benar adanya (ada kiri dan kanan), tetapi bisa aja kan misalnya warna si pasangan sendal itu beda (misalnya merah dan putih) atau merknya beda, atau tapi yang pasti ukurannya gak boleh beda, krn pastinya gak akan enak dipake oleh siapapun. Ya kan?

Menurut saya pribadi, untuk konsep berpasangan itu tidak bisa zaakelijk di tentukan sedemikian pas-nya seperti halnya memilih sandal dan sepatu karena pada dasarnya kita kan manusia yang punya hati dan jiwa. Seandainya berpasangan itu hanya dilandasi pada kesamaan tampilan luar, terus bagaimana dengan keberpasangan jiwa dan hati yang tentunya memiliki jauh lebih banyak kebutuhan untuk dimengerti?

Pernah saya iseng-iseng diskusi sama seorang teman pas sama-sama lagi tunggu busway.. (niat ya bo?), tentang apa sih arti soulmate, atau kamu percaya adanya soulmate dalam kehidupan kamu ga sih? atau soulmate was made by God or by human?

jawabannya pun beragam.. Ada yang bilang :

” soulmate itu ya pasangan gue, suami gue.. kalo bukan soulmate gue ngapain gue nikah ma dia.. “

” gua pernah punya soulmate nih Dev, dia jauh di luar kota, tapi gua ama dia tuh kaya ada kabel yang nyetrumin, gua bisa ngrasain apa yang dia rasain, sebaliknya dia juga gitu.. kaya berasa gua punya webcam gitu.. Seems so strange, but it’s true..”

” gue percaya soulmate itu ada, tapi ga harus yang jadi suami/istri kita sekarang.. percaya ga lo, Dev? “

” Aku ma suami seperti satu tubuh yang bisa saling merasakan… Ketika aku sakit, dan dia sedang tidak di rumah dia pasti langsung menelpon dan menanyakan apakah aku sedang sakit di bagian ini atau di bagian itu, karena pada saat yang sama dia juga merasakannya. Atau seringkali kami punya pikiran yang sama untuk melakukan sesuatu atau membicarakan sesuatu.. “

– btw, jadi inget ma mama & papa yang suka tiba-tiba kembar beli barangnya, mulai bentuk, warna, model, hari & tgl yang sama kalo beli barang tertentu padahal gak janjian.. –

Intinya sih ada dua kubu yang menyatakan bahwa soulmate itu adalah pasangan kita yang sekarang, tapi ada juga yang mengatakan bahwa sebenernya soulmate itu lebih ke belahan jiwa yang “mungkin” belum tentu orang yang menjadi pasangannya sekarang. Nah lho.. kok bisa?

Mmmh, kayanya perlu dipilah antara “word” dan “description”. Ada “soul mate” , dan ada “spouse”, yang mana kalo didefinisikan / dideskripsikan kurang lebihnya :
– soul mate : this person is very similar to you in thought and feeling
– spouse : this person is married to you

Jadi, soul mate tidak selalu berarti pasangan hidup. Ada juga yang mengatakan bahwa “soulmate” itu seperti “belahan jiwa”, orang yang match dengan kita, mulai dari cara berpikir, melihat masalah, cara memperlakukan pasangan dan cara menyelesaikan masalah, jadi bukan semata- mata satu hati, tetapi ada banyak kesamaan yang bisa membuat keduanya bisa jadi partner yang kompak (satu tujuan).

Belum puas juga mengartikan sendiri, saya bertanya juga pada mbah google. Akhirnya dapat juga jawabannya di tante wiki. Berikut ini ulasannya :

Belahan jiwa adalah sebuah istilah yang terkadang digunakan untuk menandakan seseorang yang memiliki perasaan mendalam dan daya tarik antar pribadi yang natural (tidak dibuat- buat). Konsep yang berkaitan ialah adanya dua jiwa kembar yang akan menjadi belahan jiwa terakhir bagi pasangannya, satu- satunya salah satunya hanya separuh dari sebuah jiwa yang asli, dengan begitu masing- masing jiwa yang masih separuh itu harus bergerak untuk mencari yang lain dan bersatu. Bagaimanapun, tidak semua orang menggunakan teori dan percaya pada konotasi mistiknya. Sebenarnya teori diatas berdasarkan buah pikiran Aristophanes ,plato symposium, bahwa manusia sesungguhnya tergabung dari empat lengan, empat kaki, dan sebuah kepala yang terdiri dari dua wajah, tetapi Zeus (dewa yunani) takut akan kekuatan mereka dan memecahnya menjadi separuh bagian saja, sebagai hukumannya mereka harus menghabiskan hidup mereka untuk mencari separuh bagiannya lagi untuk menjadi sempurna..

Kalau dibaca-baca di atas sepertinya jadi lebih berpihak dengan pendapat bahwa belahan jiwa sudah ditentukan dari Tuhan ya, terlepas dari teori dewa- dewa Yunani lho…Terus gimana dong kalau kita sudah memiliki belahan jiwa, atau gimana kalau kita tidak dapat menemukan belahan jiwa kita? Atau bagaimana jika kita menikah bukan dengan belahan jiwa kita.Nah lho.. (lama-lama ngembang kemana-mana pertanyaan gua ya? heheheheeh…)

Kalau sudah seperti itu apakah lantas kita harus membentuk seseorang menjadi serupa dengan kita? mendekati dengan apa yang kita perkirakan sebagai belahan jiwa? Agar kita tidak perlu mencari dan tetap seolah menikah dengan belahan jiwa kita? Tetapi menurut saya yah.. maaap-maap aja nih ya kalo salah.. kalaupun belahan jiwa adalah setengah dari jiwa kita, setengah bagian itu pasti bukan sisi yang sama, dalam arti tidak menambahi apa yang telah dimiliki, tetapi saling melengkapi satu sama lain (bingung ga? sama aku juga lama-lama bingung ma tulisanku sendiri.. hahaaha….). Maksud saya gini, jangan terlalu bangga jika saat ini memiliki seseorang yang sifatnya sama, dan cocok dalam segala hal. Saya justru mempertanyakan hal itu, apakah kalian berdua harus sama-sama bertindak sebagai hati di sisi kiri? atau sama- sama di sisi kanan? Berusaha selalu sama biar dianggap soulmate? *lieur*

Dah, ini PR buat yang baca deh, pasangan jiwa yang akan menjadi isteri or suami kita memang sudah dari lahir diciptakan untuk kita atau sebenernya kita yang harus berupaya merakit sendiri soulmate kita?

[devieriana]

Continue Reading

Malaikat Duniaku ..

Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkannya, ia bertanya kepada Tuhan :

“Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia. Tapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah” kata si bayi..

Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”

“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia”, demikian kata si bayi..

Tuhan pun menjawab,, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu, akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”

Si bayi pun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”

Si bayi masih belum puas. Ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu bahkan dengan taruhan jiwanya sekalipun”.

Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.. “

Dan Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. Walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

Saat itu surga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti ?”

Tuhanpun menjawab,  “Kamu dapat memanggil malaikatmu…  IBU”

Kenanglah ibu yang menyayangimu.. Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi..

Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf padanya yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan sampai kau kehilangan saat-saat yang kau rindukan di masa datang.

Ketika ibu telah tiada. Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi. Dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera peluk ibu yang selalu menyayangimu. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik untuk ibu..

dicuplik dari email seorang sahabat

[devieriana]

teruntuk Mamaku tercinta… makasih buat semuanya kemarin ya Ma.. perhatian & kasih yang tak putus-putusnya..

.. I love you..

.. I owe you much things in life my Dear Angel ..

Continue Reading