Indonesia Mencari Bakat

Aha, akhirnya bisa bikin postingan lagi setelah beberapa hari vakum karena malas, internet ngadat, nggak mood, dan… malas lagi… ;))

Btw, kalian suka nonton Indonesia Mencari Bakat di TransTV, nggak? Iya, ajang pencarian bakat yang dikemas dalam sebuah program talent show yang ditayangkan tiap hari Sabtu & Minggu pukul 19.00 wib itu. Pesertanya sudah pasti adalah hasil seleksi ketat dari ribuan calon peserta & sekarang tinggal menyisakan beberapa peserta yang bersaing untuk memperebutkan gelar terbaik. Dulu awal-awal acara ini tayang saya sering berpikir, “apa bagusnya acara ini sih? Mirip sama America’s Got Talent atau ini yang versi Indonesianya, Indonesia’s Got Talent, gitu ya? :-?”. Karena  waktu itu saya berpikir acara ini bergenre talent show, ajang adu berbagai bakat itu di atas satu panggung.

Kalau dibandingkan dengan ragam acara yang sejenis, menurut saya yang lebih unik memang Indonesia Mencari Bakat. Selain promo dan kemasan yang lebih menarik dibanding dengan acara sejenis yang sifatnya franchise, peserta-pesertanya juga terbilang unik & istimewa. Sebut saja :

* Belda (Bali) : Fire Dance
* Berto Pah (Kupang) : Pemain Alat Musik Sasando
* Bonita (Medan) : Penyanyi
* Brandon de Angelo (Surabaya) : Penari Hip Hop
* Fay Nabila (Surabaya) : Dance Hip Hop
* Funky Papua (Papua) : Penari
* Hudson (Jakarta) : Penyanyi 2 Faces
* J.P. Millenix (Jakarta) : Drummer Cilik
* Klantink (Surabaya) : Pemain Musik
* Putri Ayu (Medan) : Penyanyi Seriosa
* Rumingkang (Bandung) : Penari Tradisional

Mereka sama-sama menampilkan bakat unik mereka dengan cara masing-masing. Nah, di antara mereka semua, saya paling suka sama Brandon & Rumingkang.

Brandon, bocah 8 tahun dengan kemampuan luar biasa ketika menari ini hampir selalu bisa membawakan tarian ala-ala dancer profesional tapi dengan gaya dan ekspresi lucunya anak-anak. Dia selalu mampu membius perhatian penonton & dewan juri. Episode yang paling lucu ketika di sela-sela tarian hip-hopnya itu dia menyelipkan lagu Keroncong Prothol, dan dia menari pakai selendang. Lucu! Tak heran kalau Brandon dan bakat tarinya yang luar biasa itu menjadi salah satu peserta favorit dalam acara itu.

Nah, kalau Rumingkang itu mengingatkan saya ketika masih aktif menari dulu. Tarian favorit saya sama seperti mereka, jaipong. Bedanya, mereka menari dalam grup, kalau saya lebih suka sebagai penari tunggal. Rumingkang terdiri dari 5 orang penari muda yang energik (Shenie, Aulia, Elsa, Feby, dan Nurul Fitri), menari di bawah asuhan pelatih Buyung Rumingkang . Mereka menari Jaipong kontemporer. Buat saya kemampuan menari mereka di usia yang muda-muda ini luar biasa! :-bd

Para peserta yang sudah berhasil masuk semifinal tentu sudah melalui kerja keras & latihan yang maksimal. Ya, walaupun kadang sudah tampil maksimal pun masih ada ada kurangnya dan menuai kritikan dewan juri.

Ah ya, ngomong-ngomong tentang dewan juri, kalau memang acara ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang, kalau bisa juri pilih juri-juri yang memang berkompeten di bidang masing-masing. Misalnya saja penyanyi, pilih juri yang tahu teknik menyanyi. Kalau memang dia aktor/artis, ya pilih yang paham betul tentang teknik berakting. Kalau ternyata di sana ada peserta yang menampilkan bakat tari ya pilih juri yang paham tarian. Jadi bukan sekadar menghadirkan artis, terkenal, tapi sebenarnya nggak benar-benar bagus kualitasnya. So far, komposisi juri: Sarah Sechan, Addie MS, dan Titi Sjuman menurut saya sudah ok. Kalau Rianti menurut saya kurang mantap dan kurang  punya karakter kuat. IMHO, dia lebih mirip pajangan di sana :p

Harapan saya untuk acara-acara seperti ini sih cukup sederhana. Dengan banyaknya ajang pencarian bakat yang sejenis, semoga para pemenangnya tidak akan tenggelam begitu saja seusai season acara itu selesai.

 

[devieriana]

sumber gambar : Indonesia Mencari Bakat TransTV

Continue Reading

Berpernak-pernik atau Rapi?

Dari dulu mulai kerja di swasta sampai sekarang jadi pegawai negeri yang namanya meja kerja saya selalu standar. Nggak ada barang lain selain kerjaan yang bakal nongkrong disitu, padahal space-nya cukup luas & seharusnya bisa dipajangi pernak-pernik yang sifatnya pribadi, macam foto, pigura, atau mainan-mainan lucu. Tapi nggak tahu ya, saya mikirnya kepentingan saya disitu cuma kerja sih, jadi nggak pernah bercita-cita bakal memajang sesuatu yang nggak ada hubungannya sama kerjaan. Belum lagi kalau kerjaan saya lagi banyak, meja saya yang dulu bisa berbentuk kaya begini :

* meja kerja saya yang dulu *

Kadang suka tiba-tiba pengen & gemes juga liat meja teman yang banyak pernak-pernik lucunya kaya pigura, mainan meja, tumblr (tempat minum) yang semuanya sewarna, satu tema & warnanya cerah. Pernah ada tuh yang isi mejanya full sama pernak-pernik lucu berwarna-warni itu, dan semuanya berwarna orens. Ada juga yang isi mejanya hampir sama tapi warnanya semua ungu. Pas saya lihat ke bawah meja, ada sendalnya ungu juga.. ;)). Sampai-sampai saking banyaknya pernak-pernik yang dipajang diatas meja & CPU yang diletakkan di meja itu hanya menyisakan space kecil seukuran mousepad hanya untuk biar mousepad-nya bisa digerakkan :o. Ini sebagian meja kerja yang sempat saya abadikan :

*cluster-cluster yang full pernak-pernik*

Ada lagi yang lebih lucu. Temen kantor saya yang dulu saking ngefans-nya sama action figure Spiderman meja kerjanya dipenuhi sama boneka-boneka kecil Spiderman. Sampai tumbler & sendalnya pun bercorak sama. Masih ada lagi & kali ini lebih ekstrem, dia punya hewan peliharaan kura-kura. Saking sayangnya sama kura-kura peliharaannya itu dibawalah ke kantor & diletakkan diatas meja. Katanya, “kura-kuraku ini bisa membantu menghilangkan stress lho..”. Oh ya, jadi penasaran jangan-jangan kura-kuranya juga bisa mijit atau ngrimbath gitu. Sampai sempat mikir, “ini meja kerja apa pet shop ya?” ;))

Tiap orang pasti beda-bedalah dalam usahanya menciptakan kenyamanan di ruang kerja. Mungkin salah satunya dengan meletakkan beberapa benda pribadi & penggunaan warna-warna cerah untuk membangkitkan mood, dan katanya sih memang “ngaruh”.

Pernah sih saya iseng nanya & jawabannya panjang ;)) :

saya : “kenapa sih meja kerjanya “meriah” gitu? Kalau ada berkas kerjaan yang numpuk nanti ditaruh mana?”

teman : “Kalau aku ya, dimana pun aku kerja harus bisa kuciptakan kondisi yang senyaman mungkin. Ya kan kita kerja pengennya juga nggak cuma sehari dua hari doang kan? Makanya aku mesti bikin gimana caranya ruangan atau minimal meja kerjaku bisa bikin mood kerjaku selalu bagus. Nah salah satunya ya kasih pigura-pigura, vas bunga, tumblr, pernak-pernik yang lucu kaya begini. Ya emang sih nggak ada hubungan sama kerjaan, tapi ternyata itu berhasil bikin moodku semangat. Kalau ada berkas-berkas? Gampang, tinggal tarik kursi, taruh deh berkas-berkasnya disitu :D. Kalau nggak cukup ya nanti taruh aja bawah. Itulah kenapa selalu aku usahakan nggak ada berkas yang numpuk. Soalnya nanti bisa mengganggu kelucuan meja kerjaku dong ;))”

saya: “Ya..ya.. lebih penting menjaga kelucuan display meja emang sih ya..” ;))

Tapi meskipun sudah pernah saya coba saya malah nggak bisa kerja kalau terlalu banyak pernak-pernik di meja kerja saya, apalagi kalau ada toples berisi makanan. Bakal nggak konsen kerja malah makan melulu, soalnya sudah sering terbukti ;)). Apalagi kerjaan yang sekarang banyak melibatkan dokumen penting yang nggak boleh ada kotoran sedikitpun. Ya masa dokumen bertanda tangan pejabat negara kena minyak? Makanya di meja saya cuma ada tempat minum aja. Itupun isinya air putih. Ih pokoknya meja kerja saya standar banget deh.

*meja kerja saya yang sekarang*

Ya nggak tau juga kali ya, kalau mungkin suatu saat nanti saya berubah pikiran pengen “menghias” meja kerja saya jadi lebih colorful dengan pigura, tumblr, tempat alat tulis, atau.. karpet mungkin? Halah, niat banget bawa-bawa karpet. Jangan-jangan nanti lama-lama saya bawa kasur sama selimut gambar tweety ;)). Hmm, tapi serius nih, kok jadi memikirkan item apa aja yang bakal saya pajang di meja kerja saya itu yah 8->

Bagaimana dengan meja kerja kalian? 😉

[devieriana]

Continue Reading

Sketsa : Dibalik Keisengan saya

Dulu saya pernah cerita tentang hobby yang waktu SMP & SMA hobby ini benar-benar saya tekuni itu di sini. Iya, hobby otodidak gara-gara saya cuma seneng nggambar itu. Hampir setiap minggu saya menggambarkan pesanan teman atau sesekali menggambar untuk Mama.

Waktu kuliah saya juga masih aktif mendesain, mulai mendesain model seragam untuk jurusan saya sampai memilihkan bahan seragamnya (nggak tahu sekarang masih dipakai atau nggak ya). Yang jelas seragamnya atasan pink plus jas & rok/celana abu-abu, sama satu seragam lagi atasa merah maroon dengan rok A line kotak-kotak warna pink dengan scarf yang dililit di leher 😀 . Pertama lihat temen-temen kompak pakai baju itu rasanya seneeeng banget.. :-bd. Ada rasa yang nggak bisa digambarkanlah pokoknya 😉

Waktu saya masih kerja di Malang  juga gitu, sempat membuat untuk seragam kantor yang kalau dipakai jadi keliatan seperti seragamnya pramugari (pramugarinya angkot) ;)). Oh iya, saya mengerjakan semua itu (mendesain) nggak dibayar lho. Karena rasanya ada kepuasan tersendiri aja kalau hasil karya kita dipakai orang & terlihat bagus, dan itulah “bayaran” buat saya *terharu :((*

Oh ya, waktu diklat prajabatan bulan kemarin saya juga sempat membuat oret-oretan di kertas buram untuk mengusir kantuk. Ya daripada saya yang diketawain temen-temen gara-gara terkantuk-kantuk di kelas kan mending saya jaga mata biar tetep melek ;)). Hasilnya seperti ini  :

Sekarang sih sudah hampir nggak pernah lagi menggambar. Nah kemarin pas kerjaan lagi kosong iseng-iseng saya ambil kertas, pensil, spidol & penghapus, trus saya menggambar lagi & hasilnya adalah ini  :

dan ini :

Ah, ternyata masih bisa ;))  <:-P

[devieriana]

Continue Reading

Angel or Demon?

Discalimer : cerita ini nggak jelas apakah mengandung kebaikan atau keburukan. Perannya pun abu-abu, malaikat kagak, tapi setan banget juga nggak.. Nah, bagi yang belum cukup umur dilarang membaca, takut dipraktekkan di rumah ;))

Di suatu siang yang menyengat, di sebuah ruangan salah satu kantor elit di Jakarta Pusat, terlihat seorang pemuda berwajah kusut sedang menekan-nekan tombol blackberry-nya dengan gemas. Kalau diliat dari baunya sih kayanya dia lagi kesel. Lha ya jelas, kalau lagi gembira masa iya wajahnya kaya sarung belum disetrika begitu. Baiklah, sebut saja namanya Unyil. Nama lengkapnya George Unyil!

Di tengah suasana hatinya yang panas, ditengah gerutu yang mengalir dari bibirnya tiba-tiba terdengar bunyi nyaring dari blackberry-nya. Wajahnya yang kusut berubah datar. BBM dari si kakak yang lucu itu, sebut saja namanya Ucrit..  Ya, Michelle Ucrit Handayani! *eh* ;))

Ucrit  : “hei, kenapa status kamu marah-marah gitu? Ada apa?”

Unyil : “Iya nih ada temen yang ngeselin.. ~X( “

Ucrit  : “ya udah yang sabar ya 🙂 *puk-puk*. Di belakang ada sumur kan?”

Unyil  : “buat apaan emang?”

Ucrit  : “kita jeburin ke sumur aja yuk!”

Unyil :
“:)) .. Aduh, pengen dibantuin apa ya ma kamu?”

Ucrit : “Apa? Ayo bilang..  Disini udah tersedia tali rafia, tali tambang, paku, bambu, sama.. bendera semaphore! \m/ “

Unyil : “emang kita mau latihan pramuka?”

Ucrit : “Lho, emang bukan yah? :-?”

Unyil :
“Eh, jadi butuh mobil nih :-w”

Ucrit  : “buat apaan emang?”

Unyil  : “buat nabrak dia! >:)”

Ucrit  : “sabar.. jadi orang nggak boleh kaya gitu. Dosa! ” *bijaksana, ngelus jenggot*

Unyil : “abisnya kesel banget sama dia! X( “

Ucrit : “ya sekesel-keselnya nggak boleh ditabrak-tabrakin gitu. Kan kasian.. Mending kita ke stasiun aja..”

Unyil  : “mau ngapain emang?”

Ucrit  : “kita iket dia di rel kereta, yuk!”

Unyil : “bwahahaha, lebih brutalan kamu kali!! Ampun nyonyaaa.. =)) “

Ucrit  : “nanti kalau udah kita iket kita tinggalin dia di rel kereta..”

Unyil : “iya trus nggak taunya setelah terikat & kita tungguin sambil sembunyi di semak-semak ternyata keretanya nggak ada yang lewat situ. Pindah jalur.. “

Ucrit : “Ciih, tahu gitu kan nggak aku bawa ke rel kereta yang disitu. Udah naliin dianya susah, dianya gerak-gerak melulu..”

Unyil : “Gak jadi mati dong dia gara-gara kita salah naruh dia di rel yang kagak ada keretanya. Tar abis itu dia bilang gini.. :

“Alhamdulillah Ya Allah, mulai sekarang aku akan tobat nggak akan bikin orang lain kesel lagi. Mulai hari ini aku akan pakai jilbab! [-o<

Ucrit : “waaah, ending yang bagus.. :-bd “

Unyil : “tapi sayangnya dia laki!”

Ucrit : “monyeeeet! :))”

Ya begitulah, akhirnya si Unyil nggak jadi marah-marah, malah cekikikan sama blackberry-nya. Si Ucrit ikut senang karena berhasil membuat si Unyil nggak jadi stress atau pengen bunuh diri *tegakkan krah*

Cerita ini setengah fiksi, setengah nyata. Sengaja ada pengeditan di sana-sini biar lebih enak dibacanya :). Kalau ide-ide “sadisnya” jelas fiksi, tapi percakapannya semua nyata & salah satunya diperankan sama..

..
..
..

..

sayaaaaa!! \m/
*bangga*

Terimakasih ya, sudah menceriakan siang yang sangat ceria ini. Halah! ;)). Oh ya, jadi kesimpulannya cerita ini : angel or demon?  :-?? *gak penting*

[devieriana]

gambar boleh pinjem dari sini

Continue Reading

The Backup Plan

Malam minggu ini terpaksa saya harus menghabiskannya sendiri karena si hubby keluar kota sampai dengan hari Senin. Tadinya sih rencana mau jalan sendiri kemana gitu ya, tapi berhubung mendung & hawanya kok lebih enak buat dirumah jadi ya akhirnya dirumah aja.

Kebetulan beberapa hari yang lalu sengaja beli 3 dvd buat di tonton di akhir pekan jadilah saya tonton film itu sendiri. Oh ya, film yang saya tonton malam ini adalah The Back Up Plan yang dibintangi oleh Jennifer Lopez & Alex O’Loughlin. Film yang rilis sekitar bulan April ini bergenre komedi romantis, kesukaan saya ;). Sepanjang film ini saya ngikik-ngikik sendiri & komentar-komentar sendiri, ya karena saya emang nonton sendiri. Poor me huh, no? 😕 ;))

Cerita ini dibuka oleh Zoe (Jennifer Lopez) yang sedang berada di dokter untuk melakukan inseminasi buatan. What? Serius? Ya, dia memang sangat mendambakan hadirnya keturunan walaupun harus tanpa melalui hubungan pernikahan. Ternyata bukan hal yang mudah untuk mencari pria yang tepat untuk dinikahi sekalipun sudah mencoba berkali-kali. Di tengah keputusasaannya itulah  Zoe memutuskan untuk segera mencari cara lain atau dia tidak akan memiliki keturunan seperti yang dia inginkan.

Namun ironisnya ditengah program kehamilan buatan yang dia lalui itu dia bertemu dengan Stan (Alex O’Loughlin) saat berebut taksi, pria yang bisa jadi sudah ditunggunya selama ini. Dari sinilah cerita ini dibangun. Saat mereka mulai memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius, Zoe terjebak diantara rencana kehamilannya dan hubungan cinta yang dia cari selama ini. Apalagi ketika tes kehamilan menunjukkan dia positif hamil. Makin bingung antara bahagia & dilema untuk mengatakan ini pada Stan, kekasihnya.

Ketika Stan diberi tahu tentang kehamilan Zoe, tentu saja terkejut & sempat menuduh Zoe menipunya. Mereka sempat ragu antara meneruskan hubungan atau sampai disitu saja, alias putus. Namun toh akhirnya kebesaran hati Stan yang membuatnya mengerti bahwa bagaimanapun program kehamilan itu dilakukan tepat di hari pertemuan mereka & disaat yang tak pernah mereka rencanakan sebelumnya.

Banyak adegan lucu, absurd & bikin saya ketawa sendiri. Seperti misal adegan bulan-bulan pertama Zoe hamil & harus mengalami kesulitan ketika naik taksi. Adegan yang sukses bikin saya ngakak-ngakak sendiri. Lebay banget, sumpah :)). Atau adegan tengah malam saat Stan stress lalu ke dapur mau masak kaya orang lagi nggak sadar. Atau adegan water birth dengan berbagai ekspresi aktor-aktornya yang super kocak. Atau adegan pingsannya Stan ketika mengetahui bahwa bayi yang dikandung Zoe bukan hanya satu tapi kembar :)). Atau adegan Zoe mencari kembali gulingnya bulukan miliknya yang sudah dibuang Stan ke sampah yang menurut saya..aduh please deh ya, ngapain coba ibu hamil, malem-malem terjun ke bak sampah cuma buat nyari guling buluk? Udah gitu, pas hamil tua aja masih bisa jalan pakai high heels. Kalau saya yang hamil mah udah saya pensiunkan  dulu high heels-high heels saya. That’s so absurd! :)). Masih banyak adegan lucu lainnya yang lebay ala Hollywood =))

Yang membuat film ini layak ditonton selain pengemasan ceritanya yang ringan & lucu, adalah.. hey saya suka banget sama make up & dandanan rambut Jennifer Lopez yang dalam beberapa scene film ini rambutnya digelung asal-asalan itu. Oh ya satu lagi, badannya J-Lo bikin iri mampus (iyalah, J-Lo gitu lho), plus soundtrack filmnya yang bagus-bagus :

1. What is Love? – Jennifer Lopez

2. Say Hey (I Love You) – Michael Franti & Spearhead

3. Fallin’ for You – Colbie Caillat

4. Disco Lies – Moby

5. A Beautiful Day – India.Arie

6. Key to My Heart – Jessica Jarrell

7. Crabbuckit – k-os

8. Bottles – VV Brown

9. You, Me & The Bourgeoisie – The Submarines

10. Let’s Finish (Sinden Remix) – Kudu

11. Day Dream (Title theme from The Backup Plan) – Stephen Trask

12. She Drives Me Crazy – Raney Shockne f/ Barbara Perry

13. What a Wonderful World – Raney Shockne F/ Barbara Perry

Jadi buat yang belum nonton selamat menonton ya 🙂

[devieriana]

Continue Reading