Lebaran ala Facebook ..

Lebaran tahun ini boleh dibilang lebarannya Facebook. Betapa tidak, sampai dengan penghujung tahun ini pengguna situs jejaring sosial ini meningkat sangat signifikan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu pengguna facebook belum “semeriah” sekarang, kalau tahun ini hampir semua punya account di Facebook. Istilahnya kalau nggak punya account kurang hip, kurang update, nggak keren gitu. Padahal ya nggak gitu-gitu amat sih. Teman-teman saya banyak kok yang nggak punya account, bahkan adik saya sendiri bilang males bikin account & nggak pengen punya πŸ˜€ .

Kenapa saya beri judul lebaran ala facebook? Karena lebaran tahun ini hampir semua bikin tag foto ucapan selamat lebaran, minal aidzin wal faidzin untuk seluruh orang yang jadi friendlistnya. Awalnya sih saya anggap biasa, tapi lama-lama kok makin banyak ya. Okelah ya kalau saya nggak suka tinggal saya remove tag-nya, tapi masa iya saya me-remove satu persatu sementara yang ngetag saya banyak banget. Akhirnya pasrah, sisanya saya biarkan apa adanya. Bukan sok nggak mau di tag. Masalahnya kalauΒ  sudah di tag berarti saya akan terus menerus menerima email notifikasi setiap kali ada yang memberikan respon/komen di foto tersebut. Kalau soal tagging notes nggak masalahlah.. apalagi kalau memang si empunya account sengaja bikin sendiri (original), bukan sekedar copy paste, saya masih hargai itu & rela-rela aja di tag. Well nggak penting, ini cuma sekedar curhat saya masalah “tagging-menagging” kok πŸ˜€ . Buat yang sudah terlanjur nge-tag saya di foto, mohon maaf kalau ada beberapa diantaranya terpaksa saya remove karena banyak banget.. sumpah. Maaf yah..:(

Ada pengaruh nggak dengan penggunaan sms & kartu ucapan selamat lebaran ketika semua orang sudah menggunakan account facebook-nya untuk bersilaturahmi & bermaaf-maafan di hari lebaran kemarin. Jelas, ada banget. Kalau tahun lalu saya sibuk bersms ria dengan keluarga, sahabat untuk sekedar mengucapkan selamat hari raya & minta maaf. Tapi tahun ini berkurang drastis. Nggak tahu apakah cuma saya saja yang mengalami ini atau hampir semuanya seperti itu. Jujur, tahun ini saya nggak terlalu banyak menerima ucapan selamat hari raya via sms, karena semua sudah mengucapkan di facebook. Kalau nggak di wall ya di message (kebanyakan di message).Β 

Cukup efektif sih ya, kita bisa sending message yang sama ke semua teman yang ada di friendlist kita in just one click, daripada kita harus kirim sms yang mengeluarkan biaya. Hari gini siapa sih yang nggak mau gratisan. Buat yang menggunakan koneksi internet hanya dari kantor kirimnya beberapa hari sebelum cuti. Lumayan kan menghemat beberapa ribu rupiah ketimbang sengaja akses dari warnet atau handphone.

Kalau beberapa tahun yang lalu, jaman situs jejaring sosial masih belum se-booming sekarang yang diuntungkan adalah para produsen kartu lebaran & kantor pos tentunya. Betapa tidak, saat lebaran adalah saat panennya mereka karena banyaknya pembeli kartu lebaran mereka. Pastinya akan dikirim via pos yang notabene menguntungkan pihak kantor pos, bukan? Jaman saya masih SMP & SMA dulu aja bisa puluhan sampai ratusan ribu sendiri kalau kirim kartu lebaran saking banyaknya yang pengen saya kirimin. Kalau sekarang? Jangankan beli kartu lebaran, ngelirik aja enggak. Kalau untuk kerabat & sahabat yang di luar negeri kebanyakan mereka juga pakainya email sih, jadi ya kartu lebaran sepertinya sudah jadi barang langka sekarang. Masih ada sih, tapi kuantitasnya pasti sudah nggak sebanyak dulu-dulu.

Tadi saya ngobrol dengan salah seorang kawan yang mengeluh HP-nya sampai jebol gara-gara kebanyakan dapat notifikasi email dari facebook karena tagging ucapan lebaran via facebook. Kalau kaya begitu apa iya mau menyalahkan yang nge-tag? Ya nggak bisa begitu juga sih. Serba salah, mau diapa-apain mereka juga teman, susah juga kan kalau mau melarang. Tapi ada juga kok yang memberanikan diri untuk pasang status di facebook, macam warning gitu, yang intinya dia nggak mau ada tagging foto ucapan selamat lebaran. Kalau mau ngucapin ya via wall to wall, message atau sms. Lumayan efektif sih, karena semua ucapan & permohonan maaf itu jadi akan berasa lebih personal & kena ke yang dituju.

Ya terlepas dari budaya baru yang semakin hi-tech & maya ini semoga silaturahmi yang terjalin bukan bersifat maya, seperti dunianya. Semoga tali silaturahmi itu tetap nyata adanya.. πŸ™‚

Mohon maaf laahir & bathin yaaaa…Β  πŸ™‚

Β 

Β 

[devieriana]

Continue Reading

Siapa Bilang Kuburan Sepi?

Tahun ini adalah lebaran ketiga saya di Jakarta, hanya bedanya tahun ini saya berkesempatan untuk pulang ke kampung halaman tepat di hari pertama lebaran walaupun shalat Ied-nya di Jakarta. Ya itulah, karena salah perhitungan sih sebenarnya, lantaran kita mengira lebaran tahun ini bakal jatuh di tanggal 21 September 2009. Selain itu tiket yang masih available & affordable ya tanggal segitu. Selebihnya sudah fully booked & hargaya selangit. Dengan asumsi kalau harga tiket keberangkatan saja sudah segitu mahal, lha kalau harganya selangit juga masa saya cuma bisa mudik tapi nggak bisa balik ke Jakarta? Ya intinya sih duitnya dibagi-bagi gitu lho πŸ˜€

Ada pemandangan yang menarik ketika saya mengunjungi makam anak saya tahun ini di TPU Cipayung. Menariknya dimana? Kalau tahun lalu lingkungan makam masih standar, ramainya pun masih ya standar keramaian makam di hari rayalah. Hanya ada beberapa tukang jual kembang, air mawar & buku yassin saja. Selebihnya sih pengunjung yang kebanyakan datang berombongan bersama keluarga. Tapi tahun ini.. lebih mirip pasar pindah. Selain tukang kembang & penjual buku yassin ada juga tukang bakso, tukang minuman ringan, eskrim, tukang burger, penjual mainan anak-anak, tukang buah, tukang balon, peralatan rumah tangga, sampai penjual marmut.. Ya marmut, kelinci, terwelu dan sebangsanya.. Jangan membayangkan ini ada di luar kompleks makam ya, bener-bener di dalam areal pemakaman. Buat jalan aja sampai miring-miring saking padatnya. Buat jalan aja sampai miring-miring saking padatnya.

Jangan membayangkan situsi makam yang “singup”, sunyi, menyeramkan, lengkap dengan mitos pocong & memedi yang lain. Kali ini lokasi makam kok jadi berasa alun-alun ya, saking banyaknya yang berjualan di area ini. Hampir di setiap sudut makam tidak ada yang terlewatkan. Ibarat ada sentra ekonomi mikro yang pindah ke sana. Kalau Centro Departement Store bisa pindah kesini mungkin pindah juga kali ya? Sekalian sama midnight sale-nya..

Mungkin inilah yang namanya berkah lebaran ya.. ada saja orang-orang yang bisa mengais rezeki diantara euphoria merayakan lebaran. Karena belum tentu di hari biasa jualan mereka bisa selaris manis ini. Sama halnya dengan bisnis tahunan jual kue lebaran, kan juga sama hanya dilakukan setahun sekali. Orang yang setiap harinya sibuk bekerja & tidak bisa setiap hari berkumpul bersama keluarga benar-benar memanfaatkan moment lebaran ini sebagai ajang silaturahmi & berbagi kasih bersama orang-orang yang dicintainya. Termasuk menjamu kerabat & sanak keluarga yang datang untuk bersilaturahmi dengan berbagai kue & hidangan khas lebaran.

Semua orang punya cara masing-masing merayakan lebaran.Punya cara masing-masing untuk mencari rezeki & membaginya bersama keluarga, termasuk mengais rezeki di tanah pemakaman.

So, kalau lebaran begini,Β  masih ada yang bilang makam itu sepi & menyeramkan?
(Iya kalau malam mah tetep aja sepi. Nggak percaya? coba aja dateng kesana pas jam 12 malem gitu, tar manyun aja di bawah pohon beringin besar yang ada di tengah makam ya sambil makan kuaci..
– emang kita nggak ada kerjaan makan kuaci di kuburan tengah malem di bawah pohon beringin?
* dinyalain menyan *)

Continue Reading

Facebook & Mantan Pacar ..

Sebenarnya saya nggak niat-niat banget lho nyari orang satu ini di facebook. Jujur malah nyaris terlupakan. Dia salah satu mantan pas jaman prasejarah dulu πŸ˜€ . Yah namanya facebook , siapa sih yang nggak bisa ditemukan disitu kecuali emang orangnya nggak punya acoount disana. Mulai anak SD sampe politisi aja punya. Saya sendiri memanfaatkan situs “jahanam” itu cuma buat sekedar punya & ngumpulin temen-temen lama. Buat apa dikumpulin? Ya kali aja bisa dikiloin, hihihihi.. Gaklah. Becanda itu.

Nah kemarin kok ndilalah “cling” muncul suggestion add as a friend. Kaget? Ya jelas.. (halah biasa aja kali).Β  Pantes kok kaya pernah kenal *mulai berlebihan deh*. Akhirnya yo wislah ya saya add as a friend. Kan nawaitunya emang buat menjalin silaturahmi. Rupanya gayung bersambut .. halah! Dia approve saya dalam friendlist-nya, dan taraaa.. diapun kaget. Iyalah, sudah nggak ketemu & intouch kurang lebih 12 tahun (ketauan tua banget saya ya?)Β  terus tahu-tahu saya nongol begitu saja dalam keadaan yang jauh beda daripada yang dulu. Ya intinya outlook saya yang dulu culun udah bedalah sama sekarang (sekarang juga masih culun sih). Tapi kalau sekarang kan udah punya penghasilan sendiri, kadang juga “ngerampok” penghasilan suami, jadi ya sedikit banyak perubahan secara fisik itu pasti ada :mrgreen: .

Mulai deh mengalir obrolan-obrolan nostalgila jaman baheula. Di satu sisi seneng bisa ketemu temen lama, di satu sisi lain ya kita udah bukan siapa-siapa lagi, jadi ya jaga jarak itu perlulah. Bukan bermaksud jaim ya, tapi berusaha menghargai pasangan aja. Kan kita sama-sama udah bukan sosok single lagi πŸ™‚Β  .Oh ya, saya sama dia dulu cuma bertahan 2 bulan lho, hihihi.. Gak inget deh saya dulu putusnya karena apa, pokoknya nggak lama setelah jadian saya udah menyandang status jomblo lagi πŸ˜€ .
DHIEEENG !

Mendadak dia sms begini :

“Do you know this song, My Facebook – Gigi? Gak tau ya, kok aku jadi suka banget sama lagu ini”.

Saya ketawa aja. Eh, jujur waktu saya belum ngeh lho lagunya kaya apaan. Maksudnya kalau sekedar denger musiknya doang sih udah, tapi nggak merhatiin syairnya. Serius. Setelah bales sms dia begini :

“jiaahhh.. efek baru bikin facebook emang suka gitu kali, temennya masih dikit jadi kalo kecanduan ya wajarlah. Lha kalo aku? Sekarang udah males bukanya…”

Nah baru saya buru-buru cari lagunya di youtube. Ternyata isi lagunya kaya beginiΒ  :

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=w8Tr_XWaC3M&hl=en&fs=1&rel=0]

Eh.. kok, lho.. anu.. err.. kok isinya tentang mantan yang ketemuan lagi di facebook ya? Telaaattt *ditiban wastafel, lempar ke Antartika* . Yah, salah sms respon yah.. xixixi . Duduls banget deh :)). Kalo kaya gitu kan jadi ketahuan nggak nyambungnya. Ya udah berhubung “clue”-nya udah ketahuan lewat syair lagunya, selanjutnya smsnya saya diemin.. Mendadak jadi takut salah ngomong. Beneran..Β  πŸ˜€

[devieriana]

Continue Reading

Selamat Idul Fitri 1430 H

Hari ini hari terakhir ngantor. Niat mau pulang cepet malah nggak bisa karena kerjaan ternyata kok banyak yang belum selesai menjelang saya cuti panjang ya πŸ™ . Alhasil niat pulang jam 3 atau jam 4 malah pulang jam 17.30, itupun juga terpaksa pulang karena kantor udah sepi. Gak mau tinggal lebih lama sendirian di kantor ah.. Serem :p .

Akhirnya sambil cari buat buka mampir ke Giant Mampang. Eh itu nggak penting denk.. :p. Yang penting itu kondisi Jakarta bebas macet sejak hari ini. Iyalah wong sebagian besar rakyat Jakarta udah pada mudik. Hmm, jadi sebenernya penduduk Jakarta itu kebanyakan pendatang ya? Termasuk saya, hehehe.. Haduh kalau saya nggak dapet orang Jakarta & hidup berkeluarga disini saya sih mending di Surabaya aja deh :D. Tapi ya apapun itu dinikmatin ajalah. Wong saya juga cari & dapet rejekinya disini, jadi ya biar gimana-gimana I love you full Jakarta.. :p .

Jakarta menjelang lebaran

Salah satu titik kemacetan Jakarta tepatnya arah Rasuna Said menuju Mampang yang di hari biasanya padat merayap hari ini lancar jaya. Jam 7 malam yang biasanya rame, sekarang kondisinya kaya di foto diatas itu. Maaf nih ya, kalo agak burem, wong saya motretnya pake HP saya yang jadul & cupu itu. Jadi maklumin aja kalo kualitas gambarnya apa adanya, lagian juga ga niat-niat banget mau capture suasana Jakarta H-2 lebaran. Ndilalah ada ide buat ambil gambarnya pas jalan dari halte busway Duren Tiga menuju rumah.

Merchandise

Trus lagi, dalam 2 hari ini alhamdulillah dapet paket merchandise dari kantor, yang kalau dikumpul-kumpulkan lumayan banyak juga, belum yang di rumah Surabaya :D. Tahun lalu ada 1 tas hasil malak temen Telkomsel karena waktu itu ceritanya saya lagi hamil trus kok seneng sama salah satu sport bag-nya anak-anak yang ikut Olimpiasel (olimpiade Telkomsel). Nah kebetulan ada salah satu teman IT yang ikut futsal trus pulangnya nenteng tas itu, antara berani & nggak saya iseng minta ke si abang IT. Eh kok ya ndilalah langsung dikasih, hihihihi. Lumayanlah :D. Kebetulan dianya juga nggak gitu suka sama tasnya, trus mungkin dia liat saya lagi hamil kasian kalo pas pengen trus nggak diturutin. Gitu kali ya? Gak taulah, pokoknya tiba-tiba udah pulang-pulang bawa travelling bag aja :D. Above all dia emang baik sih orangnya, makasih ya Bang.. *telaaat.. udah tahun lalu juga* πŸ˜‰

Lebaran kurang 2 hari lagi, (sebenernya saya pengennya lebarannya hari Senin aja, karena tiketnya saya dapet yang flight tanggal 20 September jam 20.00, karena ya emang tiket yang tersisa & harganya masih affordable ya tinggal yang tanggal 20. Selebihnya.. mahal boo’. Belum tiket pulangnya. Jadi ya wislah yang penting bisa pulang ketemu keluarga. Itu aja deh sekarang, pasrah.

Jadi, critanya dalam beberapa hari ini saya mau mudik sodara-sodara *pamer*. So, kalau blog ini dalam beberapa hari ini sepi nggak ada postingan maklumin aja ya.. penunggunya lagi pulang kampung, xixixixi.. :D.

Taqobalallaahu Minna Waminkum. Shiyaa Manna Washiyaa Maakum.
Orang yang Mulia diantara kamu sekalian adalah orang yang selalu memaafkan dan tidaklah ada rasa dendam (HR.Muslim)

Selamat Idul Fitri 1430 H


Mohon Maaf Lahir & Batin
Semoga kita semua kembali Fitri
Amien

[devieriana]

foto dokumentasi pribadi

Continue Reading

Late Shopping : Shop Till You Drop

Midnite shopping

Seminggu menjelang lebaran mungkin justru menjadi moment yang lebih menarik dibandingkan dengan hari-hari awal puasa. Kenapa? Ya karena menjelang lebaran yang tinggal dihitung dengan jari justru membuat lebih bersemangat.. bukan untuk beribadah tapi.. memindahkan “tarawih” ke mall. Tentu bukan tarawih dalam arti yang sebenarnya ya.. tapi disini untuk menggambarkan ada excitement yang dirasakan oleh banyak orang untuk berburu baju & sepatu baru plus perlengkapan lebaran dibanding tarawih berjamaah di masjid.

Tarawih di masjid yang di hari-hari awal Ramadhan penuh sesak bahkan jamaahnya harus rela tarawih di luar masjid, di minggu-minggu ini justru (shaf-nya) mengalami kemajuan pesat.. Artinya, memang shafnya benar-benar maju karena berkurangnya jamaah yang shalat lantaran minggu-minggu terakhir Ramadhan ini mereka lebih memilih “tarawih & thawaf” di mall.

Tahun ini adalah tahun kedua saya mengalami & melihat berbagai excitement menjelang lebaran di Jakarta.Walaupun tak jauh beda dengan lebaran-lebaran waktu lalu di daerah saya sendiri. Namun yang pasti keriangan itu beda nuansa. Di Jakarta yang notabene mall-nya ada dimana-mana sudah jelas memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penunjungnya untuk memilih, kemana akan menghabiskan sisa uang THR mereka sebelum lebaran tiba.

Kemarin malam sepertinya adalah puncak dari perburuan barang-barang menjelang lebaran. Hujan diskon & penawaran stok model baju-baju baru (atau justru banyakan stok lama yang dikeluarkan lagi dari gudang?). Di beberapa mall di Jakarta bahkan kompak menyelenggarakan nite sale atau 24 hours shopping hanya untuk membuka kesempatan lebih besar bagi pengunjung untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan untuk persiapan lebaran.

Rencananya kemarin sebenarnya nggak niat untuk shopping ya, cuma karena harus menunggu adik saya yang kebetulan ada training di gedung Bank Mega Jl. Tendean (TransTV) yang katanya selesai jam 17.00 walaupun nyatanya jam segitu dia belum keluar dari gedung. Alhasil saya ngider dulu bareng suami plus buka puasa sambil nunggu dia selesai training. Nah selama ngider itu, tentu saja nggak cuman ngider ya.. adalah beberapa barang yang kami beli untuk persiapan mudik ke Surabaya. Setelah selesai, malah bingung mau kemana. Karena makin malam mallnya bukan malah tambah sepi malah lebih ramai. Pengunjung berdesak-desakan memilih baju & sesudahnya mereka mulai mengantri di kasir sampai membentuk uler-uleran. Saya saja yang cuma beli anting bulat harga Rp 15.000,- harus rela ngantri di belakang sekitar 20 pengunjung di depan saya. Sabar menunggu beberapa orang di depan saya mengeluarkan barang belanjaannya bertas-tas untuk kemudian menyerahkan lembaran ratusan ribu atau menyodorkan credit card mereka ke kasir yang harus kerja ekstra keras malam itu.

Security-pun mau tak mau harus meningkatkan kewaspadaannya. Lantaran makin malam mall jusru makin penuh. Bahkan di Plaza Semanggi, salah satu mall yang menyelenggarakan acara 24 hours shopping ini, security-nya harus aktif bergerak & mengawasi keadaan di kasir & beberapa spot counter baju muslim yang ramai diserbu pengunjung. Tak heran karena counter & wagon baju muslim-lah yang paling laku kalau mendekati lebaran seperti ini.

Pemandangan yang tak kalah seru adalah melihat para bayi yang pasrah tertidur di baby trolley masing-masing sementara para orangtuanya sibuk memilih & mematut diri dengan baju-baju baru. Bahkan banyak yang tidur kelelahan di gendongan ibu/ayahnya. Kelelahan ikut orangtuanya kesana-kemari, belanja nggak selesai-selesai (gitu mungkin pikiran mereka ya?) .

Moment menjelang lebaran seperti ini, barang dagangan apa sih yang nggak laku? Para penjual berlomba-lomba menawarkan produk baru dengan harga bersaing. Penggunaan kata-kata “discount”-pun merebak dimana-mana. seolah berusaha membujuk para pelanggan untuk belanja lebih, lebih, dan lebih banyak lagi. Di saat-saat seperti ini sepertinya konsumenpun harus lebih berhati-hati. Karena tak jarang konsumen justru bukan malah merasakan yang namanya discount tapi malah tekor nggak karu-karuan. Rasanya perlu lebih bijak dalam melihat kata-kata “discount” ini. Jangan terburu nafsu berbelanja sebanyak mungkin namun ketika sampai dirumah justru merasa menyesal bukan main, lantaran terbujuk kata-kata “murah” karena setelah dihitung-hitung jatuhnya malah sama saja, harganya seperti bukan diskon. Biasanya barang didiskon karena stoknya masih banyak tapi nggak laku-laku (entah karena modelnya kurang menarik, ukurannya besar, atau warnanya yang kurang catchy). Jadi pandai-pandailah memilih barang diskon & jangan keburu lapar mata dengan kata-kata “murah”.

Oia, intermezzo.. di Plangi kemarin saya liat Tompi yang lagi manggung & sempat papasan sama Azis Gagap (Opera Van Java) di parkiran pas saya mau pulang. Tapi nggak ada satupun yang sempat foto bareng πŸ™ —> d’ooh.. nggak penting banget ya endingnya?Β  πŸ˜€

[devieriana]

 

dokumentasi pribadi hasil recapture brosur Centro

Continue Reading