Senam? Hyuk mari..

Kalau baca sepintas judulnya sih kayanya saya doyan senam, pecinta olahraga, dan badan langsing ya. Padahal.. ya nggak gitu-gitu amat kali. Masa-masa rajin senam itu hanya ketika SD. Bayangkan, berapa puluh tahun silam itu? Iya, jaman Fir’aun masih main gundu. Mulai senam kesegaran jasmani, sampai senam kesegaran rohani saya ikuti. Emang ada? Lah, emang nggak ada? Belum lagi senam Polantas juga saya ikuti. Pokoknya eksis habislah.. Pecinta senam sejati \m/

Begitu masuk SMP & SMA kegiatan olahraganya sudah beda. Kita boleh memilih apapun ekskul olah raganya. Pengennya sih ikut ekskul balet tapi berhubung nggak ada jadi ya akhirnya ikut ekskul basket. Tsaah.. ukuran badan sih boleh minimalis, tapi olah raganya harus dimaksimalkan dong. Walau kadang suka nyaru sama bola basketnya, tapi tak apalah.. yang penting badan sehat kan ya. Memang sih ada hal lain yang melatarbelakangi saya memilih ikut ekskul basket, salah satunya adalah karena ada gebetan disana :)). Jadwal latihan basket & ekskul lain suka berbarengan jadi ya lumayanlah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, sambil menyelam minum softdrink-lah. Nawaitu olah raga sambil ngeceng-ngeceng gitu. Jyaah, ngeceng..

Setelah sesi masa persekolahan itu, jangankan menyentuh lapangan buat olah raga, sekedar gerak buat senam ringan sambil ngulet aja jarang.. halah. Saya itu kalau niat olah raga suka musiman, moody -kusnaedi- gitulah. Kalau lagi pengen olah raga ya olah raga. Kalau lagi males ya nggak olah raga. Bisa ketebak memang, lebih banyak malesnya ;)). Beda banget sama papa saya yang pecinta olah raga abis. Dulu nih, setiap pagi pasti disempatkan stretching, angkat dumbel, push up, squad jump, dll. Kadang di halaman samping suka latihan pakai toya (tongkat), karena kebetulan si papa juga mengajar bela diri. Saya? Boro-boro.. liatnya aja udah capek.. :-j *pemalas*

Nah, apalagi sekarang. Yang namanya olah raga hampir nggak pernah. Padahal di kantor saya setiap Selasa & Jumat pasti ada sesi aerobik lho. Beneran aerobik kaya di fitness centre gitu, karena memang instruktur senamnya dari sana. Musiknya pun update banget, jadi kita ikut senamnya semangat & fun, bukan musik senam jadul atau instrumental yang memang khusus buat pengiring senam. Makanya waktu diklat prajabatan kemarin berhubung di lain instansi, saya sempat dejavu sama masa-masa SD, karena senam aerobiknya gerakannya sederhana & musiknya juga masih jadul tralala. Ya memang sih gerakannya masih gerakan senam yang sewajarnya,ย  nggak pakai koprol :D. Tapi memang gerakannya terbilang lebih simple.

Selama kerja di kantor yang sekarang saya ikut senam bisa dihitung jari. Cuma sebulan pas awal-awal jadi PNS doang, selebihnya banyak alasannya. Yang males bawa kostum senam & perabotannyalah, males bawa alat mandilah, males mandi lagilah, males mesti touch up make up lagi, dan banyak lagi alasan lainnya :D. Ya untungnya saya nggak terlalu doyan ngemil jadi badan nggak bengkak-bengkak amat. Kemarin aja waktu ada senam bersama di Monas, saya memang datang tapi sampai Monas malah neduh karena.. gila panas banget Bo’. Olah raga yang murah meriah yang masih suka saya lakukan bareng suami paling ya bersepeda kalau hari Minggu di TMII. Itupun juga sejam, selebihnya.. foto-foto.. :))

Oalaaah..

Nah, bagaimana dengan kalian? Suka olahraga juga nggak? ๐Ÿ˜€

[devieriana]

Continue Reading

Popular Lewat Youtube


Dasar kau keong racun
Baru kenal eh ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Eh ku takut sekali
tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
….

Sepenggal syair lagu itu mendadak akrab di telinga kita akhir-akhir ini ya? Lirik yang terkesan nakal yang kalau iya mau direkam & diproses secara profesional belum tentu ada produser yang mau serius mengedarkan. Kecuali lagu itu diproduksi untuk pangsa pasar tertentu.

Kalau di twitter sendiri sudah jadi topik sebulan yang lalu & kini jadi trending topic diatas Justin Bieber, sebelum kemarin digantikan oleh Pong Hardjatmo yang mencoret-coret atap gedung DPR \m/ย  ;))ย  :-& . Banyak juga yang bertanya-tanya apa sih Keong Racun itu? Jenis hewan spesies baru? Atau julukan untuk siapa? Kenapa harus keong & hubungannya apa sama racun? Siapa yang menyanyi & banyak lagi pertanyaan lainnya. Padahal video dangdut koplo tarling yang dibawakan secara lipsync oleh dua orang remaja cantik Jojo & Shinta itu awalnya hanya untuk iseng. Maunya di upload di facebook sebagai video response buat dikirim ke pacar Jojo di luar negeri, tapi berhubung filenya terlalu besar & akses di facebook terlalu lama, akhirnya di-upload ke youtube. Tak disangka justru dari sanalah nama mereka dikenal. Bukan karena gaya mereka yang seronok, tapi justru karena wajah mereka yang imut & gaya yang lucu, padahal syairnya sangat .. ya begitulah.. ;))

Sekarang, nama mereka langsung meroket bak artis baru, padahal cuma modal lipsync doang, belum tentu mereka juga bisa menyanyi betulan atau punya bakat lainnya. Berkah yang tak disangka-sangka ya? Wong awalnya cuma iseng malah dikenal banyak orang. Ada yang pro dan tak sedikit pula yang kontra. Ada yang mengatakan kalau mereka meniru Momoy Palaboy, duo komedian asal Filipina yang juga mengawali karir mereka dari youtube.

Tak menampik bahwa akhir-akhir ini keberadaan youtube menjadi salah satu jalan pilihan menuju popularitas. Sebut saja Momoy Palaboy (James dan Rodfil) , Justin Bieber, Charmaine Clarice Relucio Pempengco (Charice) , dan sekarang Jojo & Shinta dengan Keong Racun-nya . Namun tentu saja Justin Bieber & Charice memang dari awal niat mempopulerkan diri dengan suaranya. Lain halnya dengan Momoy Palaboy & Jojo – Shinta yang mendapatkan keberuntungan dari sebuah keisengan.

Kebiasaan di Indonesia kalau ada satu yang lagi booming pasti akan diikuti oleh yang lainnya. Belum lama lagu Keong Racun ini trend dibawakan oleh duo lipsync Jojo-Shinta, Charlie ST12 sudah langsung mencoba mengaransemen lagu ini dengan musik khasnya dia yaitu musik Melayu, dibawakan oleh 2 penyanyi baru yang.. yah.. begitulah :-j. Tentu saja ini selama beberapa waktu akan menjadi trend kagetan sampai akhirnya masyarakat kita akan jenuh dengan sendirinya.

Ya, bukankah semua itu ada masanya? Nah, berhubung Keong Racun sudah pada khatam lihat video & lagunya kan (saya aslinya juga udah agak eneg sih), sekarang saya mau kasih yang Charice aja ya …

Selamat mendengarkan.. ๐Ÿ˜‰

[devieriana]

Continue Reading

Namanya Juga Usaha..

Cara penerimaan pegawai itu ada beberapa macam. Ada yang secara manual : kirim lamaran via pos, atau datang langsung sekaligus interview dengan user (walk in interview). Ada juga yang secara online dengan mengisi form via internet. Untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kebanyakan sudah melalui sistem online, hanya waktu pemberkasan saja yang memang diharuskan untuk datang langsung.

Proses penerimaan calon pegawai negeri sipil memang berbeda dengan swasta yang bisa sewaktu-waktu bisa memasukkan aplikasi lamaran. Kalau penerimaan cpns hanya dilakukan di waktu-waktu yang telah ditentukan oleh masing-masing kementerian/departemen saja. Tapi itu pun masih sering seseorang yang tetap mengirimkan lamaran walaupun belum ada penerimaan lagi. Via pos dan tak jarang juga disampaikan secara langsung ke Biro Kepegawaian. Kalau di instansi tempat saya bekerja, banyak surat lamaran yang ditujukan langsung ke Presiden RI atau Menteri. Bahkan ada lho seorang teman yang saya baru ngeh kalau itu teman saya di Telkomsel gara-gara baca surat lamaran & lihat fotonya, ternyata dia mengirimkan ke alamat.. Cikeas ;)). Lha ya ngapain coba? Ya jawaban yang kita berikan pun akan standar, para pelamar yang terlanjur mengirimkan lamaran akan diminta mengikuti prosedur penerimaan calon pegawai negeri sipil jika formasi yang dibutuhkan sudah ada.

Tapi kemarin saya sempat baca surat lamaran yang lumayan membuat trenyuh. Surat lamaran seorang bapak yang telah mengabdi menjadi seorang pelayan di sebuah instansi di Surabaya selama 10 tahun & berstatus sebagai pegawai outsource yang kontraknya diperpanjang setiap tahun. Kalau dia bukan seorang lulusan sarjana mungkin orang akan maklum ya. Lha tapi ini dia kebetulan adalah seorang sarjana strata 1 yang seharusnya bisa mendapatkan karir yang jauh lebih baik daripada menjadi seorang pencuci piring kan? Itu yang membuat saya heran sekaligus penasaran. Apa ya yang membuat dia bertahan menjadi seorang pencuci piring selama puluhan tahun? Skill? Kemauan? Percaya diri? Saya yakin selama itu dia bukan nggak pernah berusaha. Pasti dia sebelumnya sudah mencoba mencoba kesana kemari sebelum akhirnya dia “mengabdikan diri” sebagai seorang pelayan.

Saya nggak bilang kalau profesi pelayan itu nggak layak lho ya. Tanpa mereka kadang pekerjaan kita juga keteter. Tapi kalau dibandingkan dengan latar belakang pendidikannya kok sayang ya. Bukankah akan lebih baik jika dia memilih karir yang sesuai dengan tingkat pendidikannya? Apalagi dia sudah berkeluarga & memiliki 1 anak. Seharusnya ada lebih banyak peluang yang bisa dia dapatkan di luar sana. Sebenarnya ada banyak pemikiran yang melintas di pikiran saya waktu membaca surat lamaran itu. Ada banyak kenapa & kalimat tanya disana. Hmm… ๐Ÿ˜•

Kalau mau, kita nggak harus jadi pegawai. Banyak ahli yang menyarankan kita untuk berwirausaha, karena (kalau kita niat & ulet) hasilnya akan lebih besar daripada jadi pegawai kantoran. Tapi sayangnya memang nggak semua bisa menjalani itu dengan sempurna. Karena selain dibutuhkan waktu, kemauan, keuletan, juga modal yang cukup (lihat-lihat jenis usaha yang dibuka). Nah, kalau kebetulan ada peluang usaha yang bisa dikembangkan jadi usaha yang lebih besar kenapa nggak dicoba?

Terlepas dari itu semua, selain tetap berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik tentu harus tetap bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan & jalani sekarang. Karena di luar sana ada banyak sekali yang kehidupannya jauh dibawah kita..

[devieriana]

Continue Reading

Twitter vs Facebook

“โ€œIndonesia is the third largest tweet producer in the worldโ€

Beberapa tahun belakangan ini facebook boleh jumawa bisa menggantikan posisi kejayaan situs-situs jejaring sosial macam friendster, multiply , plurk , koprol dan beberapa situs sejenis lainnya. Ya memang sih temen-temennya bakal itu ke itu juga, lha wong cuma migrasi situs ;)). Tapi agaknya kali ini facebook harus mulai waspada dengan mulai berpindah hatinya beberapa pengguna facebook ke akun twitter. Ya situs mikroblogging yang mengijinkan para cicitcuiters mengoceh dalam 140 karakter itu.

Buat sebagian orang facebook dirasakan masih cukup bisa mengakomodir kebutuhan bersosialisasi terutama dengan teman-teman lama yang mungkin sudah jauh di negeri seberang atau bahkan hilang di antah berantah (saking nggak tahu kabarnya). Tapi twitter menyediakan media yang jauh lebih simple & berbeda daripada pendahulu-pendahulunya. Di facebook memang fiturnya jauh lebih komplit karena bisa apa saja disitu, mulai posting status, youtube, link, tag foto, tag teman, main games & kuis. Sedangkan twitter โ€œhanyaโ€ menyajikan kolom sepanjang 140 karakter yang membuat kita bisa menulis status atau bahkan melakukan retweet dan berbalas tweet dengan rekan lainnya. Tapi kalau mau posting foto, video, atau link tetap masih bisa, tapi tampilannya jelas berbeda dengan facebook. Ya iyalah kalau bikin produk baru tapi fiturnya sama saja dengan yang sudah ada ya buat apa ๐Ÿ™‚ . Hmm, cuma itu saja? Ya enggaklah, kalau sudah aktif di twitter dijamin akan ketagihan. Halah ;))

Tanpa mengurangi rasa hormat,ย  teman-teman di kantor (terutama) banyak yang masih asyik bersosialisasi melalui facebook. Tiap istirahat pasti bukanya facebook. Sementara saya sudah jarang-jarang bukanya. Buka kalau inget, buka kalau pengen. Beberapa diantara teman saya sering tanya apa bedanya twitter dengan facebook, apa kelebihannya, dimana letak keasyikannya, dll. Wah kalau soal itu jawabnya bisa panjang ya. Karena bisa jadi nanti kembalinya ke selera individu juga. Jadi saya cuman menjelaskan saja, tapi nggak mengajak, hehehe.. Soalnya sudah ada yang pernah saya ajak coba bikin akun twitterย  tapi ternyata responnya begini :

โ€œAh, ternyata nggak asyik ah. Kok bisa sih kamu suka banget maininnya? Bagusan juga facebook..โ€

Haiyaaa.. baiklah teman, mungkin jalan kita berbeda. Kita tak mungkin bersatu. Halah ;))

Ya sekali lagi kembali ke selera sih ya. Kalau saya jujur nih, sudah (nyaris) bosan sama facebook. Alasannya? Ya karena cuma begitu-begitu saja big grin. Pakai facebook buat komen iseng atau kebanyakan sih buat posting link blog ini kalau kebetulan ada postingan baru ๐Ÿ™‚

Semua situs punya era kejayaan masing-masing. Pergantian situs yang akan, sedang, sudah booming itu hanya masalah waktu. Setiap kali ada situs baru yang menawarkan sesuatu yang lebih berbeda & segar pasti akan dengan segera diikuti oleh banyak orang yang membuat akun baru. Jadi, akankah situs facebook akan menurun kejayaannya dalam beberapa waktu ke depan & digantikan dengan situs lainnya? Weโ€™ll wait & see.. \m/

Eh, eh, foursquare juga lucu loh ๐Ÿ˜‰

[devieriana]

Continue Reading

Yiruma : Romantic Melody

Yiruma, sebuah nama yang mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian dari kita ya? Tapi siapa sangka kalau sebenarnya dia sudah cukup dikenal di luar sana. Kepiawaiannya mengolah nada menjadi sebuah alunan musik yang cantik membuat namanya melambung & album garapannya terjual laris manis di benua Asia, Amerika dan Eropa.

Yiruma adalah seorang komposer muda lulusan The Purcell School of Music, London. Lahir di Korea, tanggal 15 Feb 1978. Pernah memiliki kewarganegaraan ganda, UK dan Korea, tapi akhirnya sih memilih jadi warga negara Korea. Yiruma sudah mulai bermain piano sejak usia 5 tahun. Bayangkan 5 tahun sudah pinter main piano, saya dulu usia segitu masih mainan karet gelang, bekel, sama congklak.. ;)).

Lagu-lagu ciptaannya sangat melodius, peaceful & romantis. Di youtube hampir semua videonya sudah dilihat oleh lebih dari 2 juta sampai 6 juta orang. Tak heran kalau banyak yang kagum, permainan pianonya yang terkesan biasa saja tapi ternyata sangat menakjubkan. Nggak neko-neko tapi menenangkan banget, karena dia memainkan musik dengan hatinya.

Coba saja dengarkan saja lagu yang satu ini, Love Me :

atau River Flows In You :

Saya langsung jatuh cinta ketika mendengarkan lagu-laguya untuk pertama kali. Jatuh cinta sama gaya bermusiknya yang sederhana tapi indah itu. Ah selera saya memang gado-gado banget sih, nggak ada patokan saya senengnya sama musik apa. Seperti yang pernah saya ceritakan disini. Walaupun selera musik yang saya suka itu sebenarnya yang semi rock macam David Cook – Always Be My Baby, Incubus – Drive, atau musik-musik macam yang jadi OST-nya Smallville dan musik-musik sejenis mereka gitulah, ngerti maksud saya kan? ;). Pokoknya yang nggak yang perempuan-perempuan banget gitu. Tapi nggak menutup kemungkinan kalau nantinya ada jenis musik yang terdengar catchy kayanya saya bakal suka juga *plin-plan* :)) . Intinya sih nggak menutup kemungkinan berbagai genre musik kecuali underground, soalnya nggak ngerti sama musik & bahasanya.

Jadi baiklah, selamat menikmati keindahan musik Yiruma. Mumpung lagi hujan deres diluar. Monggo kalau mau nyakar-nyakar jendela biar semakin menjiwai lagu ini. Saya mau ngemsi dulu di Sekretariat Militer, ada acara pelantikan di gedung sebelah *dadah-dadah* Begini ini kalau ide posting datangnya tiba-tiba, daripada ide terlanjur hilang & terserang males lagi mending saya posting duluan ๐Ÿ˜€ —-> jangan ditiru ya, harusnya kerja dulu baru ngeblog. Ini ngeblog dulu baru kerja. Heyyaaahh! \m/

[devieriana]

gambar pinjam dari sini

Continue Reading