Penumpang Yang Ribet..

Minggu pagi itu cuaca Jakarta sangat cerah. Sayapun bersiap-siap menuju ke bandara Soekarno Hatta untuk selanjutnya menuju Surabaya guna mengurus printhilan-printhilan buat legalisir & pemberkasan. Penerbangan dengan menggunakan Lion Air pukul 08.20 wib.

Ruang tunggu penuh sesak. Beberapa kali panggilan ditujukan untuk penumpang tujuan Makassar yang mungkin masih ada yang tertinggal entah di lobby, masih check in, atau dalam perjalanan menuju gate tempat pemberangkatan. Entahlah, yang jelas tujuan Makassar pagi itu nggak berangkat-berangkat gara-gara mungkin ada penumpang yang keselip.

Saya dengan tas ransel isi berkas-berkas & sepotong baju plus beberapa buku kumpulan soal CPNS buat adik saya 😀 (dia critanya juga pengen nyobain gitulah) melenggang ke pesawat setelah tak lama setelah panggilan ke Makassar itu berubah panggilan untuk tujuan Surabaya. Seat saya agak belakang, 2 seat setelah emergency exit door. tampak serombongan ibu-ibu yang tadi sempat saya lihat heboh foto-foto di ruang tunggu mulai berisik mencari seat masing-masing. Saya mempersilahkan seorang ibu yang seatnya persis di sebelah saya. Tak lama datanglah segerombolan ibu-ibu (pokoknya isi pesawatnya hari itu ibu-ibu semua) yang kebingungan karena seatnya kok sudah diduduki oleh ibu-ibu lain.

Seat depan saya adalah 32 A,B,C. Di seat ini ada 3 ibu-ibu rumpi yang ngecipris sejak saya naik. Inilah percakapan yang membuat saya geleng-geleng kepala..

” Lho, aku duduk dimana ini? kok 32 B udah ada orangnya? ” , tanya seorang ibu pada ibu lainnya
” Lho, aku yo iyo.. aku 32 C.. harusnya kan disini ya?”, tunjuk seorang ibu lainnya ke arah seat di depan saya.
Pramugari langsung menghampiri kerumunan ibu-ibu itu & memeriksa boarding pass-nyas atu persatu.

” Mohon maaf ibu, ibu seharusnya bukan duduk di 32 B & C, ibu duduknya di 32 D & E, sebelah sini ya..”, jelas pramugari pada 2 ibu-ibu yang tidak duduk pada seat yang sesuai dengan boarding passnya
” Mbak, kita ini temenan kok, satu rombongan.. biar enak gitu duduknya nggak pisah-pisah.. jadi satu aja mbak..”, salah satu jawaban ibu itu bikin saya ngikik dengan sukses.
” Bukan begitu bu, mohon kerjasamanya.. untuk duduk sesuai dengan boarding pas masing-masing ya..”, tegas pramugarinya terdengar agak dongkol
Halaah.. asline lho podho ae.. (aslinya sama aja), wong ya sama duduknya..”, tukas seorang ibu sambil pindah tempat duduk ke sebelahnya..

Yaelah bu, ini naik pesawat ya.. bukan naik damri yang bisa milih tempat duduk seenak sampeyan. Coba kalau sampeyan ngotot lagi, kan nggak berangkat-berangkat pesawatnya, batin saya. Belum habis rasa geli saya, muncul kegelian yang lain. Berhubung 6 orang ibu-ibu yang baru datang itu duduk persis di sebelah pintu darurat, otomatis harus diubah dong tempat duduknya. Karena yang duduk di dekat pintu darurat harus laki-laki untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu tenaga & kecekatan mereka membuka pintu darurat pada saat dibutuhkan.

” Mohon maaf ibu-ibu, sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan, maka untuk penumpang yang duduk di dekat pintu darurat semuanya harus laki-laki. Apakh ibu bersedia bertukar tempat dengan penumpang yang lain? Jika iya, akan segera saya carikan tempat penggantinya..”, jelas sang pramugari penuh keramahan.
” Wah, sudah ndak usah mbak.. enak gini, kaki saya bisa selonjoran.. ndak pegel, ndak ketekuk..”, jawab seorang ibu dengan.. yah.. menggelikan..
” Bukan masalah kaki bisa selonjor atau tidak bu, tapi ini untuk keselamatan penerbangan.. Jika ibu-ibu bersedia, akan segera saya carikan tempat duduk penggantinya..”
” Lah, tadi katanya suruh duduk sesuai boarding pass.. sekarang suruh pindah. Berarti sampeyan ndak konsisten ngomongnya mbak..”

DHAAAANG..!! *tepok jidat, jedukin ke aspal*

Dooh, mau ngomong apa & gimana ya. Bu, tau nggak, sampeyan-sampeyan itu sudah bikin pesawat ini nggak berangkat-berangkat. Aslinya berangkat jam 08.20 wib, ini udah 08.45. Udah molor, Nyah 🙁 . Setelah mengalami eyel-eyelan yang cukup rumit & melelahkan (halah), akhirnya keenam-enamnya bersedia dipindahkan di.. bagasi.. Gaklah, di seat yang lain, pangku pilot. Enggaakkk.. di seat yang lain :D. Setelah bapak-bapak itu dibriefing singkat oleh sang pramugari, akhirnya penerbangan itupun berangkat dengan mulus.

Bagaimana dengan ibu yang disebelah saya? Hmm, asli ribet banget jadi dia. Yang ngeluarin permen, tar nggak lama, ngeluarin roti. Abis itu ngeluarin buku ngaji. Benerin jilbab. Ngalungin tas ke leher. Dilepas lagi, tasnya dipangku. Ngeluarin obat batuk, nggak jadi diminum. Masukin buku ngaji di saku tas belakang. Resleting tasnya nggak bisa nutup, buka lagi, keluarin lagi bukunya. Ditekuk jadi 2, tetep nggak bisa masuk. Masukin tas plastik. Diem sebentar, ngeluarin permen, nawarin ke tetangga kiri-kanan, nggak ada yang mau, masukin tas. Batuk-batuk, nutupin pakai syal. Buka tas lagi, ngeluarin buku & bermaksud baca-baca, baru satu halaman belum kelar udah ngobrol. Lipat lagi, masukin lagi bukunya.. dst sampe akhirnya tiba di Surabaya..

Btw, sampeyan kok nggak capek ya ribet kaya gitu? Saya lho yang dari tadi ngeliat sampeyan umek (gerak melulu) aja capek 🙁

Akhirnya pesawat landing juga di Surabaya tercinta. Akhirnya sayapun berpisah dengan ibu-ibu rumpi yang ajaib-ajaib itu. Ganti ribet sama adik saya yang njemput tapi lupa markir motornya dimana.. *ngelap keringet*

 

[devieriana]

 

Continue Reading

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri (III)

Menjalani kehidupan & rutinitas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)  adalah salah satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Walaupun Papa & hampir sebagian besar keluarga saya berkarir sebagai PNS toh itu tidak membangkitkan napsu saya buat ikutan jadi PNS juga. Padahal semua bilang kalau PNS itu benefitnya bla.. bla.. bla.. Tetep aja saya nggak pengen jadi PNS. Nggak tahu ya, kayanya kok kurang “nendang” aja gitu kalau jadi PNS. . (hei, apa-apaan ini kok pakai tendang-tendangan?! ha5x). Ya begitulah, singkat kata pokoknya nggak pengen jadi PNS..

Bahkan pun ketika ada salah satu anak buah yang getol banget ikutan test CPNS sejak pertama dibuka juga menanyakan keengganan saya buat ikut seleksi CPNS  :

” mbak Devi nggak pengen ikutan seleksi CPNS? Lagi buka banyak lho..”
” iya aku tahu.. “
” trus nggak pengen ikut nyobain? “
” mmh, nggak tahu ya, kok kayanya nggak pengen aja gitu..”
” kenapa? ribet ya mbak? “
” hehehe, iya.. parno & males banget ngurusin SKCK, kartu kuning, surat kesehatan, anti narkoba.. Beuh.. nggak ada waktu aku jeng..”
” iya sih.. tapi ya kan nggak papa nyoba aja, siapa tahu masuk.. Kan lumayan mbak.. “
” iya sih.. Tapi kayanya udah ketuaan buat ikut cpns-cpnsan..”, tetep ngeles :p
” lho, emang usiamu berapa sih mbak? kan maksimal usianya 35 tahun “
” ho-oh aku tau.. meskipun usiaku baru 25 tahun & aku yakin masih bisa ikutan seleksi, tapi embuh ya.. males aja gitu..”
” mmh, gitu ya.. Lho, eh.. tadi berapa usianya? 25 tahun?! “

Nyahahahahaha.. :))

Sampai akhirnya, pada suatu hari (halah, kaya dongeng), pas iseng blogwalking, nemulah saya situs yang membuka lowongan & syarat-syaratnya kok kebetulan mudah ya. I mean, nggak pakai SKCK & teman-temannya itu. Jujur, males aja kalau belum-belum udah ngurus ini itu tapi belum tentu ketrima. Kok kayanya mubadzir aja gitu. Itu pikiran saya lho.. :D. Jadilah singkat cerita, saya submit berkas-berkas PNS itu lengkap dengan segala “derita” superlebay itu disini . Setelah melalui proses deg-degan tahap pertama, alhamdulillah lolos seleksi administrasi & IPK dengan cerita kaya disini . Setelah nunggu kurang lebih semingguan ternyata saya masih diberi kesempatan buat ikut test terakhir yaitu psikotest selama 2 hari di UI yang ceritanya sebagian ada disini .

Hasil akhirnya kayanya kok lama bener ya, hampir 2 minggu deg-degan & mules nggak jelas. Sampai akhirnya tibalah tanggal keramat itu, 12 November 2009 sebagai hari penentuan & bersejarah. Dari pagi sampai sore menjelang pulang herannya itu situsnya Setneg kenapa nggak diupdate-update. Entah apa karena load yang tinggi atau panitianya lupa. Yang jelas sampai saya mau pulang pengumumannya belum ada. Teman-teman peserta psikotest juga bergantian saling telpon & sms buat crosscheck soal pengumuman. Alhasil sayapun akhirnya menyerah. Mutung & memutuskan untuk pulang, dengan pikiran udahlah ntar malem atau besok ajalah dilihat lagi. Tapi jujur tetep penasaran 😀 , kira-kira saya masuk apa kagak ini.. Saya juga minta tolong update ke temen yang masih online buat cek ulang, apakah situsnya udah bener apa belum, apakah pengumumannya udah ganti/belum?

Dan hasilnya adalah… alhamdulillah, nama saya ada di situs ini , lolos seleksi bersama 2 orang calon lainnya. Subhanallah, langsung terharu. Perjuangan panjang itu alhamdulillah berujung keberhasilan. Kalau ingat betapa nggak tertariknya saya jadi PNS kayanya sekarang terpaksa harus menjilat ludah  sendiri deh. Gimana enggak, lha wong sekarang saya akhirnya jadi PNS juga :D. Kualat nih kayanya.. :))

Akhirnya saya ngurus surat-surat itu (SKCK, Surat Keterangan Kesehatan Jasmani dan Rohani, urat Keterangan tidak mengkonsumsi/ menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya, plus fotokopi-fotopi, materai, & kelengkapan lainnya. Tinggal ngurus legalisir STTB/Ijazah SD-SMA aja yang belum. Bersyukur semua prosesnya berjalan lancar. Yang awalnya saya bayangkan kecamatan, RSKO & Polres bakal penuh sesak karena banyak yang juga ngurus buat CPNS, nyatanya pas saya datang justru sepi banget. Jadi semua bisa selesai lengkap dalam satu hari. Alhamdulillah. Malah waktu di RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) Cibubur petugasnya sangat welcome & helpful. Saya diantar & dipandu step-stepnya hingga surat keterangannya jadi. Pun halnya di Polres Matraman, hampir semua polisi & petugas yang membantu melayani pembuatan SKCK  juga sangat helpful, cekatan & tidak bertele-tele. Ibu yang membantu saya ngurus SKCK juga bilang, “ya udah yuk mbak, ikut saya.. diisi semua formulirnya. Syarat-syarat lainnya udah lengkap kan? Monggo diisi semua, nanti saya bantu biar bisa selesai sore ini juga “. Wow, pelayanan yang sangat.. oke bangeeet.. Padahal awalnya saya pesimis lantaran datang kesana udah sore banget  jam 14.30 wib. Tapi alhamdulillah SKCK dalam waktu 30 menit sudah ada di tangan saya. Makasih banyak ya bu, pak.. Udah dibantu dengan sangat helpful :). Kalau udah rezeki tuh ada aja ya jalannya.. Duh, merinding saya kalau inget-inget lagi..

Oh ya, saya belum cerita pas sesi interview sama psikolog waktu itu ya.. Ditanya, tentang apa sih yang ada dalam pikiran saya tentang PNS itu? Mau tahu jawaban iseng saya nggak? Saya jawab gini, ” jujur ya bu, saya itu sebenernya heran.. PNS itu kerjaannya ngapain aja ya. Kok kadang jam 9-10 mereka udah ada di mall, di pasar? “. Psikolognya bukannya kaget, tapi malah tertawa. E buset dah nih anak ngajakin ngegosip. Gitu kali pikirnya ya. Eh, tapi ya pastinya bukan hanya jawaban ngasal kaya gitu yang saya kasih ke psikolognya. Nyari masalah itu namanya ;)). Ada jawaban diplomatis yang okelah (menurut saya) yang saya berikan waktu itu..*nyisir poni*

” Dulu saya nggak pernah tertarik menjadi PNS. Karena saya pikir kok kayanya kerjaannya nggak jelas & nyantai melulu. Bukannya nggak seneng kalau dapat kerjaan yang dikit. Siapapun pasti seneng kalau kerjaannya dikit ya. Tapi kembali lagi ke prospek, masa depan. Kalau kita bicara pekerjaan yang safe, sifatnya longterm & ada jaminan hari tua, PNS adalah salah satu jawabannya. Saya ingin menjadi agent of change dari sebuah perubahan. Saya ingin menjadikan status PNS sebagai sebuah prestige sebuah status pekerjaan..”

Whoaah, panjang ya ternyata? Sampai berbuih-buih itu. Saking panjangnya saya sampai nggak nyadar kalau selama saya ngomong itu ternyata bu psikolognya tidur. Kehipnotis. Mungkin dari jawaban inilah saya ditrima. Ha5x, gak denk becanda… 😀

Ya begitulah temans, insyaallah saya akan segera menyandang status Pegawai Negeri Sipil. Ini lagi ribet ngurusin printhilan-printhilan buat pemberkasan buat dikumpulin tanggal 17 & 18 November nanti. Kayanya bakal terbang ke Surabaya & Malang lagi buat ngurus legalisir STTB/Ijazah SD – SMA. Phew, alamat tidur jam 2 lagi kaya yang dulu lantaran pakai penerbangan paling akhir..

Buat yang masih belum berhasil melalui proses seleksi CPNS tahun ini, jangan patah semangat. Masih ada banyak kesempatan yang terbuka lebar. Nggak berhasil tahun ini ya dicoba lagi tahun depan. Kalau toh udah nyoba tapi belum berkali-kali tapi belum berhasil juga ya udah, yang namanya rejeki kan nggak harus jadi PNS. Siapa tahu justru ada keberhasilan & rezeki yang bagus yang menanti di luar sana yang justru bukan jadi PNS. Ya kan? 🙂 . Goodluck buat semua yah.. Segala sesuatu yang kita yakini dalam hati, disertai usaha yang maksimal, plus kekuatan doa dari kita & keluarga, insyaallah ada hal baik yang menyertainya. Jika semuanya sudah kita lakukan secara maksimal, untuk akhirnya biarkan Allah yang bekerja untuk menentukan jawaban & hasil yang terbaik buat kita 🙂

So, tetap semangat yah !! 🙂

Continue Reading

Untuk Jakarta Fashion Week..

 

First of all, saya mau cerita kalau saya alhamdulillah kepilih jadi salah satu penonton yang nantinya akan membuat reportase (eh, gila bahasanya ketinggian bu), apa ya, cerita tentang Jakarta Fashion Week yang salah satu sponsor utamanya adalah majalah Femina. Nanti kita akan diminta posting tentang Jakarta Fashion Week ini di blog masing-masing yang selanjutnya akan dipilih oleh Femina menjadi ulasan terbaik.

Oh Man, ini kesempatan langka. Bisa join di event besar macam ini. Kebanggan tersendiri buat saya untuk bisa membuat sebuah apresiasi terhadap dunia yang pernah saya singgahi beberapa tahun lalu sebelum saya aktif bekerja di telekomunikasi seperti sekarang ini.

Dulu, saya pernah bekerja sebagai desainer di sebuah perusahaan garment yang bergerak di bidang menswear & jeanswear di kota Malang. Nggak nyambung sama background edukasi saya yang sekretaris itu sih. Lebih ke hobby  sebenernya. Hobby menggambar yang saya mix dengan ketertarikan saya dengan dunia fashion, meski saya nggak bisa jahit.. 😀

Dan siang ini ada sebuah email dari salah satu moderator yang meminta saya kirim url blog saya, nomor HP & foto diri buat ID Card masuk ke event pagelaran JFW nantinya. Percakapan lucu via email terjadi antara saya & mbak moderator ..

————————————–
Dear Olive n Devi,

Bisa tolongin gak? Kita butuh nmr hape, alamat blog dan foto kalian berdua buat ID card ke acara ini (JWF). sori kalo udah ngirim di email sebelumnya, sini lg ribet panik bingung mo bongkar2 inbox lagi. Pretty please…aku tunggu secepatnya ya? Thx a lot 🙂

—————————————-

Saya : xixixixix.. tenang bu..
nyoh tak kasih..
* Devi Eriana Safira
0811 177x xxx
http : www.www.devieriana.com
fotonya mesti pasfotokah? aku ndak bawa..

 

Mod :  fotonyaaaaaaaa………. *kok pasfoto sih* 😆

 

Saya :  lho lha iya kan katanya foto.. foto diri kan?
butuhnya yang gimana? berbentuk pasfoto atau boleh apa aja pokoke gambar diri kita?

 

Mod : berbentuk poster atau baliho gitu lah, wahahahaha…
eh mbuh deng aku jg blm tanya fotonya yg kyk gmn, blm ngirim fotoku jg. doh… bntr aku tanyain ya..

 

Saya : woooo emang deh, dasar.. 😆 . Kirain udah paham, ternyata enggak.. :mrgreen: *ngesend foto dalam bentuk spanduk*

 

Mod : Ok pasfoto aja katanya, diattach di email aja. Gak trima spanduk apalagi keset 😆

 

Saya : lhoo.. terlanjur tak send dalam bentuk celana dalam.. 😀
Udah tak bilang tadi kalo yang pasfoto diriku ndak bawa. Tapi kalo foto narsis agak-agak tampak samping gitu ada.. Udah tak crop, tak kasih cap bibir sekalian 😆   .Boleh ndak? wis tho, yang penting kan mukanya sama .. 😀 .
Kalo ok, tak kirim sekarang nih..

 

Mod : Ya udah kirim aja lah  *males mikir*  😆

 

Saya : mwahahahahahahahahahaha.. Ya wis, ini aja ya.. Nggak punya lagi aku..

 

Mod : *glek* SIAPA INIIIII???? CHRISTINE PANJAITAN YAAAAAAA????  😆

 

Saya : ya.. daripada dibilang Azis Gagap.. ya sudahlah, tak apa kau bilang Christine Panjaitan.. Eh butuh yang lainkah? yang ada brengos sama jakunnya mungkin?tak kasih pose yang sebelum operasi ke Thailand..
*ngakak kayang*

 

——————————————-

 

 

Ya begitulah.. Emmh, wish me luck yah.. 🙂

 

 

 

Continue Reading

Arif.. Oh Arif..

Malam itu saya masih ada di parkiran Plaza Semanggi ketika ada miscall dari nomor 08563342xxx. Saya pikir salah satu teman saya yang nelpon, mau konfirmasi kalau nomor kartuHALO-nya sudah aktif. Jadi ya udah saya biarin aja, toh nanti kalau dia butuh lagi pasti nelpon.

Sampai dirumah, setelah makan & mandi ternyata nomor itu telpon lagi.  Berhubung tangan masih basah habis nyuci piring akhirnya saya minta tolong suami buat angkatin telpon karena saya pikir teman saya itu lagi yang telpon. Setelah melihat saya selesai berurusan dengan piring-piring itu akhirnya dia mengangsurkan telpon ke saya, “bukan dari Lukman nih.. katanya dari Arif..”.
Sayapun menerima telepon sambil berusaha mengingat-ingat Arif mana yang “tumben” nelpon saya.

“halo..”, jawab saya.
“Halo, mbak Devi?”, sahut suara diujung sana dengan logat Suroboyoan
“he-eh.. siapa ini?”
“aku Arif, mbak..”
“oh.. ya, ada apa Rif?”, jawab saya sambil berusaha loading mengingat Arif siapakah ini.
“Iku lho mbak, aku arep takon, sampeyan wingi mari nggawe SPK, trus sampeyan deleh endi file’e, Mbak?”
(Itu lho mbak, aku mau nanya, kamu kemarin habis bikin SPK , trus kamu taruh mana file-nya, Mbak?)

” eh.. SPK? SPK yang mana ya? “, tanya saya bloon
” itu lho, SPK yang kemarin disuruh bikin..”
” kemarin.. disuruh bikin SPK? eh, SPK itu apa sih?, jawab saya makin bingung
” halah, SPK-SPK mbak.. yang kemarin disuruh bikin sama Pak.. (dia menyebut nama, tapi saya udah lupa) itu lho. Sampeyan taruh mana? Udah selesai kan?”, jawab suara diseberang sana berusaha menjelaskan.

” bentar deh, ini Arif mana sih?”, tanya saya curiga
” halaah mbaak.. ini aku Arif, Arif.. Arif PLN! Mosok sampeyan nggak kenal sama aku..”, jawab si Arif berusaha membuat saya kenal sama dia
” Arif PLN? “, tanya saya masih belum loading..
” iya, masyaalloh rek mbak Devi iki.. Aku Arif mbak, lantai tigaa..”, jawabnya makin gemes
” Arif, lantai TIGA?! “
” iya.. aku kan sering ke tempatnya sampeyan tho. Wis inget ta?”

” enggak.. 🙁 “, jawab saya polos
” sik..sik bentar.. tapi iki bener mbak Devi kan?”, tanyanya mulai ragu
” iya..aku Devi “
” sampeyan sekretaris’e Pak.. (dia menyebut nama lagi), bukan?”
” bukan, hehehhe..”, jawab saya cengengesan
” woalaaah.. pantes nggak nyambung. Tak kirain mbak Devi yang sekretaris. Nomer’e sampeyan tadi aku langsung copy dari HPnya si Erfan. Mungkin sampeyan yang kenal sama Erfan ya?”

” Emh, Erfan mana ya? kayanya kok enggak juga ya..”, jawab saya makin geli
” waduh mbak.. sepurane ya.. salah sambung nih kayanya.. Maaf ya mbak..”
” iya, gapapa.. “
” monggo mbak..”
” monggo..monggo..”

KLIK ..

Habis nutup telpon saya jadi cengengesan sendiri. Salah sambung kok nyambung. Erfan ini Erfan yang mana? Kenapa ada nomor HPku di HP-nya dia ya? Trus, kenapa salah sambung itu saya tanggepin? ya karena saya memang Devi. Dan kalau mendengar suaranya kok kayanya agak familiar & dia ngotot kenal sama saya. Udah gitu logatnya Suroboyoan pula, jangan-jangan saya kenal sama dia tapi sayanya yang lupa. Nanti kalau saya lupa kan nggak enak, kalau dibilang ngelupain temen.. :p

Dan nyatanya..
.
.
.
.
.

Saya emang nggak kenal.. 🙁

 

*hayo siapa anak PLN yang namanya Arif yang nanya-nanya SPK sama saya? :))

 

 

[devieriana]

Continue Reading

Selamat Ulang Tahun, Ma..

mother

Ibu..
merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa..


Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita di kala lara, impian kata dalam rengsa,
rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya..


Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian..


Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan…
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian..


Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian..

 

 

:+: Khalil Gibran :+:

 

 

Selamat Ulang Tahun ya Ma.. semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, perlindungan & memberkati kehidupan Mama..

.. We love you ..

* peluk cium : Papa, aku, Echa, Dista *

kadonya tar menyusul ya Ma 🙂

[devieriana]

 

 

 

picture taken from here


Continue Reading