Selamat Natal, Kawan!

Perayaan Natal selalu membuat saya flashback kepada kenangan masa kecil saya dulu, ketika masih tinggal di Lawang, sebuah kota kecil di Kabupaten Malang. Tentang hubungan harmonis yang terjalin antara keluarga kami dengan murid-murid kolintangnya Papa. Entah, kok rasanya di jaman saya masih kecil dulu kehidupan beragama sepertinya jauh lebih tenang, harmonis, dan penuh toleransi, ya? Tidak seperti sekarang yang kayanya mau ibadah aja dibikin ribet. Belum lagi keamanan ketika menjalankan peribadatan yang belum jelas terjamin. Trenyuh. Inikah negara yang katanya menjunjung tinggi azas kebebasan beragama itu? sad

Dulu, selain menjadi PNS, Papa mengisi waktu luangnya sebagai pengajar kolintang (alat musik tradisional asal Manado). Kebetulan dulu memang Papa aktif di kegiatan bermusik, dan kebetulan juga bisa bermain kolintang, sehingga  Papa sering diminta mengajar disana-sini. Murid Papa bermacam-macam, tapi kebanyakan sih ibu-ibu di kantor dan jemaat di beberapa gereja.

Sangat menarik jika saya mencermati hubungan baik yang terjalin antara keluarga kami dengan para murid Papa, terutama dengan ibu-ibu jemaat gereja. Ketika kami merayakan lebaran, secara otomatis murid-murid Papa tersebut datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Begitu juga ketika Natal tiba, biasanya selain acara utama di gereja mereka berkumpul di rumah salah satu anggota jemaat untuk merayakan Natal bersama, dan Papa Mama pun diundang kesana. Nggak ada masalah, Papa Mama pun datang sebagai bentuk toleransi hidup beragama.

Sebagai konsekuensi mengajar kolintang di gereja tentu saja Papa harus paham beberapa lagu gereja yang ingin dipelajari/dimainkan. Papa juga tidak canggung ketika harus tampil bersama ibu-ibu itu untuk bermain kolintang bersama diatas panggung. Kalau sore, kadang saya juga diajak ikut melihat latihan mereka, walaupun akhirnya saya sibuk bermain sendiri dengan salah satu anak pengurus gereja. Ya, namanya juga anak-anak happy

Yang paling berkesan dalam ingatan saya adalah kebaikan sepasang suami isteri jemaat gereja yang bernama Pak Peter & Bu Peter, yang ternyata punya perhatian dan kepedulian yang tinggi dengan keluarga kami. Pernah suatu malam yang gerimis, selesai mereka berkonsultasi membahas acara yang menyangkut penampilan mereka berkolintang menjelang Natal, tanpa sengaja Bu Peter mendengar adik bungsu saya yang waktu itu masih kecil, batuk-batuk. Kebetulan adik saya memang sedang sakit flu batuk pilek, gitu. Sebenarnya sudah diberi obat sama Mama, tapi entah kenapa belum sembuh juga, dan kebetulan belum sempat ke dokter pula.

Bu Peter bertanya pada Papa, apakah adik saya sakit, dan Papa pun mengiyakan. Tak lama setelah mereka berpamitan (kurang lebih setengah jam kemudian) ternyata mereka berdua kembali ke rumah kami. Mereka membelikan adik saya sirup obat batuk untuk anak yang katanya dikenal manjur di keluarga mereka. Terharu. Alhamdulillah sih setelah dikonsumsi memang cocok, flu adik saya mereda dan akhirnya sembuh. Sampai segitu perhatiannya, mereka bela-belain kembali ke rumah kami padahal sudah malam dan hujan pula cuma untuk membelikan adik saya obat flu untuk anak dan mengantarkannya ke rumah. Saya yang waktu itu masih kecil pun sudah bisa merasakan betapa tulusnya hati mereka berdua.

Entah bagaimana kabar mereka berdua sekarang, karena memang sudah lama tidak pernah ada kontak lagi selepas Papa pensiun dan tinggal sekarang memilih untuk menetap di Sidoarjo.

Persembahan saya untuk teman-teman yang merayakan Natal, dari grup acapella asal Italia favorit saya Neri Per Caso , semoga berkenan happy

Semoga kelak kebebasan beragama bukan hanya sebagai slogan kosong dan retorika semata, namun nyata adanya…

“Selamat Natal, Kawan. Semoga kasih dan damai Natal senantiasa dilimpahkan di tengah keluarga kalian. Damai di bumi, damai di hati…”

sumber gambar dari sini

10 thoughts on “Selamat Natal, Kawan!

  1. seandainya toleransi dimaknai dengan damai dan persahabatan…. alangkah indahnya dunia happy nice posting …

  2. Pingback: This Christmas… « TulisanSeorangIntrovert

  3. Bagi saya, natal bukan lagi utk agama saya, tp juga buat semua…pesan natal selalu “kedamaiaan”.

    Like this one…

    Selamat natal ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>