Be Proactive ..

Hari ini entah apa yang sedang terjadi dengan (lagi-lagi) sahabat saya. “Aura”-nya saya rasakan sedang dalam kondisi yang kurang nyaman, kurang semangat. Bisa saya rasakan dari cara berbincangnya, gaya bahasanya, saya kenal betul dengan karakternya. Sejenak saya mengkoreksi diri sendiri apakah saya sudah melakukan kesalahan.. Ya namanya manusia, kita kan ga pernah sengaja kalau kita sudah melakukan kesalahan terhadap orang lain.

 

Tapi jujur saya merasakan perubahan yang signifikan akhir-akhir ini terhadap sikap & moodnya dia. Gampang sekali up & down-nya. Kadang saya melihat ada persamaan sifat-sifat tertentu saya dengannya, hehehehhe.. Tapi kita mencoba untuk mengimbangi. Ketika saya down dia yang menyemangati saya, menghibur saya. Ketika dia down saya yang gantian menghibur, memberikan dia semangat, andai saya bisa carikan solusi saya akan coba carikan semampu saya. Baik banget kan saya? hehehehe.. 😀

 

Saya suka mengamati orang lain. Tanpa kita sadari saat kita melakukaan kesalahan dengan mudah kita menyalahkan orang lain/keadaan/lingkungan, emosi & mood  mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Jika lingkungan sedang tidak enak, kita jadi ikut terpengaruh tidak enak. Intinya kita yang dikontrol oleh mood, bukan kita yang mengkontrol mood. Mungkin saya juga pernah seperti itu (baca : sering) 😀

 

Saya pernah membaca & pernah berdiskusi dengan salah seorang sahabat saya yang lain mengenai buku fenomenal Steven Covey, 7 Habits of Highly Effective People. Poin perpoin kami diskusikan bersama. Dan, ternyata ada hal yang slapped me much.. Yaitu : poin pertama bahasan di buku itu : BE  PROACTIVE

 

Baiklah, sekedar mereview poin-poin dalam buku tersebut :

habit 1 – be proactive
This is the ability to control one’s environment, rather than have it control you, as is so often the case. Self determination, choice, and the power to decide response to stimulus, conditions and circumstances. –> ini nih yang bikin saya ketampar, saya yang suka menyalahkan keadaan, mood yang berubah-ubah karena menurut saya lingkungan sayalah yang salah sehingga mood saya sering berantakan. Moga-moga sekarang lebih berkurang dibanding sebelumnya.. 😀

habit 2 – begin with the end in mind
Covey calls this the habit of personal leadership – leading oneself that is, towards what you consider your aims. By developing the habit of concentrating on relevant activities you will build a platform to avoid distractions and become more productive and successful.

habit 3 – put first things first
Covey calls this the habit of personal management. This is about organising and implementing activities in line with the aims established in habit 2. Covey says that habit 2 is the first, or mental creation; habit 3 is the second, or physical creation.

habit 4 – think win-win
Covey calls this the habit of interpersonal leadership, necessary because achievements are largely dependent on co-operative efforts with others. He says that win-win is based on the assumption that there is plenty for everyone, and that success follows a co-operative approach more naturally than the confrontation of win-or-lose.

habit 5 – seek first to understand and then to be understood
One of the great maxims of the modern age. This is Covey’s habit of communication, and it’s extremely powerful. Covey helps to explain this in his simple analogy ‘diagnose before you prescribe’. Simple and effective, and essential for developing and maintaining positive relationships in all aspects of life. (lihat tentang the Johari Window –> Joseph Luft dan Harrington Ingham , mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari)

johariwindow

Keterangannya gini :

Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertical sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.

Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita,  yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang

Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.

Unknown area adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman.

habit 6 – synergize
Covey says this is the habit of creative co-operation – the principle that the whole is greater than the sum of its parts, which implicitly lays down the challenge to see the good and potential in the other person’s contribution.

habit 7 – sharpen the saw
This is the habit of self renewal, says Covey, and it necessarily surrounds all the other habits, enabling and encouraging them to happen and grow. Covey interprets the self into four parts: the spiritual, mental, physical and the social/emotional, which all need feeding and developing.

 

Nah, yang pengen saya garisbawahi adalah kebanyakan kita nih yang suka dikontrol oleh keadaan, kita yang dikontrol oleh lingkungan. Kalau ada yang kurang enak di hati nih, langsung ngaruh ke mood, emosi (heheh.. saya juga masih begitu, tapi lately saya belajar untuk ga gitu lagi kok.. 🙂   ).  Semoga tulisan ini dibaca oleh sahabat saya. Saya ga tahu masalah kamu apa, mungkin kamu sekarang ada di HIDDEN AREA. Ok, tapi tak apalah, saya coba pahami itu karena tidak semua hal saya boleh/perlu tahu kan? 🙂 . Jangan kelamaan BT-nya ya..  jadi gak asik tau ga?

 

Hope you’ll be fine soon ya.. 🙂

 

 

 

Continue Reading

Coping with homesick ..

homesick

Pagi ini saya kembali “bertemu” dengan sahabat saya yang sedang gloomy banget. Kalau ditanya jawabannya singkat, pendek, kaya orang males.. beuuh.. kenapa lagi ya nih orang? Akhirnya dia cerita kalau dia sedang kangen rumah setelah hampirsetahun dia tidak pulang ke Indonesia bertemu keluarganya. Hmm, setelah berbicara dengan sedikit emosional lantaran efek gloomy-nya tadi, akhirnya saya tinggalkan dia sendiri. Bukan aya tidak bermaksud perhatian sama dia, tapi lebih ke memberikan waktu buat dia untuk berbuat apa yang dia suka tanpa saya, memberi waktu untuk dia sendiri..

I called it as homesick.. Dia rindu pulang, dia rindu keluarganya, dia rindu suasana Indonesia. Tapi karena alsana pekerjaan menyebabkan dia belum bisa pulang dalam waktu dekat ini. Saya juga pernah merasakan homesick, kangen sma keluarga di Surabaya. Bedanya mungkin karena disini saya masih tinggal sama suami, masih ada sepupu at least relatives. Sementara dia ga ada keluarga sama sekali disana.. He’s just in the middle of nowhere..

Homesick bisa terjadi sama semua orang, kapanpun, dimanapun, utamanya terjadi pada seseorang yang tinggal jauh dengan keluarganya. Manusiawi.. Cara menghilangkan homesick tiap orang pasti tidak sama. Ada yang dibuat jalan-jalan untuk membunuh waktu, ada yang karena kesibukan di kampus atau kantor akhirnya homesickness itu hilang dengan sendirinya, atau ada yang nelpon keluarga untuk menghilangkan rasa jenuh karena efeknya lumayan manjur buat sebagian orang mendengarkan suara orang-orang yang dicintainya. Intinya sih caranya berbeda, tergantung individu masing-masing. Homesick akan datang ketika kita tidak ada kegiatan, bener-bener kaya orang linglung di apartemen. Sudah bosan dengan berbagai aktivitas yang menggunung di antara weekdays. Sudah bosan dengan kegiatan jalan-jalan & shopping atau kumpul bersama teman di weekend.

Saya pernah baca tentang beberapa cara menghilangkan homesick , maybe it will work for you :

• Acknowledge that you are feeling homesick. It is a very natural and common response for students who leave home. Remember that many other students are sharing similar feelings, even though they may not tell you about it.
• Talk to someone..  –> like me.. heheheh  :p
• Keep in touch with people at home and fix a time to go back but place a limit on telephone usage. Tell or write to them about your activities and experiences.
• Plan a date to go home and make arrangements. This helps to curtail impulsive home visits and helps ease the adjustments process.
• Put up some photos of home, family and friends on your bulletin board. Mix the photos with photos of your favorite campus buildings, activities, or events and new friends you have .
• Establish a routine as soon as possible. The fuller your days are, the less time you will have to feel homesick or lonely.
• Make contacts and friends through shared activities such as sport or other interests. There are so many clubs and societies within the university and city, that you are very likely to find something that suits your particular interests. At the start of the academic year many new people will be joining – you are unlikely to be the only new person.
• Take a friend and explore interesting things to do and places to see. Share what you have learned with family and friends back home.

Jika homesick ini diturutin, dibiarkan, pastinya akan makin merajalela. Impactnya, kita ga bakalan mood melakukan apapun kecuali bete, bete, bete, males, pengen marah-marah, emosi karena ada keinginan yang tidak bisa keturutan (udah jadi korban ke-homesick-an seseorang nih.. hiks  🙁   ). Trus gimana dong? Ada temen nih yang selalu mencurahkan rasa, emosi yang ada dalam sebuah blog atau puisi. Semacam “therapy” penyaluran tentang apa yang tengah dirasakan saat itu. “ah, saya bosan dengan keadaan yang kaya gini terus, seems notreal.. aku pengen pulang..”. Kembali sahabat saya mengeluh alias curhat.. Speechless, ga bisa berbuat apa-apa. Karena memang kondisilah yang membuat tidak bisa pulang… 🙁

Be realistic about what to expect from student life and from yourself. Establish a balance between work and leisure : you are NOT expected to work ALL the time – you would soon burn out. On the other hand, if you don’t put in enough time on work, you can very quickly get behind, which only adds to the stresses! Find a balance and take time to relax in the way best suited to you..

Hope you’ll be fine soon. Cepat sembuh dari ke homesick-an & gloomy day-mu ya dear.. Senin tugas baru sudah menanti.. Goodluck for you..  🙂

Continue Reading

For My Dear Friend ..

 

15hugs-07

 

 

Hari ini saya kembali berdialog dengan sahabat baik saya yang berada nun jauh disana, tepatnya curhat. Hope you’ll be fine soon, Dear.

 

Saya tahu, saya bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Sedih & kecewa itu pasti, karena ada hal yang berjalan tidak sesuai dengan rencana. Tapi itulah yang namanya pengorbanan, Dear. Ada kalanya untuk mendapatkan suatu hal yang baik kita perlu berkorban. Toh itu juga buat masa depan kalian juga. Ambil positifnya saja.

 

Tuhan sekarang sedang memberimu rezeki melalui cara-NYA, disyukuri saja. Sebagai imbalannya memang untuk sementara waktu kamu tidak bisa kembali ke Indonesia, pulang bertemu dengan keluargamu. Sedih, kangen, kecewa, marah, kesel, BT.. saya tahu itu. Itu reaksi normal & wajar ketika kita menerima hal baru yang tidak sesuai dengan harapan. Ingatlah, bahwa pekerjaan itu amanah, ibadah, jihad. Kamu saat ini tengah mencari rezeki sekuat tenaga untuk keluarga. Mereka pasti bangga sama kamu.. jangankan mereka, saya aja yang bukan keluarga bangga kok sama kamu.. Percaya deh, mereka juga sama kangennya sama kamu. Anak-anak & mamanya anak-anak juga pasti kangen sama kamu. Tapi insyaallah mereka ngerti kok kalau orang yang mereka sayangi belum bisa pulang saat ini.

 

Dijalani aja dulu ya Dear.. semoga semua yang kamu kerjakan barakallah.. Diberi kesempatan untuk bisa pulang secepatnya. Segala sesuatu kalau dibuat berat ya pasti berat, tapi kalau kita menjalaninya ikhlas, insyaallah semua akan terasa ringan..

 

.. Sabar ya dulu ya Dear..  

 

Continue Reading

What A Day! (1)

Bagaimana rasanya “dipaksa” untuk keluar dari zona nyaman untuk menikmati sebuah posisi baru yang jauh dari kesan nyaman dibandingkan dengan posisi sebelumnya? Ya, sekarang saya sedang mengalaminya 😐

Ceritanya, kemarin adalah hari yang penuh dengan kejutan. Karena, saat saya sedang menikmati pekerjaan di zona nyaman saya mendadak harus siap menerima posisi baru yang tentu saja tidk senyaman posisi sebelumnya, ya setidaknya itu pemikiran awal saya saat itu.

Sebenarnya issue tentang adanya penggantian Team Leader Quality Assurance Telkomsel itu sudah terdengar seminggu yang lalu. Tapi ya namanya gosip, jadi ya belum sepenuhnya bisa dipercaya. Apalagi orang yang digosipkan juga masih tenang, adem ayem, masih bekerja seperti biasa. Sampai akhirnya sore kemarin, menjelang jam pulang dipanggillah kami berempat, saya, Irma, Takim, dan Olin. Deg-degan dan bertanya-tanya pasti ada..

“Kalian berempat saya panggil kesini karena saya ingin melakukan seleksi untuk posisi Team Leader QAO yang akan ditinggalkan oleh Nanang per tanggal 1 Februari..”

“Hah? Lho?! What?”. Kami berempat mulai panik karena setahu kami Nanang (TL QAO yang sekarang) akan tinggal dulu selama satu bulan sebelum resign, sesuai dengan ketentuan kontrak kerja kami. Kalau semendadak ini jelas bukan hal mudah yang bisa kami terima. Sebenarnya mental kamilah yang belum siap untuk menerima posisi yang lebih tinggi 😀

Spv : Selama enam bulan terakhir ini nilai kalian para QAO kami pantau, dan hasilnya terpilihlah kalian berempat yang nilainya tinggi. Tapi ini belum final. Nanti sore tolong teman-teman jangan pulang dulu ya. Karena TL-nya kan belum terpilih. Mbak Ketut akan membuat list data, diurutkan mulai yang nilainya paling tinggi sampai yang paling rendah., mulai dari kehadirannya, ketepatan pengambilan sample-nya, dan akurasi penilaiannya. Tentus aja yang paling tinggi nilainya, dialah yang akan terpilih sebagai team leader penggantinya Nanang. Jadi mohon kesiapannya untuk bekerja lebih keras daripada sebelumnya ya..

Kami : *speechless, hening, dan tidak ada yang berani cengengesan.. ;)) *

Spv : ya sudah, silahkan teman-teman kembali ke tempat masing-masing, nanti setengah jam lagi akan dihubungi. Oh ya, tolong jangan pulang dulu ya..

Kami : iya, Mbak.. *sambil deg-degan*

Sepanjang jalan menuju ke lantai 8 kami mulai tebak-tebakan siapa yang bakal jadi kandidat terkuat. Kalau masalah kehadiran sepertinya saya tidak akan masuk hitungan deh. Karena saya kan bulan Agustu 2008 kemarin sempat “cuti” selama kurang lebih 15 hari karena harus bedrest pasca operasi cesar. Jadi dalam hati saya merasa “aman”, tidak akan terpilih ;))

Pukul 16.45 wib, mendadak telepon di meja Nanang, TL saya berdering. Sementara si Nanang entah ada dimana. Kami saling berpandangan. Tegang banget ya? ;)). Ya memang seperti itu suasananya. Berbagai pikiran dan perasaan pasti berkecamuk. Seperti menunggu pengumuman siapa yang akan keluar sebagai pemenang Puteri Indonesia gitulah ;))

Akhirnya telepon itu pun diangkat oleh salah satu teman yang duduknya paling dekat dengan meja TL kami :

Teman : Ya Mbak.. Oh, Mas Nanangnya lagi nggak ada.. Oh gitu, sebentar ya mbak..”

.. T E G A N G !!..

Teman : Mbak Devi, nih ada mbak Ketut katanya mau ngomong
Saya : Hah? 😮

DHIIIEEEENG.. Masa saya sih?! :-ss

Saya : ya, Mbak..

Mbak Ketut : Devi, setelah kita analisa, dari data 6 bulan terakhir total nilainya kamu ternyata yang paling besar diantara teman-teman yang lain. Jadi selamat ya say, per tanggal 1 Februari 2008 kamu jadi Team Leader Quality Assurance Officer callcentre Jakarta. Gimana? Sudah siap kan?

Saya : *pengen nangis* Hwaa, enggak, Mbak! huhuhuh.. Jadi pengen ikut Nanang, resign juga nih.. :((

Mbak Ketut : yah kok Devi gitu. Ini namanya amanah Dev.. Kamu seharusnya bersyukur bisa dapat amanah seperti ini, kamu dianggap mampu memimpin teman-teman QAO. Saya yakin kamu bisa kok. Kan pengalaman kamu jadi TL juga sudah banyak..

Saya : tapi kan dulu saya TL-nya agent callcentre, Mbak. Bukan TL-nya QAO.

Mbak Ketut : ya semuanya pasti dulunya pernah mengalami “nggak pernah”, kan? Dicoba dululah. Kamu pasti bisa kok..

Saya : Ya udah deh mbak, saya bersedia. Tapi saya boleh tandem dulu kan, Mbak?

Mbak Ketut : ya boleh dong. Ya udah, congrats ya, Dev..

Saya : Makasih. Mbak.. *lemes*

KLIK! Saya pun menutup telepon dengan tidak bersemangat.

Teman-teman langsung memeluk saya,cupika-cupiki seperti saya habis menang undian apa gitu. Terutama 3 kandidat yang lain itu, jelas mereka lebih lega daripada saya, karena tanggung jawab itu akan berada di pundak saya, kan? :(( . Akhirnya, sore itu saya menjadi sangat pendiam. Khusyuk mendengarkan Nanang mengajarkan cara kerja & membuat laporan, menginformasikan tanggal-tanggal rawan yang harus saya ingat karena berkenaan dengan due date penyerahan laporan.

1 Februari 2009 itu bukan sebulan atau seminggu lagi. Tanggal 1 Februari 2008 itu sudah besok? Mana ada sih proses hand over pekerjaan secepat ini? Biasanya juga disiapkan dulu paling tidak seminggulah untuk si calon pengganti menyesuaikan diri, belajar dulu. Kalau sehari begini mana bisa maksimal? Berkali-kali saya mengeluh dalam hati. Karena saya orangnya memang tidak bisa dadakan.

Berbagai pikiran berseliweran : “Duh, nanti kalo udah jadi TL masih bisa nulis nggak,ya? Masih bisa buka facebook nggak, ya? Masih bisa chatting? Masih bisa dengerin mp3 sampai mabuk nggak ya? Kan kalau sudah jadi TL jadwalnya padat banget, belum kalau nanti mengisi kelas training, harus bisa “melindungi” anak buah saya kalau dikomplain sama teman-teman partial & fully outsource. Hedeh, bisa nggak yaaa? :-ss “

Seorang teman mengirim sms yang bunyinya begini :

” Tuhan punya rahasia yang indah dan berbicara dalam bahasa yang misterius, tetep willing to do the best ya, Mbak. Enjoy & keep smiling. Semoga semakin lebih baik, makin sinergis & makin bersemangat.. Amin3x “

Baiklah kalau begitu. Semoga bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya ya. Amien ya rabbal alamien.. [-o<

[devieriana]

Continue Reading

It's Our Friendship

edit

 

 

Hari ini semua temen di kantor pada error.. Ya otaknya, ya orang-orangnya.. Mulai pagi dateng, naruh tas, login komputer & absen, bikin kupi biar melek udah ketawa mulu..  Entah mood kocak kompak pada keluar semua atau emang sebenernya pelampiasan karena lagi setress.. hehehe.. tapi basically mereka defaultnya udah kocak semua, makanya chemistry kocaknya langsung dapet banget ..

    

Kata-kata wajib yang diucapkan kalo ada temen yang datang terlambat : “alhamdulillaaah.. akhirnya datang juga..”. Di 1 sisi bagus sih, kan bersyukur temennya dateng ke kantor dengan selamat, tapi sebenernya kita kuatir kalo ada temen yang sehari aja ga masuk itu berarti kerjaan dia bakal di share ke kita.. hahahaha, ngaku… (intinya sih males aja kebagian distribusi kerjaan lagi.. hehehe.. Ini nih , pada kagak ada empati-empatinya emang)

    

     Pagi tadi aku liat si Takim udah duduk manis sambil pasang headset & gelas yang mengepul..
“ciee Takim, nyaman banget sih lu pagi ini, pagi-pagi udah ngupi, Pak?”
“bukan mbak.. ini teh.. Pagi-pagi nge-teh dulu dong.. kan biar kaya bangsawan Inggris gitu.. aku kan gelarnya Sir.. Sir Takim..”
Langsung meledak tawaku, mana ada bangsawan Inggris namanya Ahmad Mustaqim?
Dah gitu mending kalo dia ada tampang-tampang bule atau kulitnya putihan gitu (bukan lantaran panu ya).. ini kagak ada blas unsur2 bulenya..

 

     Itu baru pertama.. Yang kedua, ritual harian, ngerjain yang namanya Elmi, anak paling polos, lugu, tomboy se-gank tapper, ga pernah marah & ga pernah mau diajak ngomongin orang, hehehe.. Kalo ada yang nyeletuk ngomongin atau ngatain siapa gitu langsung dia komentar, “ya, namanya sifat & kepribadian orang kan beda-beda mbak.. “. Sejak saat itulah kita selalu menjadikan keyword kalo ada yang lagi diomongin. Elmi benernya anaknya cerdas, kita suka tanya ke dia tentang flash atau blackberry, dia yang paling update berita di situs intranet kantor. Fokus hidupnya saat ini cuma 2 : kantor & kuliah. Saking fokusnya jadi suka gak ngeh ma hal-hal gaul, masa nanyain lampu merah di jalan tol? Kalo dibecandain dianggepnya kita tuh serius semua, secara kita itu kagak ada yang serius, tapi seneng aja kalo liat dia nanggepinnya dengan tampang serius.. Kalo udah ngerjain tugas kantor yang namanya meja itu isinya kertas2 dengan gambar grafik & hitungan matematika..

 

     Yang ketiga, kalo ada hal yang penting atau ga penting kita suka spontan bilang : “hah? sumpe lo? najis!!”, hehehehe.. itu karena si Rani suka banget pake kata-kata itu secara spontan. Makanya gara-gara dia suka bilang kaya gitu dialah yang paling sering kita suruh wudhu untuk menghilangkan najis.. hahahahaah… Kadang suka kita tambah2in kalo dia bilang “sumpe lo?”, langsung kompak nyautin, “susu tumpe di dada lo..”.. Kacau.. kacau..

 

     Yang keempat, si Kukuh yang agent kartu perdana AXIS banget… Tiap waktu kalo bisa dia selalu ngomongin tentang AXIS , bahwa axis itu murah, axis itu suka dapet bonus, axis itu begini, begitu.. Anak-anak suka dipengaruhin buat pindah operator gitu . Ga tau deh tu anak kerja jadi marketingnya AXIS atau gimana.. Dan korban yang akhirnya ganti operator adalah Irma..

 

     Irma yang selama ini dinobatkan sebagai peringkat pertama ter-lola diseluruh gank tapper ini juga lama-lama lucu.. Masa Mak Erot aja ga tau, pas kita suruh cari di google dia mo nekat search by gambar.. Lah, apa yang keluar nanti bukannya Mak Erot tapi gambar hasil karyanya mak Erot… Belum lagi kalo pas gak nyambungnya udah kambuh bisa-bisa jadi aneh banget.. Kita lagi ngomongin “posisi 69” dia malah tanya 69 itu Kopaja arah kemana.. nah lho, siapa yang ngomongin Kopaja sih? Kitanya yang ngakak kan.. Belum lagi masa iya raja hutan = monyet?  Aduh Irma, kamu jangan malu-maluin mami dong sayang, dimana-mana yang namanya raja hutan itu.. kelinci.. bukan monyet.. (kok jadi parahan gue ya?). Dah gitu pas dikonfirm ke Kukuh buat nanyain raja hutan itu siapa eh ternyata Kukuh juga jawab sama, raja hutan = monyet.. Wah ternyata axis mempengaruhi kadar ke-ngeh-an seseorang nih.. Terbukti yang akhirnya HPnya kena viruspun juga dua anak ini doang.. heheheeh… Kalian lama-lama bisa jadi soulmate nih.. soulmate gak nyambungnya…

 

     Berikutnya si Amin, ni anak sebenernya juga unik karena logat Tegal yang medok & kita jadi kadang suka niruin.. (tapi yang kedengeran aneh malah kita.. Bukan logat Tegal yang didapet, malah nyasar jadi logat Madura.. gimana sih..). Dah gitu suka nge-set ringtone paling kenceng, jadi tiap kali HPnya bunyi kita jadi berasa di Glodok..

 

     Kalo Indri, ini si dermawan, paling suka sedekah ama kita-kita.. (berasa jadi kaum dhuafa & anak terlantar banget ga sih?). Paling sering bawa makanan kecil, ga tanggung-tanggung bo, 1 ransel.. Benernya kita mo niat bikinin dia counter makanan gitu di lt.1 biar dia jaga toko aja, tapi kok jiwa jadi QA-nya lebih gede daripada jiwa jadi pedagang jadi akhirnya ya sudahlah kita ijinkan dia jadi QA sama kaya kita.. Bayangkan, dia anak baru, belum sempet gajian tapi udah kita palakin suruh bawa makanan (punya senior preman ya gini deh nasibnya..). Tapi diem-diem gitu celetukannya suka bikin ketawa.. Entah emang dia dasarnya udah lucu atau kena kontaminasi gila dari seniornya ga tau deh ..

 

     Olin, ni anak agak-agak moody tapi juga suka tiba-tiba lucu. Punya kecenderungan bicara terbalik-balik. Misal nih, sehrsnya ngomong : “tar kalo udah sampe jangan lupa sms yah..”. Kalo dia yang ngomong bisa jadi, “tar kalo udah sms jangan lupa nyampe yah..”. Kebelet pipis jadi kebeles pipit. Ganti kartu jadi gantu karti.. dan semacamnya deh..

 

     Kalo Rini, ini sebelum hamil dia tapper yang paling suka mendesah-desah ga jelas gitu.. makanya dibilang Rini Ozawa ma kita.. . Abisnya, tiap kali ngomong apa gitu sambil mendesah, kan ngeri juga kita lama-lama.. . Tapi kayanya dia sekarang insap gara-gara ga mau tar anaknya lahir bukannya langsung nangis tapi mendesah ..

 

     Uwi, ga punya spesifikasi khusus sih tapi biar kecil-kecil gitu makannya lumayan banyak. Aku sebenernya curiga, dia itu emang laper apa cacingan.. Tar ya, kalo udah agak gendutan suka ngeluh, “mam, kok pantat gue jadi gede banget sih? perut gue coba liat deh Mam.. six pack ya?hehehehe…”. Langsung aku jawab, “mmh, six pack apa six month?..”

 

     Kalo aku? hahaha.. tiada hari tanpa gokil, kecuali pas sakit.. soalnya kalo aku lagi sakit tuh jadi imut gitu  (teteup narsis yang ga nyambung ma pokok bahasan deeh..), pasti terkulai lemah, tak berdaya, letoy tak bertenaga, pokoknya kalo udah sakit kasian banget deh.. Orang-orang yang liat tuh jadi suka ga tega gitu.. Ga tega untuk ga mencela..

 

Walaupun temen-temenku “agak-agak ga beres” semua gitu I love them so much.. .Malah bakalan stress kali kalo dapet temen yang serius semua gitu..

Continue Reading