blog

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri (III)

Menjalani kehidupan & rutinitas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)  adalah salah satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Walaupun Papa & hampir sebagian besar keluarga saya berkarir sebagai PNS toh itu tidak membangkitkan napsu saya buat ikutan jadi PNS juga. Padahal semua bilang kalau PNS itu benefitnya bla.. bla.. bla.. Tetep aja saya nggak pengen jadi PNS. Nggak tahu ya, kayanya kok kurang “nendang” aja gitu kalau jadi PNS. . (hei, apa-apaan ini kok pakai tendang-tendangan?! ha5x). Ya begitulah, singkat kata pokoknya nggak pengen jadi PNS..

Bahkan pun ketika ada salah satu anak buah yang getol banget ikutan test CPNS sejak pertama dibuka juga menanyakan keengganan saya buat ikut seleksi CPNS  :

” mbak Devi nggak pengen ikutan seleksi CPNS? Lagi buka banyak lho..”
” iya aku tahu.. “
” trus nggak pengen ikut nyobain? “
” mmh, nggak tahu ya, kok kayanya nggak pengen aja gitu..”
” kenapa? ribet ya mbak? “

Read More

Share
address

Suatu Sore Didepan Balairung UI

Lama ya saya nggak posting disini ya :D . Bukan karena udah ogah, tapi ada banyak kegiatan yang menyita waktu saya akhir-akhir ini. Ide nulis sih ada, bahkan sampai saya tulis dimana-mana untuk “menyelamatkan” dari mendadak hilangnya ide-ide itu. Tapi ya sekali lagi karena kesibukanlah yang membuat saya nyaris nggak punya waktu untuk menuliskannya disini.. *alasan..* :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu saya disibukkan sama seleksi CPNS yang hampir tahap final & setumpuk kerjaan yang menunggu saya konsumsi satu persatu. Ada satu kejadian yang membuat saya trenyuh ketikaa saya menunggu di sekitar Balairung UI tempat saya psikotest kemarin. Sore itu hujan cukup deras, bahkan disertai dengan angin kencang. Saya bersama 2 orang peserta psikotest ngobrol di teras balairung sambil menunggu jemputan & hujan reda. Diujung sana ada seorang wanita setengah baya terlihat sedang sibuk mengutak-atik isi tempat sampah. Ya, dia seorang pemulung. Sore yang makin pekat itu agaknya tak menyurutkan langkah wanita itu untuk berhenti memungut apapun yang bisa dimasukkan tas plastik besar warna hitam itu. Tak terkecuali

Read More

Share

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri (II)

 senayan

Hari ini hari deg-degan sedunia. Setelah perjuangan saya disini hari ini adalah saat penentuan. Sedikit berbeda dengan seleksi-seleksi CPNS departemen yang lain, seleksi Sekretariat Negara termasuk salah satu yang ketat. Dari 6417 pelamar yang masuk langsung diseleksi jadi 1200 peserta yang berhak ikut test tulis di Tennis Indoor Senayan. Dari hasil test tulis itu yang selanjutnya akan diikutkan ke seleksi tahap selanjutnya yaitu Psikotest.

Ceritanya saya seleksi IPK alhamdulillah masuk. Jadilah saya ikut di seleksi tertulis yang belum sempat saya publish ceritanya karena masih belum tau kelanjutannya kaya apa setelah test tulis itu. Selain itu saya ngerasa test tulis kemarin ancur sekali :)) . Apalagi yang pas soal matematika (yang

Read More

Share
blog
research