feed

Avatar

mask

Di sebuah sore yang basah setelah diguyur hujan sejak siang, di salah satu sudut sebuah kedai coffee giant, saya memenuhi janji temu dengan dengan salah satu sahabat yang kebetulan sedang transit di Jakarta seusai dia menghadiri undangan sebagai narasumber di negara tetangga. Seperti biasa, obrolan hangat langsung tercipta karena memang sudah lama sekali kami tidak pernah bertemu karena alasan jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing.

Obrolan bergulir begitu saja, mulai dari saling bertukar kabar tentang kondisi masing-masing, berlanjut ke berbagai topik obrolan lain yang sifatnya random. Begitulah memang kebiasaan kami; apapun bisa jadi bahan obrolan sekalipun topiknya absurd.

“Eh, akun facebook kamu kenapa dihapus?”, tanya saya.

“Hmm, nggak apa-apa, lagi jenuh sama social media. Padahal aktivitas social mediaku belum seheboh kamu, ya?

Read More

Share
advertise

Obrolan Absurd (4)

Entah siapa “pencetus” keluarnya dialog-dialog absurd untuk yang pertama kali di keluarga saya. Tapi sepertinya Papa saya adalah “tersangka utama”-nya, karena biasanya kalau pas kumpul-kumpul di komunitas beliau, si Papa seringkali mengeluarkan jokes yang membuat anak didik maupun rekan sejawatnya ikut terpingkal-pingkal (walaupun Mama saya nggak pernah ikut tertawa dengan alasan : “bosen ah, jokes itu udah pernah denger!” :p).

Nah sepertinya virus ke-absurd-an itu menurun pada kami bertiga, kini tak terkecuali si hubby yang diam-diam juga ikutan tertulari.

1. BALADA MUG

Saya : kamu mau mug nggak, Ndung? Mug dari kantor aku. Terbuat dari dari stainless steel, ukuran imut, ada grafir tulisan tempatku bekerja. Bisa dipakai buat minum kopi atau teh gitu..

Adik : asiiik,

Read More

Share
partner

Obrolan Absurd 3

Ada salah satu kebiasaan bersama keluarga dan teman-teman kalau sudah kumpul pasti becandaan-becandaan aneh terlontar begitu saja. Kalimat-kalimat absurd bertebaran dimana-mana. Kalau teman-teman sih kebetulan banyak yang sudah lucu dari sananya. Ditambah dengan seringnya kami berkumpul dan ngobrol di BBM makin “terasahlah” bakat lucunya.

Seperti contohnya suami saya yang aslinya pendiam, sejak menikah sepertinya dia sedikit tertular virus absurdnya saya. Bukan hanya ekspresi wajah yang ikutan sok tak bersalah, tapi celetukan-celetukannya juga kadang lucu-lucu garing gitu. Ya namanya suami, kasian kalau udah usaha tapi nggak lucu, jadi sebagai isteri yang baik ikut menyukseskan, ikut berpartisipasi, paling tidak menyumbangkan tawa :))

Seperti beberapa percakapan absurd bersama orang-orang itu saya abadikan disini. Tsaaah, abadikan. Berasa foto..

1. Dengan teman di BBM : Dongeng Dewasa

Teman : PING!
Saya : yes, Bebih..
Teman : lagi apa?
Saya : barusan selesai bikin podcast buat dongeng

Read More

Share
feed

Obrolan Absurd (2)

Sudah lama saya nggak posting tentang yang absurd-absurd disini ya ;)). Kalau kapan hari saya posting tentang Obrolan Absurd sama temen-temen, sekarang sekalian suami saya juga suka ketularan absurdnya.Yang absurd siapa sebenarnya sih tergantung situasi dan kondisi aja sih. Saya? Ah saya kan sebenarnya anak yang pendiam, nggak ngomong kalau nggak ditanya.. *ngikir kuku* :-”

1. Dengan si hubby : Balada radang tenggorokan

Saya : Duh, paling males deh kalau lagi radang gini. Pasti demam.. :(
Hubby : Ya udah nih minum minyak ikan nih..  *mengulurkan botol besar berisi kapsul minyak ikan punya Bapak dan meminta saya mengambil 2 butir kapsul bening*
Saya : Emang ngaruh gitu kalau minum minyak ikan? Efeknya apa? *ragu-ragu*
Hubby : Ya udah ambil, minum. Bawel amat! Efeknya? Abis ini kamu bisa renang!


2. Sama si hubby : Balada macet (di depan lampu merah KFC Mampang)

Hubby

Read More

Share
guidelines

Obrolan Absurd

Eh, hai.. sudah pada masuk kantor lagi atau masih cuti? Hari ini hari pertama saya masuk kerja lagi setelah libur sejak tanggal 9 September 2010. Suasana kantor masih lengang, sudah banyak yang masuk, tapi tak sedikit pula yang masih cuti.

Seperti tahun-tahun sebelumnya seusai lebaran, di hari pertama masuk kembali ke kantor akan disibukkan dengan kegiatan halal bihalal sebentar dengan Pak Menteri dan para pejabat eselon I s/d IV di gedung utama Mensesneg. Habis itu? Ya sudah kembali ke alam masing-masing. Kerja? Belum tentu juga, wong belum ada kesibukan, hawanya masih hawa lebaran, jadi ya masih kegiatan silaturahmi. Istilahnya masih hari krida :D. Tadi aja saking sepinya kita sudah pengen keluar nonton, tetapi mendadak batal gara-gara pak Deputi justru yang sudah sibuk mondar-mandir bawa berkas ;))

Seperti yang saya bilang kapan hari, lebaran tahun ini saya nggak mudik ke Surabaya, selain karena lebarannya gantian sama suami, sayanya juga belum dapat cuti :((. Nanti deh insyaallah Desember besok pulang sekalian datang ke nikahnya keponakan. Ternyata kalau nggak pulang itu efeknya selama lebaran disini bawaannya mupeng melulu kalau lihat orang mudik. Tapi uniknya

Read More

Share