e-mail

Scribo Ergo Sum

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
— Pramoedya Ananta Toer

Scribo, Ergo Sum, aku menulis, maka aku ada. Sebuah kalimat yang diambil dari bahasa latin, yang merupakan pengembangan ungkapan Rene Descartes, Cogito ergo sum yang berarti aku berpikir maka aku ada.

Tergelitik oleh tweet seseorang yang mengatakan begini, “kalau Anda bisa menulis, sekarang dan nanti, tulislah yang berguna dan mempunyai tujuan bukan untuk diri sendiri tapi orang lain, itu jauh lebih terhormat.” Uhuk! Jadi merasa tertohok.

Read More

Share
podcast
handbook

Besarnya Arti Sebuah Penghargaan

Posting ini sebenarnya adalah repost dari notes di facebook saya. Nggak ada niatan mau repost disini karena orang yang saya bahas disini pasti baca.. hahahaha. Makanya biar dia nggak GR saya posting di situs sebelah aja, itu awal pertimbangannya. Nggak taunya dia akhirnya tahu juga gara-gara ada postingan tentang dia di situs sebelahnya lagi (ceritanya situs kita kan kaya komplek gitu, tetanggaan :D ) & berhubung dianya penasaran pengen tahu seperti apa notes saya itu, akhirnya ya sudahlah saya repost disini.. :D. Ya Saya kopas persis tanpa ada yang saya ubah. Utang saya lunas lho  :D

—–

Lama juga saya nggak bikin notes ya.. Bukan apa-apa, saya kalau udah nulis tuh cenderung panjang, dan toh isinyapun copy paste dengan blog saya. Jadi daripada double tulis sana-sini ya sudah saya tulis di blog dulu baru saya link disini :D. Intinya, agak males nulis dua kali. Itu aja sih..

Well, saya (tumben) gak mau nulis panjang-panjang.. Cuma terharu pas baca salah satu komen dari seorang follower blog say. Ketika saya bercerita bahwa

Read More

Share

Blog it with your heart

Ada banyak teman lama yang menyapa via facebook mempertanyakan sejak kapan saya suka menulis. Hohoho.. pertanyaan kesekian kalinya yang saya terima pagi ini. Ya mungkin dulu-dulunya mereka nggak pernah lihat saya aktif menulis ya, terus kok tiba-tiba di facebook saya nangkring beberapa tulisan “gak penting”-nya saya itu sebagai website..  :D

Soal menulis sebenarnya memang sudah lama. Sejak saya masih SD sudah suka yang namanya menulis. Pelajaran Bahasa Indonesia yang paling saya suka ya pas bagian menulis essay. Yang lain bisa cuma setengah halaman, saya bisa 3x lipatnya. Saya juga suka membuat komik & membuat “buku”. Ahahaaayy.. Buku apa itu? Buku cerita karangan saya sendiri yang saya edarkan dari teman ke teman. Bayangkan saja, jaman SD saya sudah sedemikian narsisnya nyebar-nyebarin buku cerita ala saya yang “culun” banget :mrgreen: . Tapi walau begitu, anehnya saya dulu gak pernah suka nulis diary, layaknya ABG-ABG belon netes kala itu. Punya sih, cuma gak pernah aktif menuliskan apa yang saya rasakan, atau alami secara intens, & historically. Saya nulis kalau saya lagi pengen nulis. Jaman dulu

Read More

Share

Pengen nulis, tapi..

“Dev, tau gak sih, aku tuh benernya pengen nulis kaya kamu gitu, punya blog. Tapi aku mikir kapan ngerjainnya ya. Kadang kalo udah di kantor aku udah sibuk sama kerjaan, kalo sudah di rumah udah males ngutak-atik komputer. Di rumah ya udah aku pakai buat istirahat. Tapi lama-lama mikir sendiri kok aku nggak nulis-nulis ya?”

Itu pernyataan yang sering saya dengar akhir-akhir ini ;)).  Eh, kok jadi mikir sendiri, kalau blog saya update terus apakah kesimpulannya saya sudah kelebihan waktu?:-?. Sebenarnya sih sama saja, saya juga hanya punya 8 jam kerja. Kerjaan segambreng kadang sampai harus hutang load kerjaan untuk diselesaikan besoknya. Tapi kalau buat menulis sih kapan saja juga sempet, tergantung kita niat apa enggak. Gitu sih kalau menurut saya :D

Entah ya, kalau untuk menulis hampir selalu bisa saya lakukan walaupun itu ditengah-tengah kesibukan saya dikejar deadline, sestres-stresnya saya

Read More

Share
advertise