Tag Archives: kontes dongeng

Kontes podcast itu..

Beberapa waktu lalu saya pernah cerita kalau saya ikut lomba mendongeng disini , kan? Iya, lomba mendongeng dalam bentuk podcast itu. Buat yang masih awam tentang apa itu podcast dan lomba mendongeng pasti mengira saya menulis cerita/dongeng, padahal bukan. Saya membaca dan menceritakan kembali dongeng yang sudah ada ke dalam bentuk podcast/rekaman. Tentu gaya berceritanya ya ala saya. Kalau teman-teman ada yang pernah mengalami masa-masa hitsnya kaset Sanggar Cerita, nah.. seperti itulah kurang lebih gaya saya bercerita. Tepat sekali! Seperti drama radio ;)). Bedanya, jika drama radio dilakukan bersama dengan beberapa orang dalam satu tim dan memerankan beberapa karakter/tokoh. Kalau saya hanya bercerita sendiri dengan memerankan beberapa karakter sekaligus (jika ada dan jika diperlukan).

Di postingan sebelumnya juga sempat saya ceritakan bagaimana “perjuangan” saya bersama teman-teman selama masa voting berlangsung. Tapi memang boleh dibilang saya tidak terlalu ngoyo untuk bisa mendapatkan votes sebanyak-banyaknya. Bukan kurang berusaha sih, tapi saya mikirnya gini : “ya namanya saja minta tolong, masa mau maksa? Seikhlasnya saja. Kalau misalnya mereka kurang berkenan atau nggak sempat untuk votes, ya sudah nggak apa-apa. Demikian pikir saya waktu itu :).

Tapi alhamdulillah teman-teman dengan ikhlas membantu menyumbangkan RT dan likes di twitter dan facebook, bahkan ada yang sampai membuatkan saya postingan khusus di ngerumpi! >:D<. Dengan demikian pelan-pelan jumlah votes untuk saya pun naik. Walaupun keder juga ketika melihat peserta lain yang jumlah votes-nya melejit jauh di atas saya, sementara saya baru mencapai angka sekian ratus likes saja. Sedikit terbantu dengan banyaknya yang me-retweet link dongeng saya. Ternyata sampai dengan akhir penutupan masa voting pun, teman-teman masih ada yang memberi likes dan RT di link dongeng saya (walaupun tidak dihitung dan dimasukkan dalam penjurian). Duh, sampai terharu saya.. >:D<.

Memang sempat kurang percaya diri lantaran persiapan membuat dongengnya terbilang sangat mepet, dan saya hanya menyetorkan satu judul dongeng saja. Padahal peserta lainnya ada yang mengikutsertakan sampai 13 judul dongeng lho! Hebat nggak tuh. Kalau ada yang seperti itu memang sudah diniati sejak awal untuk ikut lomba. Persiapannya matang. Nggak seperti saya :|. Jadi ya semakin tipislah harapan saya untuk menang. Sempat sedikit “down” ketika iseng saya dengarkan satu persatu podcast peserta lain. Ternyata bagus-bagus :-bd. Bahkan sepertinya ada yang niat direkam di studio. Sementara saya hanya merekamnya di rumah dengan perlengkapan seadanya :-s. Belum lagi ketika ngobrol dengan beberapa teman, saya semakin ciut melihat respon yang sangat beragam. Salah satu respon yang cukup “makjleb” adalah ini :

“Dev, sayang banget kok endingnya si katak harus mati dengan tragis sih? Menurutku itu kurang child friendly..”

Saya sempat termenung lama. Iya ya, kenapa harus mati sih kataknya? Matinya pun dalam keadaan tragis pula :-s. Kenapa ya kok saya kemarin memilih dongeng itu untuk diikutkan lomba? Kan dongeng lain yang endingnya bagus juga banyak. Berbagai respon dongeng itu pun satu persatu mulai berseliweran di pikiran saya. Jadi ada sedikit rasa “bersalah” karena sudah mendongeng dengan ending tragis dan kurang child friendly seperti itu :((. Tapi salah satu alasan kenapa saya pilih dongeng itu karena pesan moralnya bagus. Itu saja sih.

Hingga akhirnya, setelah merenung sendiri (kebiasaan saya kalau ada pikiran/masalah yang mengganggu adalah dengan “berdialog” dengan diri saya sendiri). Mendadak saya mendapatkan pencerahan dan jawaban atas pertanyaan saya sendiri.

“Semua makhluk hidup pasti akan mati. Soal kematiannya nanti akan bagaimana dan melalui proses seperti apa itu adalah bagian dari takdir, kita tidak pernah tahu karena itu adalah bagian dari rahasia Tuhan. Anak-anak pun harus sudah disadarkan sejak dini bahwa kematian bukan hal yang aneh atau tidak wajar karena nantinya semua makhluk hidup pasti akan mengalaminya. Nah, memang kebetulan katak yang jadi tokoh sentral cerita ini mati dengan perut meledak kebanyakan minum di luar batas kemampuan perutnya lantaran sangat terobsesi ingin bertubuh sebesar lembu. Dia berpikir bahwa jalan satu-satunya membesarkan badan adalah dengan cara meminum air sebanyak-banyaknya. Padahal dalam kodratnya, besar tubuh katak ya hanya sebesar itu, tidak bisa lebih. Segala sesuatu yang terlalu dipaksakan dan melebihi batas kemampuan pasti akan mencelakai diri sendiri.”

Dongeng memiliki berbagai macam ending. Ada yang berakhir bahagia, tapi ada juga yang berakhir sedih. Karena memang seperti itulah sebenarnya hidup, tidak selamanya menyenangkan, jadi pasti akan ada kisah dari sisi sebaliknya. Itu yang pelan-pelan ingin kita sampaikan melalui dongeng. Tapi lebih dari itu semua adalah pesan moral cerita tersebut dapat diterima dengan baik oleh anak-anak.

Kembali lagi ke lomba dongeng, saya sendiri kurang memperhatikan kapan seharusnya pengumuman pemenang akan diumumkan, terkait website Indonesia Bercerita sempat down selama 2-3 hari, sehingga mau tidak mau masa voting harus diperpanjang dan tanggal pengumumannya pun harus diundur. Ya sudahlah tak apa, pikir saya, kalau sudah siap semua pasti akan diumumkan. Saya pun kembali sibuk dan baru sadar kalau sudah tanggal 20 Mei. Nah lho, terus kapan ini pengumumannya? :-o

Hingga akhirnya, Jumat malam kemarin ketika saya iseng buka facebook muncullah link pengumuman di akun Indonesia Bercerita. Ketika saya klik link ini kok ya pas terpampang nama saya di urutan pertama, alhamdulillah saya terpilih sebagai pemenang untuk kategori Ayah Bunda Pencerita. Yaaayyy!! \:D/. Kok ya pas banget ya, pas BB saya lagi kumat error-nya, ndilalah saya dapat gantinya :D. Tuhan itu memang adil ya. Dia memberikan apa yang kita butuhkan, bukan hanya semata-mata yang kita inginkan. Saya memang butuh handphone baru dan alhamdulillah dapat yang baru beneran :D \:D/.

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk semua teman (yang namanya tak mampu saya sebutkan satu persatu), atas semua bantuan, dukungan dan keikhlasannya membantu saya selama masa penjurian kemarin yaa.. >:D<

Saya sayang kalian.. :-*

 

ilustrasi : http://winning-guides.blogspot.com