Namanya Juga Usaha..

Cara penerimaan pegawai itu ada beberapa macam. Ada yang secara manual : kirim lamaran via pos, atau datang langsung sekaligus interview dengan user (walk in interview). Ada juga yang secara online dengan mengisi form via internet. Untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kebanyakan sudah melalui sistem online, hanya waktu pemberkasan saja yang memang diharuskan untuk datang langsung.

Proses penerimaan calon pegawai negeri sipil memang berbeda dengan swasta yang bisa sewaktu-waktu bisa memasukkan aplikasi lamaran. Kalau penerimaan cpns hanya dilakukan di waktu-waktu yang telah ditentukan oleh masing-masing kementerian/departemen saja. Tapi itu pun masih sering seseorang yang tetap mengirimkan lamaran walaupun belum ada penerimaan lagi. Via pos dan tak jarang juga disampaikan secara langsung ke Biro Kepegawaian. Kalau di instansi tempat saya bekerja, banyak surat lamaran yang ditujukan langsung ke Presiden RI atau Menteri. Bahkan ada lho seorang teman yang saya baru ngeh kalau itu teman saya di Telkomsel gara-gara baca surat lamaran & lihat fotonya, ternyata dia mengirimkan ke alamat.. Cikeas ;)). Lha ya ngapain coba? Ya jawaban yang kita berikan pun akan

Read More

Share
help

Akhirnya prajabatan juga..

Akhirnya saya pulang juga ke rumah setelah menjalani diklat prajabatan selama satu minggu di Pusdiklat BPS di Jl. Jagakarsa 70 Lenteng Agung. Tapi belum sepenuhnya pulang juga sih karena besok sore saya masih kembali lagi ke Pusdiklat karena hari Senin ujian. Doakan saya ya \m/ :D. Okelah kalau begitu, berhubung oleh-oleh cerita saya cukup banyak, jadi ya akan saya bagi dalam beberapa tulisan ya.. :)

Iya jadi ceritanya saya & teman-teman Sekretariat Negara wajib mengikuti diklat prajabatan CPNS disana bersama teman-teman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Kementerian BUMN, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Mulai tanggal 31 Mei 2010 s/d 8 Juni 2010. Karena acaranya cukup padat sehingga kita diwajibkan menginap di asrama. Seneng sih karena yang tadinya kita hanya kenal teman-teman dari 1 instansi saja akhirnya bisa

Read More

Share
report

Penumpang Yang Ribet..

Minggu pagi itu cuaca Jakarta sangat cerah. Sayapun bersiap-siap menuju ke bandara Soekarno Hatta untuk selanjutnya menuju Surabaya guna mengurus printhilan-printhilan buat legalisir & pemberkasan. Penerbangan dengan menggunakan Lion Air pukul 08.20 wib.

Ruang tunggu penuh sesak. Beberapa kali panggilan ditujukan untuk penumpang tujuan Makassar yang mungkin masih ada yang tertinggal entah di lobby, masih check in, atau dalam perjalanan menuju gate tempat pemberangkatan. Entahlah, yang jelas tujuan Makassar pagi itu nggak berangkat-berangkat gara-gara mungkin ada penumpang yang keselip.

Saya dengan tas ransel isi berkas-berkas & sepotong baju plus beberapa buku kumpulan soal CPNS buat adik saya :D (dia critanya juga pengen nyobain gitulah) melenggang ke pesawat setelah tak lama setelah panggilan ke Makassar itu berubah panggilan untuk tujuan Surabaya. Seat saya agak belakang, 2 seat setelah emergency exit door. tampak serombongan ibu-ibu yang tadi sempat saya lihat heboh foto-foto di ruang tunggu mulai berisik mencari seat masing-masing. Saya mempersilahkan seorang ibu yang

Read More

Share
site-map

Suatu Sore Didepan Balairung UI

Lama ya saya nggak posting disini ya :D . Bukan karena udah ogah, tapi ada banyak kegiatan yang menyita waktu saya akhir-akhir ini. Ide nulis sih ada, bahkan sampai saya tulis dimana-mana untuk “menyelamatkan” dari mendadak hilangnya ide-ide itu. Tapi ya sekali lagi karena kesibukanlah yang membuat saya nyaris nggak punya waktu untuk menuliskannya disini.. *alasan..* :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu saya disibukkan sama seleksi CPNS yang hampir tahap final & setumpuk kerjaan yang menunggu saya konsumsi satu persatu. Ada satu kejadian yang membuat saya trenyuh ketikaa saya menunggu di sekitar Balairung UI tempat saya psikotest kemarin. Sore itu hujan cukup deras, bahkan disertai dengan angin kencang. Saya bersama 2 orang peserta psikotest ngobrol di teras balairung sambil menunggu jemputan & hujan reda. Diujung sana ada seorang wanita setengah baya terlihat sedang sibuk mengutak-atik isi tempat sampah. Ya, dia seorang pemulung. Sore yang makin pekat itu agaknya tak menyurutkan langkah wanita itu untuk berhenti memungut apapun yang bisa dimasukkan tas plastik besar warna hitam itu. Tak terkecuali

Read More

Share
guidelines

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri

Antrian panjang bersap-sap memanjang sampai keluar pintu aula Pusdiklat Sekretariat Negara membuat saya harus sabar menunggu untuk bisa sampai ke meja yang terdiri dari beberapa pegawai berpakaian formal. Rasanya dejavu ketika saya harus kembali mengantri, registrasi, membawa beberapa berkas penting untuk diserahkan, macam ijazah, fotokopi KTP, transkrip nilai. Ingatan saya mendadak melayang ke jaman awal-awal kuliah dulu, ketika sibuk-sibuknya mengurus ini itu, mengisi form ini itu, membulati lingkaran-lingkaran dengan pensil 2B. Hanya saja bedanya kali ini nggak se-hectic dulu, pun formnya hanya selembar berisi data diri.

Melihat kiri kanan saya yang terdiri dari “fresh graduaters” kok jadi ngerasa ciut ya. Bukan ciut badannya, tapi nyalinya. Berasa tua banget saya berdiri diantara para lulusan-lulusan baru ini, sementara saya sudah 10 tahun lalu menyandang gelar “fresh graduate”. Hiperbolisnya perasaan saya bilang gini, “ya ampun.. kayanya yang emak-emak cuman aku doang nih, semua kok masih precil-precil gini..”. Padahal mungkin ya nggak gitu-gitu amat, karena kebetulan

Read More

Share
store
notice