Ketika seseorang yang tadinya menikah lalu terpisahkan oleh oleh ajal atau selembar akte cerai, jika keduanya memiliki anak maka sebutannya adalah single parents. Ya, saya lebih suka menyebut dengan istilah “single parents”, ketimbang duda atau janda sekalipun ya memang itu benar status mereka secara umum. Tapi secara konotasi kok saya merasa lebih nyaman dengan menyebut mereka seperti itu ya :) . Siapa pun pasti tak pernah berharap menjadi orang tua tunggal (single parent). Keluarga yang lengkap dan utuh merupakan idaman setiap orang, ya kan?
Ok, saya nggak akan terlalu dalam membahas tentang sisi seorang single parents, mengupasnya sampai detail. Saya cuma ingin berbagi sebuah cerita yang buat saya menarik..
Saya punya teman seorang single parent yang masih muda. Usianya kini belum genap 25 tahun. Bukan.., dia bukan berpisah karena cerai, tapi suaminya meninggal ketika menjalankan tugas. Almarhum suaminya adalah seorang pilot, dan meninggalkan dia beserta si kecil yang waktu itu masih berusia 5 bulan. Lalu setelah kejadian yang menewaskan suaminya itu apakah lantas dia ber-mellow pillow sorrow, berlama-lama larut dalam
Read Morenews
Nama, apa sih nama itu? apa gunanya, apa pengaruhnya? Kenapa nama bisa mempengaruhi tingkat pe-PD-an seseorang? Tulisan ini saya buat karena saya beberapa waktu ini sering mencermati hubungan antara nama & kepercayaan diri seseorang, plus hubungannya dengan bidang pekerjaan seseorang. Hah? ! Bidang pekerjaan? Apa hubungannya? Kalau misal namanya Ngatini apakah tidak boleh menjadi seorang manager? Atau jika namanya Catherine tidak layak jika harus menjadi office girl, misalnya?