Wacana Bernama Kejujuran

“Indonesia ini mentalnya udah terpuruk bener ya, Dev…”
“Kok tiba-tiba bilang kaya gitu, Mbak?” :-?
“Duh, trenyuh aku… Hmm, ini masalah anakku, dia kan hari ini Ujian Nasional…”
“Trus?”
“Anakku di sekolah kan prestasinya lumayan, selalu 3 besarlah. Nah, semalem pas aku lagi nemenin dia belajar, dia curhat sama aku…”
“Cerita apa, Mbak?”

Lalu mengalirlah sebuah cerita yang boleh dibilang basi-basi mengenaskan. Saya bilang basi, karena ini bukan kasus pertama. Mengenaskan karena ironis, ketika orangtua dengan susah payah mengajarkan kejujuran pada anak, ternyata sekolah, yang notabene sebagai tempat pendidikan anak ternyata mengajarkan hal yang sebaliknya.

Anak teman saya itu “di-briefing” oleh guru-gurunya di sekolah supaya besok ketika ujian berlangsung, sekitar pukul 9 pagi diminta untuk pura-pura ke kamar kecil. Di sana nanti bertemu dengan si oknum guru, lalu Si Anak akan diberikan kunci jawaban yang harus dihafalkan. Nanti dia harus memberitahukan ke teman-teman di kelasnya

Read More

Sebuah Teguran

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah komentar panjang di salah satu tulisan lama saya, di blog yang lama. Komennya bukan tentang isi postingan sih, tapi justru tentang ilustrasi yang saya gunakan di postingan itu. Menurut beliau, ilustrasi yang ada dalam tulisan saya itu adalah foto miliknya ketika ada pementasan tari di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2008. Yang membuat sedikit kurang nyaman adalah kata-kata:

“Saya tahu ini adalah postingan lama tapi soal tata krama penggunaan karya orang lain rasanya perlu diperhatikan. Saya hanya kecewa saja dan mari kita belajar dari hal ini.”

Jadi, saya dianggap tidak punya tata krama karena tidak meminta izin pada beliau dan langsung mempergunakan gambar tersebut di blog saya yang abal-abal itu, meskipun saya sudah menyertakan link ke flickr beliau.

Menanggapi statement itu saya jadi gamang sendiri. Mau marah kok ya saya sama sekali tidak punya energi untuk marah, tapi kalau saya diam saja kok sepertinya mengiyakan kalau saya tidak paham etika berinternet :(

Jadi, ada sebuah 

Read More

Know Your Passion!

“We cannot be sure of having something to live for, unless we are willing to die for it…”
- Che Guevara -

—–

Di suatu siang, di salah satu kedai coffee giant di bilangan Pondok Indah, saya merencanakan janji temu dengan salah satu desainer kenamaan Indonesia, Era Soekamto. Tujuannya cuma satu, mentoring. Deg-degan pasti, karena ini kali pertama saya bertemu dengan beliau, dan saya belum mengenal karakter beliau secara dekat. Waktu itu, yang namanya mentoring bentuknya akan seperti apa, saya juga masih belum tahu.

Ternyata Mbak Era ini adalah sosok desainer yang ramah, smart, dan sangat total dengan dunia kerjanya. Pelan-pelan kami ngobrol dari satu topik ke topik lainnya, hingga sampailah kami pada topik inti, know your passion. Ada

Read More

Surprise!

Siapa sih yang nggak suka kalau dikasih surprise apalagi di saat spesial dan dilakukan oleh orang-orang yang spesial pula. Ah, saya juga mau, apalagi kalau pas ulang tahun.

Tapi apa jadinya ketika kita berulang tahun justru dapat kejutan yang bikin  jantungan, paranoid, atau hal-hal yang sama sekali tidak kita sukai? Menikmati surprise-nya? I don’t think so deh kayanya. Nah, pasti semua sudah tahu kemana arah pembicaraan saya kan? ;)) Iya, ke arah Tragedi Suster Ngesot yang sedang marak dibicarakan di berbagai media itu ;)

Mungkin buat sebagian orang, hari-hari spesial orang-orang terdekat itu harus dirayakan dengan cara yang “spesial” pula. Ok, saya setuju. Toh, nggak setiap hari ini, kan? Tapi apa iya harus dilakukan dengan cara yang menakutkan dan membahayakan orang

Read More

Think Outside The Stigma

Kemarin ada Mbak Latree Manohara menge-tag saya dan beberapa teman —yang kebetulan juga PNS— di twitter begini,

“I may not be the best, but I do my best http://bit.ly/uqpwGO

Ah ya, lagi-lagi bicara tentang stigma yang sudah melekat di PNS. Stigma, semacam penamaan yang buruk terhadap sosok tertentu akibat adanya pengetahuan dan pemahaman yang kurang tepat. Klasik. Stigmatisasi bisa terjadi kepada siapa saja, profesi apa saja, status dan kondisi apa saja dalam masyarakat.

Dalam hal stigmatisasi negatif tentang PNS, bak dua sisi mata uang, diantara yang kontra pasti masih ada yang pro. Berusaha memberikan perspektif yang lebih humanis, karena masih banyak aparatur negara yang punya dedikasi, loyal, dan menjalankan tugasnya dengan

Read More

Bitter or Better?

“It’s a lie to think you’re not good enough. It’s a lie to think you’re not worth anything...”
– Nick Vujicic -

Saya adalah salah satu pengguna alat transportasi umum Transjakarta. Selain Transjakarta, saya juga menggunakan Kopaja 57 atau Metromini 75 untuk mengantar saya pulang ke Mampang. Sebagaimana pemandangan yang lazim dijumpai di setiap terminal, selain pedagang asongan yang pasti ada yaitu yaitu pengemis. Selama ini saya hampir tidak pernah ada masalah dengan mereka, tapi jika kelakuan mereka sudah mengganggu tentu lama-lama akan menimbulkan rasa kurang nyaman.

Seperti contohnya sore itu, saya naik Kopaja 57. Belum jauh laju bus dari terminal, sudah ada seorang pria yang sengaja mengedrop seorang anak kecil dari gendongan punggungnya, dan memasukkannya ke dalam bus yang saya

Read More

#indonesiajujur : Tip of An Iceberg

“Dek, kamu nggak belajar? Kan besok ujian..”
“Tenang aja, Pa.. Aku udah tahu jawabannya kok..”
“Maksudnya kamu sudah dikasih kisi-kisi soal sama gurumu?
“Bukan kisi-kisi, Pa.. Tapi jawabannya. Kita itu udah dikasih tau jawabannya jadi besok tinggal jawab aja..”

Kawan saya bercerita dengan ekspresif tentang jawaban anaknya yang akan menjalani ujian. Mungkin zaman memang sudah berubah, dan perkembangan kegiatan contek menyontek yang klasik itu pun sudah mengalami metamorfosa dalam prosesnya. Demi sebuah nilai bagus, peringkat/ranking, kredibilitas, dan pengakuan tentang kemampuan diri, akhirnya anak didik dan sekolah pun seolah menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Membahas

Read More

Rape is not a joke!

Bagi yang sudah sering bermain di ranah social media pasti familiar dengan yang namanya twitter, kan? Tempat dimana kita bisa “berceloteh” dan menceracau tentang apa saja. Tempat “berbagi” hal positif sekaligus negatifnya. Pasti kita juga sudah tidak asing dengan hashtag memetwit atau twit memedi, atau twit horor, atau twit menyeramkan yang kerap “disajikan” tiap malam Jumat, kan? Kisahnya sendiri ada yang berdasarkan pengalaman nyata, atau hanya cerita rekaan belaka. Tapi yang jelas pasti temanya horor. Namun dalam perkembangannya, #memetwit mengalami penyimpangan ide, mungkin maksudnya untuk mengubah timeline malam Jumat menjadi tidak melulu berisi cerita horor ya, sehingga ada yang memodifikasinya dengan memberikan tweet-tweet lucu walaupun dengan tetap menggunakan tema dan tokoh seram.

Tapi, ketika menyimak timeline twitter dengan hashtag #hororgagal beberapa

Read More

Berani Bermimpi!

Siapa yang tak kenal Agnes Monica, artis muda multi bakat dengan segenap atribut dan idealismenya? Seorang artis lokal yang berani bermimpi dan mencanangkan dengan lantang bahwa kelak suatu hari nanti dia akan go international. Tentu saja perlu kepercayaan diri yang tinggi untuk berani mengeluarkan pernyataan“go international” itu ya, karena go international yang dimaksudkan publik tentu saja bukan hanya “sekedar” manggung dan terkenal (di sekitaran) negara tetangga, tapi lebih dari itu, go international yang dimaksudkan oleh publik adalah yang benar-benar mendunia, dikenal oleh publik secara internasional.

Bukan hal yang mudah pula bagi Agnes untuk menyakinkan banyak pihak bahwa dia kelak mampu mewujudkan mimpinya. Mengingat statement untuk go international sudah digembar-gemborkan beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang pun tak juga go international. Berbagai komentar positif dan negatif silih berganti menyambut idealisme “gilanya” itu. Tak sedikit pula yang menilai Agnes terlalu ambisius untuk menjadikannya sebagai artis internasional.

Pengertian penyanyi internasional

Read More

Haruskah Berkebaya?

“Dear All, dalam rangka memperingati hari Kartini, maka seluruh karyawati pada tanggal 21 April nanti wajib menggunakan busana nasional (kebaya). Akan ada penilaian karyawan dengan busana terbaik.”

*****

Demikian bunyi salah satu pengumuman di web intranet sebuah perusahaan beberapa tahun lalu. Seperti peringatan hari Kartini di tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari Kartini tahun itu pun tak jauh dari kegiatan karyawan berbusana nasional, mungkin yang membedakan hanya tema peringatannya saja.

Maka tak pelak, hari itu hawa centil dan taburan wajah-wajah cantik memenuhi seluruh kantor. Yang biasanya hanya tampil kasual atau berbusana kantor mendadak terlihat lebih cantik dan feminin dalam balutan kebaya dengan berbagai model dan gaya. Gelak tawa cekikikan dan

Read More

Cantik Itu Tidak Harus Putih..

Katanya kalau bayi waktu lahir kulitnya kemerahan, nanti gedenya pasti berkulit putih/kuning langsat. Tapi kalau baru lahir kulitnya putih, nanti besarnya akan berkulit coklat/sawo matang. Entah benar atau tidak. Saya nggak tahu kulit saya waktu bayi dulu warna putih atau merah. Tapi kalau lihat foto-foto masa kecil saya sepertinya saya keling (hitam) banget deh waktu balita dan TK. Makanya sering dibilang seperti Dakocan , padahal dulu saya paling takut sama Dakocan sekalipun itu hanya berbentuk boneka balon :-s.

Nah ngomong-ngomong tentang kulit, sepertinya standar (orang Indonesia) tentang definisi kulit yang indah dan cantik itu sudah bergeser dari sawo matang ke kulit putih bersih ya, karena faktanya memang sebagian besar orang berpandangan bahwa perempuan yang cantik itu adalah perempuan yang berkulit putih. Jadi jangan heran kalau produk pemutih kulit

Read More

A Reason, A Season or A Lifetime

Salah satu project menulis di awal tahun ini yang menurut saya cukup unik dan spektakuler adalah menulis surat untuk mantan yang nantinya akan dibukukan via @nulisbuku yang deadline-nya adalah kemarin tanggal 8 Januari 2011. Project unik ini berawal dari idenya Naluri yang berniat untuk membukukan kumpulan surat untuk mantan. Dia mengundang para penulis yang berminat untuk berbagi cerita dalam sebuah buku. Bagi penulis perempuan bisa menulis dengan tema Surat Terakhir Untuk Penghuni Mars (STUPM), sedangkan para lelaki bisa menulis dengan tema Surat Terakhir Untuk Penghuni Venus (STUPV).

Jujur awalnya saya antusias untuk ikut project ini. Mengingat ada penggalan cerita mirip sinetron yang pernah terjadi dalam hidup saya

Read More