Bulan Yang Terluka ..

Malam itu bulan pucat kembali terluka. Tusukan-tusukan pedang  sang ilalang muda menginfeksi luka lama sang bulan pucat. Luka yang belum mengering itu kembali berdarah & bernanah. Perih itu, nyeri itu, ngilu itu, tiba-tiba menyerang & kembali meradang. Hujan badai menerpa liar padang rumput itu. Sang ilalang muda tertawa angkuh memegang pedang yang ujungnya berlumur darah.

Sang bulan pucat berteriak, mengaduh, menangis menahan ngilu. “Kau tak tahu maksudku, ilalang muda!”, teriaknya parau disela gemuruh hujan. Lukanya berdarah, makin terasa pedih luka yang menganga itu. Teriakan minta pertolongannya tak mampu mengalahkan gemuruh petir yang bersahut-sahutan. Kilat yang menyambar-nyambar & angin topan badai itu..

Sampai akhirnya badai menghempas sang bulan pucat luruh, teronggok kuyu menancap di karang yang terjal..

Sang ilalang melangkah menghampiri bulan yang terkoyak. Matanya hanya menatap hampa pura-pura kasihan.. “Itulah bayaran untuk kebebasan yang kuminta, Bulan.. “, serunya sambil menghamburkan pasir ke wajah sang bulan yang pucat, pias, tak bernafas..

Mati bersama tawa angkuh sang ilalang muda & auman serigala…

Continue Reading

Lelaki Sayap Jingga

angel

Perempuan bersayap pelangi terpekur di sudut malam bersama pendar cahaya keperakan. Jemarinya ngilu, bibirnya bisu, wajahnya layu. Menunggu lelaki bersayap jingga pulang membawa jutaan kilowatt rindu & kerjap mata yang menyimpan cinta..

Melihat lelaki sayap jingga itu begitu jauh, berdiri tegak pada sebuah pulau kecil. Butuh sebuah perahu untuk mencapainya, butuh ribuan kayuh untuk menjumpanya, butuh ribuan kepak sayap untuk memeluknya. Sayang sayap kecilnya sedang patah, terbebat perban dedaunan kering. Hanya sepenggal harapan akan perjumpaan, di sebuah tempat, pada suatu waktu. Di sebuah ruang & hati dimana dia bisa menikmati mahligai rembulan lelaki bersayap jingga yang cahayanya memancar lembut melerai gundah jiwa..

Perempuan bersayap pelangi itu akhirnya lelap diujung malam. Terkulai tak berdaya, letih ditemani pendar cahaya keperakan & rembulan yang berjelaga..

—————————–

* Lagi pengen belajar nulis beginian.. Kalau jelek maklumin yah.. Namanya juga belajaran  😀

gambar dari sini

Continue Reading

Life in Mono

soulmate7
Sedihmu, adalah tangisnya
Gembiramu, adalah suka citanya
Nyamanmu, adalah bahagianya
Jenuhmu, adalah bosannya
Pun penatmu juga lelahnya..

Dua raga, terpasung dalam satu jiwa..
Terayun dalam satu frekuensi rasa yang sama
Ragamu hanya sebatas rupa, namun dia adalah nyawa

Sayang, kau tak ujung percaya
kau anggapnya dusta belaka,
“Pergilah, kau tak tahu apa-apa tentang rasaku!”,
Sedihnya berlumur isak & air mata

Rasa-mu tak sama dengan rasa-nya
Pikir-mu tak sama dengan pikir-nya
Jiwa-mu tak sama dengan jiwa-nya
Karena…

.. hati-mu (ternyata) bukan untuk-nya ..

– Jakarta, 20090405, life in mono –

Continue Reading