Punahnya Rasa Kepedulian

Cerita yang nggak seberapa penting, cuma ingin share tentang pengalaman saya hari ini & akhirnya saya simpulkan, bahwa ternyata nggak semua orang punya rasa empati terhadap sesamanya.. :((

Ceritanya, kemarin saya iseng jalan ke Pasar Festival. Nggak pengen ngapa-ngapain, cuma pengen jalan aja. Kebetulan kalau Sabtu kan libur, sementara suami ngantor setengah hari, jadi ya sudah daripada menganggur dirumah saya pilih jalan-jalan aja ke mall kecil yang deket rumah. Padahal Pasar Festival bukan mall sih ya. Bodo amat deh apalah itu namanya :D. Seringnya sih nongkrong baca buku di lantai dasar, di toko buku bekas itu. Kalau nggak gitu ya jalan aja muter sambil cari makan siang di foodcourt. Kebetulan rumah saya di Mampang jadi lumayan dekat kalau mau kesana. Cari transportasi yang mudah & safe ya naik Transjakarta (kerap disebut busway).

Tidak berapa lama, tibalah busway yang saya tunggu. Kondisi busway nggak seberapa penuh, tapi tidak ada satu seat pun yang kosong. Kebanyakan penumpang yang baru naik pada berdiri semua, termasuk saya. Dari sudut mata, saya memperhatikan si mas safety guard busway sedang sibuk tengak-tengok kiri kanan mencari tempat duduk yang kosong. Bukan GR atau apa, mungkin dia melihat perut saya yang mulai membuncit ini & bermaksud mencarikan tempat duduk untuk saya (sesuai dengan stiker yang tertempel di busway “utamakan wanita hamil,orang cacat  & manula”).

Jujur saya nggak terlalu berharap akan ada yang berbaik hati memberikan tempat duduknya dengan sukarela pada ibu hamil seperti saya. Bukan mau sok kuat atau apa ya, cuma entah ya saya sendiri sudah maklum dengan “budaya” penumpang busway pada umumnya. Kenapa saya sebut “budaya”? Ya karena “gayanya” semuanya sama dari busway satu ke busway lainnya. Entah pura-pura atau beneran tidur, sambil pasang earphone ipod di telinga, smsan, telepon, atau cuek saja walaupun ada wanita/ibu2/wanita hamil, kecuali yang memang bener-bener nggak tegaan seperti saya :).

Dulu pas saya belum hamil, saya sering kasih tempat duduk buat ibu-ibu yang sedang hamil, nggak peduli sedang hamil muda (masih ga seberapa buncit tapi dah keliatan) atau yang udah hamil tua (kalau ini sih prioritas). Bukan apa-apa saya orangnya suka nggak tegaan ngeliatnya. Membayangkan harus berdiri menyangga perut & beban yang lain (tas atau other belongings). Pun kalau ada ibu/bapak yang sudah tua saya juga sering kasih tempat duduk , kalau ini saya suka ingat sama ortu. Mana tega kita melihat ortu kita berdiri berdesak-desakan di angkutan umum, sementara kita yang masih muda, masih kuat berdiri sok pura-pura nggak tahu, nggak lihat.

Akhirnya, safety guard yang baik itu mendapatkan satu tempat duduk untuk saya dengan meminta penumpang lain (bapak-bapak) untuk mengalah memberikan tempat duduknya untuk saya. Duh, sumpah saya terharu banget. Ini kali pertama saya naik busway dalam keadaan hamil & ternyata masih ada yang peduli sama saya :(( . Makasih ya mas safety guard (lupa liat namanya), &  pak siapalah.. (yang sudah mengalah memberikan tempat duduknya untuk saya).

Beda sekali dengan kondisi mau pulang. Keadaan busway tidak seberapa penuh, tapi tetap tidak ada satu kursi pun yang kosong. Sekali lagi saya tidak berharap akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan waktu saya berangkat. tadi. Dikasih tempat duduk ya syukur alhamdulillah, nggak juga nggak apa-apa. Toh jarak Rasuna Said ke Mampang deket ini. Dari situlah saya memperhatikan, memang benar, entah memang tidak ada yang memperhatikan saya karena kondisi badan saya masih langsing-langsing aja seperti orang yang  tidak sedang hamil jadi tidak ada seorang penumpang pun yang iba sama saya ;)) , atau karena memang sudah merasa PW (posisi whuenak), jadi pada malas meninggalkan kursi masing-masing.

But anyway, saya nyantai-nyantai aja kok. Masih untung bisa nyandar di kaca pemisah tempat duduk dekat pintu, sambil smsan sama suami, sambil sesekali memperhatikan tingkah laku penumpang busway. Di tempat duduk deretan tengah, ada serombongan remaja yang sengaja duduk berderet satu  grup, malah asik foto-fotoan di dalam busway. Saya cuma cuman senyum aja sih. Ternyata tidak semua orang mau peduli dengan orang lain. Mungkin pikirnya, “halah, sama-sama bayar ini. Tahu sendiri kan kalau busway jarang ada yang kosong. Nyari tempat duduk juga susah. Rumah gue jauh nih. Maaf yah..”. Mungkin pikir mereka kaya gitu kali ya

Terlepas dari itu semua, samasekali bukan bermaksud untuk dikasihani mentang-mentang saya lagi dalam kondisi hamil lho ya. Sama sekali tidak. Dikasih ya syukur. Nggak juga ya udah, nggak apa-apa. Semua itu kan akhirnya menunjukkan seberapa peduli kita sama orang lain. Kasihan mengasihani itu bukan hal yang harus diminta, harus disuruh. Tapi seharusnya murni muncul dari hati kita secara tulus.

Sayangnya di ibukota ini, kesadaran macam itu sudah mulai punah.. 🙁

[devieriana]

Continue Reading

Ahhaaa… :)

_41500258_littlemisssunshine

Sore ini, sebenarnya mood kerja saya sudah hampir hilang samasekali karena selain sudah diluar jam kerja tapi saya masih tertinggal di kantor, selain itu saya sendiri sudah tidak konsentrasi (baca : malas) ;)). Alhasil berkeliaranlah saya di dunia maya. Walau awalnya saya cuma ingin mencari berita yang menyegarkan otak, eh jari-jemari saya malah nyasar ke situs khusus penulis..

Saya jadi menemukan “tempat” yang bisa menyalurkan salah satu cita-cita saya ya. Berkumpul dengan para penulis. Saya sadar sih, tulisan saya masih aneh, jungkir balik, opiknya juga masih bacak-acakan, masih banyak yang perlu dikoreksi, lah kok jadinya saya yang skeptis duluan sih? :)). Tapi jujur, rasanya seneng banget bisa menemukan situs kumpulnya para penulis di Gagas Media..  *jejingkrakan*

Eh tapi belum tahu sih mau ngapain di situs ini.. Tapi ya sudahlah, biarkan mengalir saja. Sambil mempelajari situs ini bekerjanya seperti apa sih? Apa yang bisa saya dapat dari bergabung dengan blognya para penulis ini? 😕

[devieriana]

Continue Reading

– G E M I N I –

Irresistible
Nice

Love is one of a kind

Great listeners..  Very Good in the you know where…

Lover not a fighter, but will still knock you out.


Trustworthy. Always happy.  LOUD.  TALKATIVE.  Outgoing very forgiving. Loves to make out. Has a beautiful smile. Generous. Strong.

THE MOST IRRESISTIBLE

… xixixxixixi …

some of them are so me.. but not all true..

[devieriana]

Continue Reading

That's Why I Hate Yoga

Semua pasti punya dong pengalaman lucu & tolol tentang diri sendiri yang unforgettable. Tadi siang cerita-cerita seru sama temen-temen kok ya ndilalah cerita tentang pengalaman o’on yang terjadi pada masing-masing ya. Mulai yang nggak tahu siap itu mak erot & apa produknya (niat search by picture di google. Pas nemu gambarnya malah jejeritan), apa itu arti jaga lilin (babi ngepet), gaya 69 (dengan polos tanya : itu Kopaja jurusan mana sih?) serta banyak lagi pengakuan & pengalaman ajaib lainnya.

Begitu juga dengan saya. Ada satu pengalaman yang memalukan tapi boleh ditertawakan. Yaitu tidur. Siapa sih yang nggak mengakui kenikmatan tidur? Tapi kalau sampai bablas ketiduran di kelas yoga?

Salah satu training wajib seorang caroline (beberapa tahun yang lalu nih) adalah Service Skill. Biasanya dilakukan secara terintegrasi di salah satu hotel di Jakarta karena callcentre kami tersebar di 4 kota yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung. So, untuk mengumpulkan kami ya di Jakarta.

Hari itu kebetulan hari terakhir kami training di Jakarta. Sesi terakhir ini diisi dengan pengetahuan tentang kesehatan, aerobik, & ditutup dengan kelas yoga. Berhubung malam sebelumnya saya & beberapa teman lain ngecipris ngobrol sampai malam akhirnya tidurnya telat, padahal kami tahu kalau esok harinya kegiatan kami fisikal banget.

Paginya, tentu kami bangun dengan mata cekung karena kurang tidur & arrgh.. kenapa pula ini badan mendadak rasanya remuk & meriang segala sih? Sampai akhirnya saya nggak sadar kalau ambil porsi sarapan nasinya agak banyak, diluar porsi sarapan saya biasanya. Alhasil.. mata saya kriyep-kriyep dengan sempurna, padahal training baru saja dimulai. Bagus ya nak.. bagus.. teruskan tidurnya.. (batin saya memaki-maki). Setelah usaha keras saya menahan kantuk berhasil, dilanjut dengan sesi aerobik. Bagus dong, bisa bikin mata saya melek sempurna & mulai cengengas-cengenges. Suhu badan juga mulai naik, keringetan, kalori terbakar sempurna (I hope so). Dan sampailah kita pada kelas yoga..

Tahu kan yoga itu kaya gimana? Gerakan kalem, relaks, terstruktur jelas, lebih ke konsentrasi, musiknyapun ada yang cuma gemericik air, pokoknya menenangkan banget efeknya. Saya gak tahu berapa lama saya masuk ke dunia relaksasi itu. Yang jelas ketika saya buka mata, teman-teman saya langsung tepuk tangan & anehnya saya juga ikut tepuk tangan bersama mereka dengan wajah tak berdosa. Semua tertawa, sayapun juga tertawa padahal nggak tahu ngetawain apa. Itupun masih diperkuat dengan pertanyaan bodoh saya, “eh, emang kalian pada ngetawain apa sih?”. Kontan spontan menjawab, “ngetawain elu kaliii..Selamat datang di dunia nyataaa..”. “yak, sesi yoga yang paling berhasil adalah sesi yoganya mbak Devi..” .Sekelas langsung tepuk tangan.. Glek! Apa salah & dosaku?

Ternyata, saya beneran kesirep, sodara-sodara. Tidur beneran & nggak bisa dibangunin. Dicubit, digelitikin, disepak-sepak, dipijet hidungnya, tetep gak bangun. Sampai trainernya putus asa & bilang, “ya sudah biarin aja, mungkin kecapekan. Mari kita lanjutkan ke gerakan berikutnya..”. Ahiahahaha.. Hwee.. mosok sih aku sepulas itu tidurnya? Sampai sekarangpun kalau ingat & ketemu sama teman-teman sekelas yoga masih suka dibahas. “Pules banget tidurnya, kaya bayi kekenyangan..”

Tapi lama-lama yah, biar ajalah. Itung-itung saya punya kenangan konyol di masa lalu. Wajar dong, namanya juga manusia. Ketiduran itu gak dosa kan? gak dosa kan? *ngacung-ngacungin celurit* >:)

Itulah kenapa sampai sekarang saya ngga pernah mau sarapan nasi. Padahal kan sumber energi di pagi hari ya? Tapi entah ya, berasa kapok aja. *nyalahin nasinya* ;))

[devieriana]

Continue Reading

Saya & Blog ..

Saya & Blog itu ibarat saudara kandung. Tak terpisahkan.. Dimanapun saya bisa bikin inspirasi tulisan buat blog saya. Apapun bisa jadi bahan tulisan saya. Mau yang serius, konyol, caur.. kalau lagi mood nulis langsung deh ketak-ketik-ketuk.. taraaaa.. jadilah sebuah blog..  😀

Entah kapan awalnya saya mulai senang menulis. Tapi sejak SD rasanya mata pelajaran favorit saya adalah Bahasa Indonesia dengan sub kategori mengarang indah..hehehehe.. Kalau sudah ada materi mengarang indah, namanya otak & jari jemari langsung sinkron menulis apa yang ada didalam pikiran saya.. Soal kerangka karangan yang sebenarnya salah satu bagian penting dalam sebuah tulisan kadang saya abaikan.. ahahahahaha.. sounds weird isn’t it. Tapi ya itulah saya.. malah kebiasaan buruk ini kebawa sampai sekarang.

Kalau ditanya sejak kapan mulai tulis blog.. mmh kapan ya, kayanya sih awal 2007 gitu. Mungkin sedikit terlambat ya, karena fenomena blog ini sudah muncul beberapa tahun sebelumnya hanya saja memang belum semenjamur sekarang. Awalnya juga masih “ogeb” alias bego banget mau nulis apaan sih? Trus efeknya tar apa kalau sudah punya blog? –> stupid question yang waktu itu mute-muter dikepala saya. Yaaa..maklumin ajalah ya.. udik.. 😀

Sampai akhirnya saya merasa kok nyaman banget ya bisa nulis di blog. Tulisan kita bisa dibaca orang lain. Bisa tahu apa yang ada di pikiran orang ketika baca blog kita, suka ketawa baca komen mereka yang kadang suka OOT.. heheheh.. Eh, tapi gapapa, saya malah suka tuh  🙂

Bahan tulisan awalnya sih karena saya suka hal-hal yang berbau motivasi maka kebanyakan isi postingan saya tentang motivasi. Tapi entah kenapa, ternyata ada dorongan yang lebih kuat daripada sekedar copy paste dari situs motivasi. Kenapa saya ga bikin tulisan yang “saya banget” ya? Akhirnya, pelan-pelan saya mulai mengamati & menulis tentang teman-teman saya, tentang kegiatan saya bareng teman-teman, tentang pekerjaan saya, tentang spv saya (kalau yang ini lebih ke : ngomongin.. .xixixix). Sampai akhirnya saya menemukan gaya penulisan ala saya yang cenderung nyantai, kadang serius tapi masih dalam koridor tulisan yang ringan dibaca (mmh, hopefully sih begitu).

Pernah saya curhat dengan salah seorang teman, “saya kok kayanya pengen jadi penulis, ya” . Sama halnya ketika saya pengen jadi penyanyi walaupun suara alakabarnya, “aku kok pengen jadi penyanyi ya? andai ada produser khilaf nawarin aku jadi penyanyi..mau banget deh..”. 😀 Tapi ya baru sebatas curhat bin uneg-uneg itusaja. Belum ada keberanian buat mengajukan naskah ke penerbit.. gaya banget sih omongan saya ya.. hehehehe.. Ya maksudnya memang belum ada tema yang cukup kuat buat diajukan sebagai naskah yang layak untuk diterbitkan –> nyadar  :p  . Buat saya, tulisan saya bisa dibaca orang, dinikmati, itu aja udah seneng banget.. 🙂  .

Sudah ada beberapa teman yang menyarankan untuk bikin buku, tapi kok saya yang kurang pede (atau belum pede) untuk menerbitkan buku. Kecuali mungkin oneday, suatu hari, suatu saat.. Tuhan kasih saya kesempatan buat ketemu sama penerbit yang dengan ikhlas mengajak saya menulis buku ya..Amiiiieeeeeenn.. 😀

[devieriana]

Continue Reading