report
notice

Suara yang menggelegar itu…

Kalian pernah nggak ada dalam sebuah situasi di antara sekian banyak orang, lalu mendadak ada orang yang teleponan kenceng banget kaya pakai megaphone? Pernah? Saya juga mengalaminya beberapa hari yang lalu.

Seperti biasa, saya pulang kantor menggunakan Transjakarta yang banyak penggemarnya itu. Ketika saya datang, kondisi antrian di halte Harmoni memang sudah mengular, tapi belum terlalu panjang. Di depan saya berdiri seorang wanita paruh baya, berjilbab, berperawakan sedang, yang tengah sibuk smsan. Beberapa saat kemudian dia terdengar sedang menghubungi seseorang dalam bahasa Padang yang kental. Awalnya sih belum terlalu ‘mengganggu’, tapi beberapa saat kemudian entah kenapa mendadak suara ibu itu mendadak naik satu oktaf lebih tinggi.

“OOOH, JADI ANAKNYA IDA LEMAN LAHIRAN? KAPAN? OH, HARI INI? OKE, OKE… YA UDAH… YUK,

Read More

Share
tour
store

Kompasianival 2012

Jumat sore kemarin (16/11) Mas Bukik mem-bbm saya, meminta tolong untuk hadir mewakili Indonesia Bercerita menerima penghargaan dari Kompasiana di hari Sabtu (17/11). Acara yang bertajuk Kompasianival 2012 ini merupakan rangkaian acara ulang tahun Kompasiana yang ke-4, yang tahun ini diadakan di Skeeno Hall – Gandaria City lantai 3.

Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00, sampai di sana sekitar pukul 19.00. Baru saja saya mendaratkan kaki memasuki ruangan yang penuh dengan booth-booth komunitas itu kok ya tepat pas acara pengumuman pemenang \:D/. Jadi semacam baru bangun tidur; nyawa belum genap, sudah diminta untuk berbaris ;)). Tapi bagus juga sih, jadi saya kan nggak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima penghargaan itu. Bukan apa-apa, soalnya di sana nggak ada yang saya kenal; saya juga tidak

Read More

Share

“Please DO NOT ban yourself!”

 Kalau ditanya kebodohan paling epic apa yang pernah kamu lakukan? Saya akan menjawab dengan lantang: “ngeban diri sendiri di blog!” \m/

Iya, ceritanya kemarin saya ngeronda di blog. Blog saya ini nggak tahu gimana awalnya kok bisa sampai banyak banget spamnya. Nah, biar nggak terlalu banyak spam yang masuk salah satunya ya saya harus rajin-rajin nengokin, dan nge-block-in IP-IP yang mencurigakan dan berpotensi spamming.

Kamis malam kemarin pas saya lagi semangat-semangatnya mantau aktivitas dan statistik di blog saya, nggak tahu saya lagi mikir apa waktu itu , tiba-tiba pas lihat ada satu IP yang mencurigakan dan dia lumayan banyak melakukan aktivitas di blog, langsung deh saya banned tanpa ba-bi-bu. Sukurin! >:p

Tapi sejurus kemudian gantian saya bengong, masih nggak ngeh gitu. Kok saya dapat notifikasi segede gaban obesitas di layar laptop saya begini, ya?

Read More

Share

Cerita Sepanjang Jalan

Seorang ibu berbaju merah berpenampilan rapi menaiki Kopaja yang saya naiki di bilangan Gunawarman. Dia duduk di sebelah saya sambil menggengam selembar uang dua ribuan. Matanya celingukan ke sana-ke mari seolah mencari seseorang/sesuatu. Kalau boleh saya artikan sepertinya ibu itu mencari kenek bus yang biasanya sudah menagih ongkos sesaat setelah penumpang naik. Tapi kebetulan memang Kopaja yang kami naiki itu tidak ada keneknya, jadi semua penumpang yang akan turun dan membayar harus langsung ke sopirnya. Entah kalau yang duduk di belakang, apakah mereka sempat maju ke depan untuk sekadar membayar, atau memilih langsung turun begitu saja.

Ternyata benar apa yang saya perhatikan, ibu itu mencari kenek yang sedari tadi tidak menagih ongkos padanya.

Ibu X: “Eh Mbak, serius ini bus ini nggak ada keneknya, ya?”

Saya: “Sepertinya nggak ada, Bu. Soalnya sejak saya naik dari terminal Blok M semua penumpang bayarnya langsung ke sopirnya”

Ibu X: “Waduh, berarti ribet banget dong, ya? Kenapa nggak dibikin sistem kaya di luar negeri, ya? Begitu penumpang naik, mereka

Read More

Share
terms

Tentang Memaafkan

 

Sekitar tahun 2004-2005, saya pernah membaca trilogy David Pelzer True Story, yang terdiri dari buku yang berjudul A Child Called It, The Lost Boy, dan A Man Named Dave. Sebuah trilogy mengharukan tentang bagaimana kisah nyata seorang anak terbuang dan menderita, yang mencoba bertahan hidup melawan child abuse yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, hingga sampai pada kisah dia dewasa dan mulai menemukan jati dirinya. David Pelzer menuturkannya dalam bahasa yang sangat menyentuh, hingga kita bisa merasakan apa yang dialaminya dulu.

Dari ketiga buku itu yang paling berkesan

Read More

Share
api
tour

Scribo Ergo Sum

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
— Pramoedya Ananta Toer

Scribo, Ergo Sum, aku menulis, maka aku ada. Sebuah kalimat yang diambil dari bahasa latin, yang merupakan pengembangan ungkapan Rene Descartes, Cogito ergo sum yang berarti aku berpikir maka aku ada.

Tergelitik oleh tweet seseorang yang mengatakan begini, “kalau Anda bisa menulis, sekarang dan nanti, tulislah yang berguna dan mempunyai tujuan bukan untuk diri sendiri tapi orang lain, itu jauh lebih terhormat.” Uhuk! Jadi merasa tertohok.

Read More

Share

Suatu Sore Bersama Bapak UKD

Jumat lalu, ketika waktu sudah menunjukkan pukul 16.15, semua orang di ruangan saya mulai sibuk mengantri di depan mesin absensi, terutama yang naik bus jemputan. Entah bagaimana kondisi terakhir di luar kantor, yang jelas mereka ingin segera pulang, terbebas dari demonstrasi dan kemacetan, dan tiba di rumah dengan selamat. Beberapa teman masih ada di ruangan dan memilih menyelesaikan beberapa pekerjaan ketimbang langsung pulang, sambil menunggu kemacetan sedikit reda.

Saya sendiri baru keluar kantor sekitar pukul 16.30-an dan mendapati jalanan depan kantor yang sepi. Tidak ada satu pun kendaraan yang melintas, baik kendaraan pribadi, taksi, busway, sampai ojeg yang biasa mangkal di depan kantor pun tidak terlihat sama sekali. Awalnya saya pikir karena lampu merah di ujung jalan sekitaran Harmoni, tapi masa iya lampu merahnya selama ini? Dalam hati mulai curiga kalau lalu lintas sepertinya sedang diarahkan melalui jalur alternatif, menghindari arah Istana, Monas, Bundaran HI, dan sekitarnya :-?

Baru saja berpikir demikian, datanglah dua bapak UKD (Unit Keamanan Dalam) yang kebetulan akan pulang menggunakan motor. Mereka ngobrol sebentar di depan gerbang, persis di

Read More

Share

Interview bersama RPK FM

Hari Kamis lalu saya habis vaksin HPV  yang ke-2 (total vaksin yang harus dijalani sebanyak 3x). Seperti bulan lalu, efek setelah disuntik pasti sore/malamnya lengan yang disuntik akan terasa superpegal seperti habis kerja berat dan pasti ‘kemeng’ (nyeri, linu). Kalau efek demam sih tidak selalu terjadi pada tiap perempuan yang habis divaksin HPV ya, tapi kalau saya kebetulan selalu disertai demam. Belum lagi pas lagi ‘kemeng-kemeng’-nya eh nggak sengaja ditepok kenceng banget sama adik saya. Hmmppffft…. :((

Anyway, beberapa waktu lalu di milis @IDceritaJKT ada tawaran mengisi salah satu segmen acara di Radio Pelita Kasih 96.3 FM.

Read More

Share
notice

Nostalgia Trainer

Kemarin malam saya ngobrol dengan sesama “alumnus” tempat saya bekerja dulu. Ngobrol-ngobrol reuni gitu, jadinya malah mengenang cerita-cerita konyol, dan bandel-bandelnya kita, suka duka, dan dosa-dosa selama jadi customer service. Tapi juga ingat ke masa-masa serius ketika harus “babat alas.” Jaman ketika kartu AS baru launching dan baru akan buka call centre sendiri. Asli ribet deh, tapi seneng, karena jadi punya tambahan pengalaman baru. Jadi trainer, mengajar :D

Seumur-umur yang namanya mengajar di depan calon-calon call centre officer ya baru kali itu. Waktu itu saya dan 3 orang teman lainnya diminta untuk memberikan training ke para calon call centre officer. Kami dibagi dengan spesialisasi materi tertentu, dan kebetulan saya kebagian pegang materi prepaid secara

Read More

Share
store
api

Dunia Halo-Halo…

Satu minggu lalu adalah minggu yang sibuk dan melelahkan. Bukan hanya karena pekerjaan, tapi juga karena jadwal pelantikan yang dilakukan secara marathon selama satu minggu penuh. Diawali dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKPPPP) di hari Senin, keesokan harinya di Sekretariat Militer Presiden, esok Rabunya lanjut di Sekretariat Wakil Presiden, hari Kamisnya di Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara, dan ditutup dengan hari Jumat di Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden (pukul 09.00), dan Sekretariat Presiden (pukul 15.30).

Sebelumnya tidak pernah terbayang dalam pikiran saya bahwa saya akan dilibatkan  dalam bidang keprotokolan seperti ini. Setelah menjalani kegiatan bersama tim keprotokolan selama beberapa kali, barulah saya mengikuti Diklat Keprotokolan selama 2 minggu. Dulu ketika masih berstatus CPNS, saya bersama satu teman seangkatan, dites oleh para protokol

Read More

Share