
Sebenarnya saya pernah menulis tentang tema ini sebelumnya, tapi karena sesuatu dan lain hal yang terjadi pada blog saya, akhirnya postingan itu lenyap sebelum sempat saya back up :((
Ngomong-ngomong tentang tukang pijat, dulu saya sempat trauma sama tukang pijat. Bukan apa-apa, gara-gara habis dipijat, siklus bulanan saya mendadak jadi kacau balau, walaupun akhirnya kembali stabil setelah 4 bulan. Ya, meskipun nggak kenapa-kenapa namanya perempuan tetap khawatirlah. Sampai akhirnya setelah menetap di Jakarta, dan menemukan tukang pijat yang cocok, barulah saya mau dipijat lagi. Itu pun terpaksa karena saya habis jatuh; biasalah, kalau kebanyakan pecicilan kan begini, Kak. Ibu itu kalau mijat nggak langsung pakai minyak, Kak. Tapi seluruh badan dilemaskan dulu dengan pijatan tanpa minyak, baru kalau seluruh urat dirasa sudah lemas dia pijat pakai minyak khusus pijat.
Read More






