Hibernasi

Tak terasa saya sudah meninggalkan blog ini hampir 8 bulan lamanya. Tak dipungkiri, selain mood, juga kesibukanlah yang membuat saya sering beralasan tak ada waktu lagi untuk sekadar menulis, menumpahkan segenap uneg-uneg atau isi kepala yang kadang terlalu penuh. Padahal saya dulu pernah berikrar untuk meninggalkan tulisan di blog minimal satu per bulannya, bahkan menyinyiri mereka yang mengaku blogger namun enggan memutakhirkan halaman blog mereka. Kali ini saya harus menelan ludah saya sendiri.

Sampai akhirnya seorang teman menyadarkan saya untuk kembali menulis, apapun yang saya mau, apa yang saya bisa, sepunyanya waktu. Ayolah, segera!

Memang beberapa bulan terakhir ini ada banyak hal yang menyita waktu dan pikiran. Sebenarnya ingin sekali, sampai di rumah, leyeh-leyeh sebentar, nanti agak malam menulis sekadar sebaris dua baris. Tapi kenyatannya tak seperti yang dibayangkan. Sampai di rumah kadang sudah malam, sudah kehabisan energi duluan untuk sekadar buka laptop. Ada waktu sebentar saya manfaatkan untuk ngobrol atau bermain sebentar bersama Si Kecil. Tak lama kemudian pasti sudah masuk Waktu Indonesia Bagian Ngeloni Anak, yang seringkali berujung saya pun ikut lelap hingga pagi.

Belum lagi di kantor selain menggarap pekerjaan rutin, ada tambahan pekerjaan yang berbau ekstrakurikuler yang membutuhkan keseriusan karena mengawalinya pun sudah butuh waktu dan tenaga. Ya, sekarang saya punya ‘mainan’ baru yaitu mengurus paduan suara. Setelah melalui sekian babak drama, akhirnya instansi saya pun memiliki paduan suara sendiri, setelah sebelumnya merupakan gabungan dari 2 instansi (Kemensetneg dan Setkab) yang tergabung dalam Paduan suara Lembaga Kepresidenan.

Long story short, tanpa disangka, paduan suara kami yang baru saja dibentuk itu ternyata berhasil memenangi Lomba Paduan suara Kepemiluan 2019 antarinstansi pemerintah beberapa waktu lalu. Jadi ya sayang kalau komunitas ini ditinggalkan begitu saja tak terurus. Alhasil saya pun yang awalnya cuma sekadar mengoordinasi para personel paduan suara, akhirnya ikut tercebur total di dalamnya. Ya menyanyi, kadang juga jadi dirijen, kadang jadi tukang sepik alias lobi-lobi, koreografer, sampai mengurus wardrobe. Ya, saya memang didaulat untuk mengisi posisi sapujagat. Tapi alhamdulillah, saya happy dengan apa yang saya lakukan, karena paduan suara masih masuk ranah passion saya. Itung-itung rekreasi jiwa.

Lalu apa lagi yang bikin saya sulit meluangkan waktu untuk menulis? Saya sedang menikmati quality time bersama Alea. Entahlah, rasanya dia tumbuh cepat sekali, tahu-tahu sebentar lagi sudah akan naik ke TK B (nol besar). Padahal sepertinya baru kemarin saya masih kebingungan akan menyekolahkan dia di TK mana. Alhamdulillah, dia happy dengan lingkungan sekolahnya, teman-temannya, guru-gurunya. Ya kalaupun ada drama-drama di sekolah masih wajarlah, namanya juga balita yang sedang berusaha menyesuaikan diri.

Nah, hasil dari seringnya saya ber-quality time bersama Alea, ternyata kalau diperhatikan, ternyata Alea suka menggambar. Mewarnainya pun sudah tergolong rapi. PIlihan warnanya pun mulai berani, garis-garisnya pun mulai tegas. Mungkin benar adanya pepatah yang mengatakan buah pasti tak akan jatuh jauh dari gerobaknya. Saya dulu juga suka menggambar, bahkan sampai kemarin pun saya masih (iseng nekat) mengikutkan diri ke ajang lomba desain seragam Angkasapura, walaupun belum beruntung. Kalau dulu gambaran Alea masih berupa garis-garis lurus kadang tak beraturan, sekarang sudah semakin jelas bentuknya, mana My Little Pony, mana Elsa dari film Frozen, mana gambar keluarga (saya, papanya, eyangnya, dan dia sendiri). Asal saya diberi tahu dia sedang menggambar apa/siapa.

Hal lain yang saya perhatikan dari Alea, dia juga cepat sekali menghafal lagu dan gerakan tari. Tak heran kalau dia sering diikutkan dalam kegiatan tari-menari di sekolahnya. Bahkan, tanggl 29 Juni 2019 nanti dia akan perform bersama teman-temannya di acara graduation sekolahnya di Bank Indonesia. Alhamdulillah ya, Nak… ternyata ada bakat turun temurun yang mengalir dalam dirimu.

Jadi, itulah segenap alasan mengapa blog ini agak terabaikan, selain juga karena drama-drama lainnya yang tak perlu ditulis di sini saking recehnya. Iya kan, Pemirsa? Semoga, ke depan saya tidak semalas ini untuk sekadar meluangkan waktu berbagi cerita, pemikiran, atau apapun di blog ini.

Selamat berakhir pekan, ya….

 

 

[devieriana]

Continue Reading