Makrempong

friendship

‘Makrempong’ adalah salah satu nama dari 10 grup whatsapp yang ada di handphone saya. Baru 10 grup? Ah, cuma dikiiit… Dibentuk pertama kali oleh salah satu teman sekitar bulan April 2015. Isinya pun cuma 11 orang, tapi ramenya mengalahkan puluhan orang yang ada di grup whatsapp lainnya. Kebetulan kami bersebelas ini teman satu angkatan ketika baru masuk di operator merah tahun 2004. Sejak awal dipertemukan di Surabaya, kami sudah mendadak akrab begitu saja, semacam sudah punya chemistry.

Kami ‘lulus’ dari operator merah sekitar tahun 2006. Sejak saat itu kami terpisah menjalani karir berikutnya di kota masing-masing. Ada yang ‘meneruskan’ di operator yang sama dengan beda bendera, ada juga yang menjadi PNS, ada yang menjadi staf di oil company, staf di hotel, menjadi guru, atau ibu rumah tangga. Sampai akhirnya salah satu dari kami berinisiatif membentuk grup watsapp, dan voilaa… jadilah grup bernama ‘Makrempong’, yang artinya emak-emak yang rumpi, bawel, dan rempong tentu saja. Eh, padahal 11 orang itu sebenarnya terdiri dari 10 orang perempuan, dan 1 orang laki-laki, tapi berhubung mayoritas adalah perempuan, jadilah 1 orang laki-laki itu kita anggap perempuan juga… *toyor para emak di grup*

Dari sekian banyak grup yang ada di handphone saya, ada 4 grup yang keaktifannya luar biasa. Luar biasa menghabiskan daya batere handphone, maksudnya. Mereka adalah whatsapp grup kantor, whatsapp grup SMA, whatsapp group SMP, dan whatsapp group ‘Makrempong’ itu tadi. Keempat-empatnya punya karakter yang berbeda-beda. Kalau di grup kantor isinya variatif, selain sebagai grup hore-hore juga bisa digunakan untuk koordinasi kedinasan. Kalau grup SMP dan SMA isinya hampir sama, ngobrol ngalor ngidul, dengan topik yang beragam, mulai serius sampai dengan OOT dan absurd. Sedangkan grup Makrempong walaupun sama-sama rame tapi sedikit beda. Bedanya ada di chemistry di antara kami bersebelas. Jiyeee…

friendship makrempongDi Makrempong, topik apapun bisa dibahas, mulai topik yang berat sampai yang remeh-temeh. Topik tentang keuangan, keluarga, parenting, pekerjaan, curhat tentang pasangan, pendidikan anak, soal tetangga yang menyebalkan, curhat soal pekerjaan, sampai tips dan trik bercinta pun ada. Intinya Makrempong adalah ruang untuk katarsis dan membahas topik yang all in!

Tapi dari sekian banyak grup yang saya ikuti, saya melihat Makrempong adalah grup yang isinya paling tulus. Mungkin karena anggota grupnya tidak terlalu banyak, jadi masing-masing bisa chat secara ‘personal’ di grup. Lagi pula kami juga sudah mengenal pribadi masing-masing sejak 11 tahun yang lalu jadi kami bisa jadi diri sendiri dan nyaman ngobrol tanpa harus jaga image. Intinya adalah toleransi, saling percaya, dan kasih sayang kami terhadap satu sama lainlah yang membuat pertemanan kami awet hingga saat ini.

Bahkan tak jarang, kalau sedang ada topik yang hangat, penting, dan itu memicu komentar para anggota grup, saya bisa ketinggalan hingga ratusan chat lantaran baru sempat mengecek handphone selang setelah sekian menit/jam kemudian. Kalau sudah ketinggalan sekian ratus chat begitu ya sudah, pasrah saja, kalau sudah senggang, baru deh saya sempatkan untuk scroll up membaca satu persatu chat yang masuk. Eh, padahal di grup lainnya saya belum tentu begitu, bahkan sering saya skip-skip saja.

Namanya saja grup yang isinya 11 orang yang punya kepala berbeda, jadi tidak selamanya kami isinya selalu happy, atau punya pemikiran yang sama dan sejalan dalam melihat sesuatu. Pasti adalah saat-saat di mana salah satu dari kami sedang labil, baper (sensitif), down, dan atau menjengkelkan bagi sebagian orang, entah itu karena bawaan PMS, stress di kantor, masalah di rumah, atau memang sudah saatnya menjengkelkan, hehehe. Tapi justru itulah yang seninya persahabatan. Kalau Makrempong isinya orang-orang yang emosinya lurus-lurus saja kok malah kurang seru ya. Perbedaan itu justru membuat persahabatan kami semakin berwarna.

Konon, katanya, kita bisa punya teman sampai puluhan hingga ratusan teman, tapi jumlah sahabat yang dimilikinya tak pernah melebihi jumlah jari di kedua tangannya. Entahlah, benar atau tidak. Tapi kebetulan yang ada di Makrempong ini kok jumlahnya pas, persis sama dengan kedua jari tangan saya ya… hehehehe…

“Family isn’t always blood. It’s the people in your life who want you in theirs. The ones who accept you for who you are. The ones who would do anything to see you smile, and who love you no matter what.”
– unknown –

sumber ilustrasi dipinjam dari sini dan dokumentasi pribadi

You may also like

9 Comments

  1. Rendezvous…. Miss u so much gals… Saiki wes dudu gals maning…hehehe. thx mama alea udah bikin postingan grup makrempong…peluk semuaaa…

  2. Hiks..mba dep, kok dikau pinter bgt nulis yg dowo2 ky beginian..
    sukses membuat daku trenyuh menjelang tengah malam ini.. *nglilir *ada bayi cengak cengik 😀
    smoga persahabatan kita everlasting ky kisah cinta rama dan sinta yaa, aamiin.. *sosor atu2

  3. Dear Devi..aku mengenalmu dgn rambut keritingmu yg hampir membuat kepalamu tampak kecil krn rambutmu lebat. Sandy dgn sabuk putih dan koper trolinya pas kita kerjain dia. Fika dengan bibir seksinya, Bitha:Wiwik:dan Rika dgn “sulit”-nya, Nikmah yang polos (opo-opo dilos). Nino yang perfeksionis serta tegas. Nirma yang punya rumah dengan view makam, dan Cik Mel dengan rambut andalan yang segitu2 aja
    i miss u all ladies…

  4. Miss u all, gak bisa ngebayangin kalo kita ngumpul beneran, di grup aja seru, apa lagi pas kopi darat, belum yang rempong sama krucilnya dewe2, seru seru *keplok2*. Makacih mbak dev, grup kita jadi terkenal berkat tulisannya mbak devi hehehehe *betulinjilbab*

  5. Aaaaahhh kaliaaaan ga disana ga disini teuteep ruameeee…inget ya cita2 kita me recapture poto diatas itu, kita lihat apakah msh seunyu muka2 diatas itu wekekekeke…makasiiih tulisannya mama alea *cipoks*

  6. Ternyata rafika kusuma dewi cah cepu temen mb devi eriana yg blognya aku suka baca hehe….salam kenal mba…rafika memang ndronjong alias rame sejak jaman kuliah hehehe kalau geng sekuliah kami beri nama seven munyuk ahahhaa ga banget….

    *kaget liat wajah fika kok ada di blog ini..oalah ternyata…dunia sempit hehe

  7. I wish I had the same kinda group like you gals. Temen seangkatan uda pada ilang… Koyone aku sing paling sregep mencari mereka. Tapi everytime they’re gone as fast! Hix… #curcol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *