Interview bersama RPK FM

Hari Kamis lalu saya habis vaksin HPV  yang ke-2 (total vaksin yang harus dijalani sebanyak 3x). Seperti bulan lalu, efek setelah disuntik pasti sore/malamnya lengan yang disuntik akan terasa superpegal seperti habis kerja berat dan pasti ‘kemeng’ (nyeri, linu). Kalau efek demam sih tidak selalu terjadi pada tiap perempuan yang habis divaksin HPV ya, tapi kalau saya kebetulan selalu disertai demam. Belum lagi pas lagi ‘kemeng-kemeng’-nya eh nggak sengaja ditepok kenceng banget sama adik saya. Hmmppffft…. :((

Anyway, beberapa waktu lalu di milis @IDceritaJKT ada tawaran mengisi salah satu segmen acara di Radio Pelita Kasih 96.3 FM. Berhubung waktu itu saya masih belum ada kegiatan apa-apa akhirnya mengiyakan tawaran itu bersama sama Kak Fiki dan Kak Lian. Nah, pas hari Jumat, sehari menjelang siaran, saya jadi ragu sendiri, kok badan saya belum fit gini ya? Efek demamnya masih ada, dan kebetulan saya memang sedang flu. Hmm, datang apa enggak, ya? :-s . Tapi berhubung sudah terlanjur janji sama teman dan penyiarnya ya sudahlah saya menyempatkan diri untuk memenuhi undangan siaran. Sabtu pukul 06.30 pagi saya pun berangkat ke studio, karena acaranya akan berlangsung pukul 07.00 – 08.00.

Sesampai di lokasi saya celingukan sendiri mencari di mana letak studionya, karena di lokasi tersebut hampir semuanya adalah bangunan tua. Gedung-gedungnya tampak usang, atapnya banyak yang sudah jebol di sana-sini, dindingnya pun kusam termakan usia, dan banyak pohon besar yang rindang. Hmm, agak ragu juga sih awalnya. Serius lokasi radionya ada di sekitar sini? :-? Tapi kalau lihat beberapa tulisan yang tertera di sana sih sepertinya masih affiliate dengan radio tempat saya diundang untuk siaran, ada percetakannya juga kalau tidak salah. Ah, untunglah tak lama kemudian ada Kak Lian yang datang dengan motornya, langsung dari Pamulang, jadi saya nggak berasa ada di lokasi uji nyali sendirian *lambai tangan ke arah kamera* \:D/

Setelah tanya sama mas-mas yang ada di situ, ternyata studionya terletak di belakang gedung-gedung tua itu. lokasinya memang agak masuk ke belakang. Ketika melihat penampakan gedung yang kami maksud ternyata itu adalah adalah ex gedung Harian Suara Pembaharuan. Hmm, terlihat sama tuanya sih, tapi sedikit terlihat lebih terawat dan “hidup”, karena ditunjang adanya aktivitas harian di gedung itu. Sesampainya di sana kami diminta untuk mengisi buku tamu, dan langsung berkenalan dengan dua orang penyiar yaitu Mas Ijul (Yuliyono) dan Mas Harun Harahap yang ternyata dua-duanya adalah PNS :D

Tepat pukul 07.00, kami berdua diminta masuk ke studio, biar mengenal lokasi dan menyesuaikan diri dengan dinginnya udara studio yang katanya dingin banget itu, walaupun setelah masuk studionya ternyata masih dinginan kantor saya yang suhunya menyamai ruang server itu. Oh iya, program bincang-bincang yang bertajuk “U and the City: The Place to Share Your Community” ini adalah acara yang dikelola oleh Goodreads Indonesia, yaitu sebuah komunitas pembaca dan pecinta buku di Indonesia.

Studionya bersih, dan nyaman. Di sana sudah tersedia 6 mikropon, 6 headset, 6 kursi berwarna orange, dan 1 buah komputer LCD (entah berapa inch) yang akan menampilkan sms-sms atau tweet pendengar yang masuk selama acara. Kalau melihat “peralatan perang” kaya gini jadi ingat pekerjaan di masa lalu ;)

Sesi interview pun berjalan santai dan lancar. Pertanyaan yang diajukan seputar komunitas Indonesia Bercerita dengan segala aktivitasnya. Kak Fiki yang datang 15 menit kemudian langsung bergabung dengan kami, dan nememani sharing di acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu.

Wah, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.00, itu tandanya acara talkshow “U and The City” pun harus berakhir. Terima kasih buat RPK 96.3 FM yang sudah memberi kesempatan kami untuk sharing seputar komunitas kami. Semoga informasi yang kami bagikan kemarin berkenan dan berguna bagi semua yang mendengarkan, ya ;)

 

Foto by Kak Fiki

9 Comments

  1. Sam Ardi says:

    Gedung-gedungnya tampak kusam, atapnya banyak yang sudah jebol di sana-sini, dindingnya pun kusam termakan usia << berasa intronya Masih Dunia Lain :D

  2. fajarembun says:

    jadi ini radio lintas alam? #eh

  3. romadhoni says:

    Kirain di tengah kuburan gitu radionya.

    *kecewa*

  4. warm says:

    mana rekaman siarannya, dan knapa ganti themeee ? :|

  5. Fenty says:

    Pengen diundang siaran lagi deh :p *ngarep*

  6. devieriana says:

    @Sam Ardi: untung siarannya pagi, kalau maghrib menjelang malam bisa tak tambahin dengan aura yang lebih menyeramkan ;))

    @Fajar Embun: maksudmu alam gaib dan alam manusia, gitu? :| *plak!*

    @Romadhoni: kalo itu nanti bener kaya yang dibilang sama Embun, radio dua alam… ;))

    @Om Warm: nggg, nganu Om.. soalnya yang kemarin kan ternyata ada yang menyusupi virus gitu, jadi kemarin dibersiin dan sementara pakai themes yang standar ini aja dulu. Nanti kalo udah stabil baru dibikin baru lagi themes-nya ;)

    @Fenty: eh, dulunya dirimu penyiar? Kemarin lihat langsung mereka memandu acara, seru juga ya jadi penyiar :D

  7. latree says:

    om warm kehilangan gambar header cantik, hihi… *lostpokus*

  8. Alris says:

    Kalo liat dari depannya kantor radio dan koran itu memang udah jadul. Keren juga udah mengisi acara itu.

  9. febriosw says:

    Vaksin yang bagus. Loh koq malah ngomentari vaksinnya. Sy kira on air-nya seputar vaksin tadi. Ternyata bukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>