Tour de #KantorBaruKASKUS

 

Beberapa waktu yang lalu saya kebetulan diundang dalam acara pembukaan kantor barunya Kaskus. Rasa penasaran mendominasi kedatangan saya malam itu. Bagaimana tidak penasaran, karena katanya, kantor barunya Kaskus ini bakalan beda dengan tampilan kantor yang biasanya. Hmm, dalam bayangan saya mungkin kantornya nanti semacam ruangan luas tanpa sekat dan kubikel gitu, ya? Atau interior yang modern dengan sentuhan furniture yang futuristik mungkin?

Meskipun kantor baru Kaskus yang berlokasi di Menara Palma – Rasuna Said itu terbilang dekat dengan tempat tinggal saya, tapi tetap saja terasa jauh karena macet. Tapi syukurlah saya datang tidak terlalu terlambat. Bahkan di depan lift saya sempat bertemu dengan Mbak Ainun dan Mbak Rara Adam.

Begitu tiba di tempat acara kami disambut dengan mbak-mbak resepsionis yang sudah siap membagikan goodie bag. Sesudah mengisi buku tamu, kami lalu masuk ke ruangan yang berjuluk Green Room. Ruangan yang didesain dengan pencahayaan yang teduh, dengan sentuhan rumput dan pohon artifisial, disanalah kami (para undangan) disambut oleh manajemen Kaskus yang diwakili oleh Ghina Aliya

Selanjutnya adalah tour de office. Kami semua diajak untuk menelusuri satu persatu ruangan yang ada di kantor barunya Kaskus. Dari Green Room kami diajak melewati sebuah lorong yang lantai dan dinding kiri kanannya semua terbuat dari kayu. Dengan pencahayaan yang temaram mengingatkan saya pada jalanan tambang di bawah tanah. Di dinding sebelah kanan terpasang pigura-pigura yang berisi tulisan-tulisan/berita, dan juga foto-foto. Semacam hall of fame, gitu.

Ternyata lorong itu menghubungkan kami pada toilet yang didesain dengan unik. Dindingnya boleh kami coret-coret untuk menjejakkan nama, tanda tangan, dan akun socmed kami. Ketika menoleh ke arah kanan, terpasanglah sebuah WC duduk yang sengaja dipasang terbalik, sebagai tanda bahwa ini adalah kakus! Ya iyalah, masa ruang direksi kaya begini :mrgreen:. Uniknya, kalau tutup dudukan kloset itu dibuka, isinya adalah tempat scan sidik jari. Gokil abis, ya? πŸ˜€

spot unik di toilet kantor Kaskus

Kami lalu diajak mengunjungi sebuah ruangan luas mirip hall dengan daun-daun artifisial yang menjuntai di plafon. Sebutan bagi ruangan ini adalah Playground. Disana ada 4 divisi yang tergabung dalam satu ruangan tanpa sekat/kubikel. Ada bagian Creative, Design, Content, dan Strategist. Jangan salah, disana juga ada tempat bernama X-BOX yang bisa digunakan untuk melepas stress, main games, dan atau main musik. Asli, keren! Jadi pengen kerja disini.. *eh*. Oh ya, masih di hall yang sama, disana juga ada ruangan IT yang dilengkapi dengan scan sidik jari kalau mau masuk kesini.

Playground

Yang paling menarik bagi saya adalah ruang meeting yang ada di balik dinding. Mengingatkan saya pada scene adegan film-film sci-fi. Ketika pintu yang mirip dinding itu dibuka, didalamnya ada sederetan kursi-kursi kulit berwarna putih, dengan meja kaca, pencahayaan putih yang terang benderang, layar LCD, dan dinding yang semuanya dilapisi kaca. Jadi, nggak ada tuh yang namanya whiteboard. Yang mau meeting boleh corat-coret dan brainstorming di kaca itu.

Ruang Meeting Rahasia yang terselip di balik dinding

Berikutnya, kami diajak ke sebuah ruangan yang namanya Secret Chamber. Oh ya, sebelum ke Secret Chamber, kami diajak makan malam dulu di sebuah ruangan mirip ruang makan besar yang terdiri dari meja-meja dan bangku-bangku kayu. Yang terpenting adalah, it’s all free food here! Lumayan kan, kita nggak perlu keluar uang buat beli makan siang/makan malam. Selesai makan malam yang ditutup dengan desert berupa cendol hijau, barulah kami ke secret chamber. Disanalah sejarah Kaskus ditayangkan di sebuah giant screen. Tak kalah menariknya, selain ada games yang memperebutkan Ipad, disana kami dihibur oleh Soulvibe penampilan yang makin memeriahkan suasana malam itu. Sayangnya sih saya nggak dapet Ipad-nya.Ya udahlah nggak apa-apa, ntar beli sendiri. Jiaah, gaya! πŸ˜€

Secret Chamber yang gelap gulita

Soulvibe

Salah satu spot lucu lainnya yaitu booth foto. Disini kami boleh berfoto dengan gaya apa saja, yang nanti akan dicetak dan langsung dibagikan pada kami. Biasalah, kalau ada moment tapi nggak foto-foto kan rasanya kurang afdol ya. Apalagi di kantor sekeren ini. Wajib hukumnya! :p

booth foto Kaskus

Kalau kemarin saya kapan hari pernah nanya kantor impian dan kantor yang asik itu seperti apa dan rata-rata banyak yang menjawab seperti kantornya Google, Facebook, dll. Here we go, di Indonesia ternyata juga ada lho. Dan, kantor dengan desain unik ini sepertinya baru dimiliki oleh Kaskus, yang notabene adalah perusahaan asli Indonesia.

 

Well, akhirnya malam itu saya pulang dengan perasaan puas karena sudah diajak mengubek-ubek seluruh isi kantor keren itu. Ah, andai kantor saya yang tampilannya serius luar dalam itu tiba-tiba dirombak desain interiornya menjadi lebih hype dan modern, dengan fasilitas yang sama seperti kantornya Kaskus ini ya, pasti juga tak kalah kerennya, ya.. πŸ˜€ . Iya, tahu, nggak mungkin juga sih kayanya πŸ˜€

Nah, kalau desain kantor kalian seperti apa? πŸ˜‰

 

 

 

foto pribadi

Continue Reading

The Final Result!

Sebelumnya maafkan saya yang hampir sebulan belum mengupdate blog. Kali ini bukan karena alasan malas ataupun sibuk, melainkan masalah teknis di blog. Jadi, berhubung blog saya yang diΒ http://devieriana.com sedang mati suri jadilah saya posting di blog lama saya diΒ http://devieriana.wordpress.com dulu. Mumpung ceritanya belum basi-basi banget jadi ya disempatkan share deh. Yang jelas saya ingin berbagi cerita tentang apa yang sudah saya lalui dalam sebulan ini πŸ˜€

Tentu teman-teman masih ingat dengan postinganΒ One Step Closer menuju Grand Final Desain Seragam Pramugari Citilink yang lalu, kan? Nah, tanggal 7 November kemarin adalah acara puncaknya. Acara itu diadakan di Planet Hollywood dan dihadiri oleh para undangan, manajemen Garuda Indonesia, Citilink, awak media cetak dan elektronik.

Saya sengaja mengambil cuti, khusus untuk mempersiapkan acara itu, karena memang nggak mungkin kalau hanya izin masuk setengah hari atau baru join di acara pas sudah pulang kantor. Beberapa hari sebelumnya saya masih ribet dengan pembuatan storyboard bersama Gum. Ah, saya harus banyak berterima kasih pada Gum yang sudah bersedia meluangkan waktu seharian penuh bersama saya di Kopitiam Oey dekat rumah saya untuk menyelesaikan konsep storyboard yang sesuai dengan apa yang saya mau. Padahal awalnya masih bingung, storyboard ini mau dibikin kaya apa. Tapi last minutes akhirnya kepikiran juga konsepnya mau seperti apa. Makasih ya, Gum *hugs*. Kapan-kapan kita bikin storyboard lagi ya ;))

Acara Grand Finalnya sendiri berlangsung pukul 19.00, tapi pukul 9 pagi seluruh kru dan pendukung acara wajib hadir untuk persiapan dan General Repetition/Rehearsal (GR). Kami, para finalis, berkumpul pukul 11.00 untuk melakukan latihan tampil diatas panggung bersama para model dan pramugari. Baru kali ini saya merasakan tampil bersama model beneran diatas panggung. Dulu, saya hanya menangani persiapan di backstage, dan memastikan semua model tampil sesuai dengan konsep yang ingin ditampilkan.

Jangan tanya apa yang berkecamuk dalam pikiran saya hari itu, yang jelas semua sudah saya pasrahkan sama Yang Diatas untuk apapun hasilnya nanti. Karena sampai 4 besar saja buat saya sudah keajaiban banget, mengingat saya sama sekali belum pernah ikut lomba desain semacam ini. Kalau pun dulu pernah ikut hanya sampai tahap penyisihan saja, nggak sampai ke tahap perwujudan desain dalam bentuk mock up.

Sekitar pukul 15. 00 saya, Rico, dan Dinda, keluyuran di Plaza Semanggi untuk merapikan rambut dan lalu kembali ke lokasi untuk mengadakan persiapan lebih lanjut. Ternyata Tina sudah rapi dengan tampilan make up yang soft hasil karya Mbak Irey, salah satu anggota tim Fortune PR :D. Sementara Dinda yang gantian ditangani oleh Mbak Irey, saya memilih untuk merapikan make up saya sendiri, biar sama-sama selesai tepat waktu, gitu πŸ˜€

Sekitar pukul 16.00 Mbak Era Soekamto beserta tim datang membawa revisi mock up kami dalam keadaan sudah fix dan rapi terseterika lengkap dengan gantungan yang bertulis nama masing-masing pramugari/model yang akan membawakan rancangan kami.

Jujur saya gugup, dan nyali saya langsung ciut ketika melihat hasil revisi teman-teman finalis yang lain yang mendadak langsung jadi ok. Hingga akhirnya muncul kepasrahan dalam diri saya. Posisi apapun yang akan saya raih malam ini, akan saya terima dengan besar hati. Sama sekali nggak berani berharap apa-apa, karena sudah ciut nyali duluan πŸ˜€ Whatever will be, will be, deh…

Hingga akhirnya satu jam sebelum acara, dan dentuman musik itu dimulai, kami berempat pun mulai merapat ke tempat perhelatan acara. Kami berempat duduk di pojok, depan panggung, dekat dengan meja dewan juri. Acara di awali dengan pemutaran video profile para finalis. Gimana rasanya melihat wajah sendiri tampil di giant screen? Aneh dan malu ;)) Dilanjutkan dengan sambutan dari Mr. Con Corfiatis tentang acara ini. Makin deg-degan ketika kami berempat dipanggil untuk segera ke belakang panggung, menyiapkan diri untuk tampil bersama para model dan pramugari diatas panggung. Dari layar LCD di backstage kami melihat Bapak Elisa Lumbantoruan, Mbak Era Soekamto, dan Mr. Con Corfiatis dengan mengadakan sesi tanya jawab sekaligus press conference dengan awak media cetak dan elektronik yang hadir disana.

And, here we go! Satu persatu nama kami pun dipanggil. Diawali oleh penampilan Dinda Pertiwi bersama 3 modelnya, dilanjutkan dengan saya, Rico Tuerah, dan Nurlaela Tinambunan. Ini adalah untuk pertama kalinya saya tampil kembali diatas panggung selain untuk pementasan tari. Setelah fashion show, kami pun kembali duduk di tempat kami masing-masing untuk menyaksikan kembali acara selanjutnya, yaitu peragaan flight safety demo yang diperagakan oleh para pramugari Citilink dalam balutan busana yang kami rancang.

Acara selanjutnya adalah final meeting by judges, yang terdiri dari Mr. Con Corfiatis, Bapak Elisa Lumbantoruan, Mbak Era Soekamto, dan Mbak Flo dari Citilink. Saat itu saya sudah pasrah. Apapun hasil yang akan saya dapatkan di atas panggung nanti pasti itu yang terbaik yang berhak saya terima. FYI, desain yang masuk ke panitia sejak pendaftaran dibuka hingga pendaftaran ditutup adalah sebanyak 132 desain. Seperti Mbak Era bilang pada kami sesaat sebelum acara dimulai,

“kalian itu sebenernya sudah menang. Bayangkan dari 132 desain yang masuk, kalian mampu lolos hingga ke tahap 4 besar. That was so great! So, good luck for all of you! ;)”

Oh ya, malam itu pemenang favorit pilihan media jatuh pada Rico Tuerah yang kebetulan jumlah vote-nya sama persis dengan saya dan Tina. Namun berdasarkan tepuk tangan yang paling meriah akhirnya pilihan media jatuh pada Rico. Jiyeee, Rico.. menang deh! \:D/

Detik-detik yang menegangkan itu pun akhirnya tiba. Kami berempat kembali ke backstage untuk berkumpul dengan para model yang semua badannya sudah tertutup jubah hitam bertuliskan tanda tanya besar berwarna putih. Terkesan misterius, ya? πŸ˜€ Akhirnya kami berempat pun kembali diatas panggung untuk mulai deg-degan. Hyuk mari…

Saat juri mengumumkan juara ke-4 dan mulai berputar-putar mengelilingi kami, saya sudah GR bahwa mungkin sayalah yang akan menyandang sebagai gelar juara ke-4. Tahu nggak, rasanya deg-degan banget, jadi ikut merasakan, “oh, ternyata gini ya kalau pemilihan Puteri Indonesia, kan jurinya juga muter-muter” :)) . Ketika Mbak Flo membuka salah satu jubah model dan terdengar tepuk tangan riuh ternyata juara 4 jatuh pada desain Tina, dan Tina berhak atas hadiah plakat dan 3 free ticket kemana saja by Citilink berlaku selama 3 bulan. Selamat ya, Tina ;). Nah, tinggallah kami bertiga, saya, Dinda, dan Rico yang mules di atas panggung.

Untuk menentukan juara ke-3 Mbak Era Soekamto yang kali ini berputar-putar, menelusup, berjalan diantara kami bertiga. Dan akhirnya.. TARAAAA! Salah satu jubah model Rico ternyata yang dibuka, dan dengan demikian Juara ke-3 Lomba Desain Seragam Pramugari Citilink jatuh kepada Rico Lambert Tuerah, dan Rico berhak atas 3 free ticket selama 3 bulan. Waah, selamat ya, Rico! Am proud of you! πŸ˜€

Tinggallah saya dan Dinda yang diatas panggung beserta keenam model kami yang melanjutkan kemulesan. Yang berkenan membuka jubah salah satu model kami adalah Mr. Con Corfiatis dan Bapak Elisa Lumbantoruan. Jangan ditanya gimana dinginnya tangan saya diatas panggung. Diantara kilatan blitz yang menyambar kami berdua, saya yakin Dinda juga sama deg-degannya sama saya :-s. Siapa yang jubahnya dibuka terlebih dahulu, itulah yang juara pertama, dan desainnya berhak dipakai sebagai seragam baru pramugari Citilink.

Ternyata! Bapak Elisa Lumbantoruan membuka jubah salah satu model-nya Dinda, disusul oleh Mr. Con Corfiatis yang membuka salah satu jubah model saya, tepat saat confetti berhamburan diatas kepala kami. Yaay! Selamat buat Dinda yang karyanya sudah terpilih sebagai juara pertama Lomba Desain Seragam Pramugari Citilink dan berhak atas unlimited ticket selama 6 bulan. Ikut seneng! \:D/

Demikianlah akhir kisah perjalanan panjang dan penuh liku-liku itu. Halah ;)) Oh ya, ada yang unik disini. Susunan juaranya sama persis urutannya dengan ketika kita mengambil nomor urutan pas panjurian di Garuda kapan hari. Amazing, ya?

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu hingga saya masuk ke dalam tahap ini. Terima kasih untuk Citilink, tim Fortune PR, dan juga Mbak Era Soekamto and crew yang memberikan kami kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tak akan kami lupakan ini. Terima kasih juga untuk Goenrock, Cah Ndableg, dan Gum, yang sudah mau saya repotin bikin sample batik Megamendung dan storyboard *>:D<. Juga teman-teman kantor dan komunitas Bloggerngalam yang sudah memberikan dukungan penuh pada saya *ciumin satu-satu*. Tak lupa ucapan terima kasih terbesar untuk keluarga, dan seseorang yang tidak mau disebut namanya tapi sudah memberikan dukungan yang tak kalah luar biasanya πŸ˜‰

You guys, thank you >:D< :-*

I love you all!

 

 

Continue Reading

One Step Closer!

Hai, masih ingat dengan tulisan tentang perjuangan mengikuti lomba desain seragam pramugari Citilink beberapa waktu lalu? Ya, sekarang masih berlanjut, sodara-sodara. Nggak pernah terbayangkan sebelumnya kalau perjalanan yang harus saya ikuti bersama para finalis lainnya akan sepanjang dan seribet ini.

Berawal dari puluhan atau bahkan ratusan desain yang masuk ke panitia, terpilihlah beberapa desain sebagai semifinalis, dan akhirnya dikerucutkan menjadi 6 finalis yang dianggap berhak maju ke babak selanjutnya dan berkesempatan mengikuti serangkaian kegiatan baik mentoring, presentasi, sampai dengan melihat perwujudan desain kami dalam bentuk real di catwalk.

Dari serangkaian kegiatan yang diadakan oleh Fortune PR, ada sebuah sesi yang sangat berkesan, yaitu mentoring. Para finalis dibimbing langsung oleh seorang konsultan desainer yaitu Mbak Era Soekamto. Mbak Era ini adalah seorang fashion designer kenamaan Indonesia yang dikenal lewat label Urban Crew (rancangan yang bertema urban, rebellious, dan streetwear fashion) serta busana-busana ladies look berlabel Era Soekamto. Tidak pernah terbayangkan bahwa akhirnya saya akan bisa berinteraksi sedekat ini dan mendapatkan ilmu langsung dari pakarnya. Dulu, bertatap muka langsung dengan seorang Era Soekamto mungkin hanya sebatas mimpi di siang bolong, alias nggak mungkin aja, gitu. Tapi ternyata mimpi itu sekarang menjadi nyata \:D/

Pertemuan pertama saya dengan Mbak Era berlangsung pada hari Minggu, 16 Oktober 2011, di Starbuck PIM 1. Ya, hanya ada saya, Mbak Era, dan 2 rekan dari Fortune PR yang menemani sesi mentoring saya siang itu. Mengapa sesi mentoring saya kok seperti spesial sekali, privat dan di Starbuck pula? :D. Karena finalis lainnya baru akan menjalani mentoring hari Senin dan Selasa, tanggal 17 – 18 Oktober 2011 sementara di waktu yang sama, saya harus terbang ke Bali, ada tugas ke Istana Tampaksiring, sehingga sangat tidak memungkinkan jika harus mengikuti acara mentoring selama 2 hari itu. Beruntung rekan-rekan panitia sangat mengerti jadwal kegiatan saya, sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi mentoring yang sama dengan finalis lainnya.

Di pertemuan itulah mindset saya yang selama ini berjalan lempeng, “diobrak-abrik” oleh Mbak Era. Mata dan pikiran saya pelan-pelan dibuka untuk melihat lebih jauh tentang siapa saya, apa passion saya, bagaimana bekerja di dunia kreatif, bagaimana cara membuat sebuah desain yang everlasting dan tidak membosankan, apa dan siapakah pelaku perubahan dunia, bagaimana cara menggambar postur tubuh manusia,membuat mind mapping, storyboard, dll. Sungguh saya merasa sangat beruntung, karena tanpa perlu mengeluarkan biaya saya bisa mendapatkan ilmu sebanyak itu πŸ˜‰

Jadwal yang diberikan panitia kepada kami memang sangat padat dan terkonsentrasi di Jakarta. Dalam perkembangannya, dari 6 finalis yang dinyatakan lolos, ternyata 2 finalis (dari Bali dan Surabaya) menyatakan mengundurkan diri, sehingga hanya tersisa 4 finalis saja (2 dari Bandung,Β  dan 2 dari Jakarta). Dalam waktu yang sangat singkat kami digembleng habis-habisan baik secara mindset dan arah desain yang harus kami buat. Yang paling berkesan adalah ketika kami nampak mulai jenuh dan gambar kami pun mulai sama antara desain yang satu dengan lainnya, kami harus terus menggambar, tangan nggak boleh berhenti, bahkan kami harus terus cari ide, browsing sana-sini. Ketika puluhan desain kami ajukan dan tidak ada satu pun yang di-confirmed, ya kami harus terus membuat sampai ada yang dinyatakan confirmed. Hwaa :((

Ternyata tidak mudah menggabungkan antara idealisme dan tuntutan perusahaan. Tidak semua ide ajaib bisa bisa diaplikasikan. Tidak semua yang kta anggap bagus itu sesuai dengan yang dimau perusahaan. Intinya, butuh banyak penyesuaian. Masing-masing dari kami diminta untuk membuat 3 desain seragam, terdiri dari terusan one piece, setelan two pieces, dan three pieces. Setelah puluhan desain yang kami buat ditolak mentah-mentah oleh Mbak Era, akhirnya 3 desain pun diterima untuk diwujudkan dalam bentuk mock up yang akan dipresentasikan secara langsung di depan dewan juri tanggal 28 Oktober 2011.

Nah, kalau di cerita sebelumnya saya begadang menunggu jahitan, kali ini saya begadang mempersiapkan konsep presentasi dalam bentuk power point, plus diskusi tentang storyboard dengan Cah Ndableg yang sudah baik banget mau saya repoti dengan rikues ini itu dan bawel-bawelnya saya. Makasih ya ^:)^. Begitu juga dengan Goenrock yang di hari sebelumnya saya kejar-kejar untuk menyelesaikan pola Batik Megamendung seperti yang saya mau. Bukan apa-apa, saya juga dikejar-kejar sama orang produksi :-s. Terima kasih ya, kalian sudah baik banget mau bantuin saya. Sayang deh sama kalian *group hugs* >:D<. Beruntung sudah tidak lagi mengurus mock up seperti beberapa waktu lalu, karena 15 mock up desain kami sudah dikerjakan oleh timnya Mbak Era. Pffiuh.. \:D/

Satu hal yang pasti adalah kami benar-benar stress menjelang presentasi, tidak ada satu pun dari kami (saya, Rico Lambert Tuerah, Dinda Pertiwi, dan Tinambunan Kalahari) yang berhasil tidur nyenyak. Ditengah emosi yang nggak jelas lantaran PMS, harus memaksakan otak untuk mengeluarkan ide sekreatif mungkin :-s. Jadi, jangankan tidur, untuk memejamkan mata sebentar saja rata-rata kami sudah tidak sempat. Saya sih sempat tidur, tapi itu sudah menjelang pukul 4 pagi. Si Hubby yang kebetulan belum pulang dari proyek sejak pagi karena menangani proyek kerjaan yang nyaris deadline, dini hari sekitar pukul 2 langsung meluncur untuk mengeprint storyboard yang ukuran A2 di kertas Albatros dan juga motif batik Megamendung dalam Korean Cloth di daerah Benhill. Koordinasi kami untuk soal print menge-print hanya via email, BBM dan telepon. Sangat digital sekali ya komunikasi kami, ya? ;)). Saya paksakan tidur karena paginya harus mengemsi di Upacara Hari Sumpah Pemuda. Jadi mau tidak mau ya harus menyimpan energi dan suara, karena kalau kurang istirahat suara saya mendadak parau πŸ™

Pagi-pagi sekali saya berangkat ke kantor karena upcara berlangsung pukul 07.45, jadi setengah jam sebelumnya sudah harus berada di lokasi. Alhamdulillah semuanya lancar. Selepas upacara, langsung berganti kostum dan bergerak menuju Auditorium Garuda City Centre di Soekarno-Hatta, Cengkareng, tempat dimana penjurian akan berlangsung. Sudah, kalian jangan tanya apa yang saya rasa dan apa yang ada dalam pikiran saya waktu itu. Benar-benar blank page! Pasrah dengan apa yang akan terjadi ketika penjurian nanti. Whatever will be, will be, deh :-s

Ternyata acara yang rencananya berlangsung mulai pukul 9 pagi itu baru dimulai pada pukul 10, karena kostum yang akan dipresentasikan belum datang. Sebelum kostum datang sih kami berempat masih bisa hahahihi, nge-tweet, BBM-an, dan foto-foto, padahal sih aslinya tegang semua ;)). Tapi begitu kostum mulai berdatangan, wajah-wajah kami pun mulai berubah tegang, karena itu pertanda waktu presentasi hanya tinggal menghitung detiknya saja. Satu persatu para pramugari mulai berganti kostum dengan seragam desain kami. Saya, ketika melihat mereka menggunakan baju hasil desain saya, rasanya campur aduk. Terharu dan masih tidak percaya.

Setelah Con Korfiatis beserta para juri sudah lengkap, presentasi pun dimulai. Satu persatu dari kami mulai mempresentasikan karyanya, dimulai dari Dinda Pertiwi, saya, Rico Lambert Tuerah, dan ditutup oleh Tinambunan Kalahari. Jangan ditanya saya ngomong apa aja di depan sana, yang jelas alhamdulillah sesi itu sudah terlampaui dengan baik [-o, tinggal syuting testimoni dan profil finalis saja πŸ˜€

Con Korfiatis, penasihat direksi Garuda untuk pengembangan Citilink, seusai acara mengatakan:

“Saya kagum sekali dengan pencapaian dan kerja keras kalian. Jika dibandingkan dengan desain pertama kalian, perubahan konsep desain kalian sangat menakjubkan. Hanya dalam waktu yang singkat karya kalian bermetamorfosa. Tentu akan sulit bagi kami untuk menentukan siapa yang layak untuk menjadi pemenangnya. Terima kasih untuk semua usaha kalian. Proud of you!”

Ah, akhirnya hampir selesai juga serangkaian acara yang panjang ini. Beruntung teman-teman di kantor dan juga si Bapak yang memberikan semangat dan dukungan penuh kepada saya untuk mengikuti lomba ini, walau dengan konsekuensi saya harus sering meninggalkan kantor selama setengah hari atau seharian penuh selama mengikuti acara ini :-s

Tinggal satu tahap lagi yang harus kami jalani, yaitu Awarding Nite yang jika tidak ada perubahan akan diselenggarakan di Planet Hollywood tanggal 7 November 2011 nanti. Sebenarnya ini adalah acara untuk pers dan media. Menurut informasi yang saya dapat kemarin, akan ada sekitar 70-150 media cetak dan elektronik yang akan meliput acara ini. Selain itu jajaran direksi Garuda dan Citilink juga direncanakan akan hadir dalam acara tersebut. Pffiuh..Β  *ngelap keringat*

Berdoa untuk apapun yang terbaik, karena saya yakin semua sudah berusaha menampilkan yang terbaik untuk acara ini. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu dan memberi dukungan buat saya selama mengikuti kegiatan ini. Tanpa kalian saya mungkin tidak akan sampai ke tahap ini ^:)^. Love you, guys! >:D<

Wish me luck!

 

dokumentasi pribadi

Continue Reading