marketing
handbook

Like a Box of Chocolates

Disclaimer : Tulisan ini bukan bermaksud menggurui. Disarikan dari hasil perenungan, diskusi, dan curhat beberapa galauers tentang pasangan hidup. Postingan ini saya dedikasikan untuk semua masyarakat Republik Jomblo Happy Indonesia. I love you, Guys! :-*

———-
“Life is like a box of chocolates, you never know what your gonna get..”
– Forest Gump –
Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan oleh sebuah berita bahagia dari salah seorang sahabat yang setelah berkali-kali gagal dalam urusan percintaan namun akhirnya beberapa hari lagi akan segera melangsungkan pernikahan. Terharu sekaligus bahagia. Untuk pertama kalinya saya merasakan perasaan seemosional ini ketika mendengar seseorang yang berniat akan mengakhiri masa lajang. Sahabat saya ini termasuk istimewa. Dia baru

Read More

Share
research
profile

Jiwa-Jiwa Yang Tulus

Remember, if you ever need a helping hand, you’ll find one at the end of your arm….
As you grow older you will discover that you have two hands. One for helping yourself, the other for helping others.

- Audrey Hepburn -

Pernahkah kalian berada dalam sebuah keadaan panik, “sibuk” menyelamatkan nyawa seseorang yang tidak pernah kalian kenal sebelumnya? Jangankan kenal, bertemu face to face pun juga belum pernah. Kalian ikut panik, ikut deg-degan, seolah-olah ikut berada dalam sebuah ruangan ICU bersama orang yang akan kalian tolong itu, menunggu detik demi detik terlewati, menyaksikan seseorang yang barangkali saja saat itu tengah berjuang melawan maut.

Saya pernah, dan mungkin itu juga yang dirasakan oleh sebagian besar anggota milis Blood For

Read More

Share
faq

#Bined03 : Bincang Santai Tapi Seru

“Mbak, jaga kesehatan ya, kan kamu hari Jumat ngemsi”, demikian bunyi BBM Kreshna siang hari seminggu sebelum acara Bincang Edukasi tanggal 30 September 2011. Sedikit menunjukkan perhatian, walaupun ada butuhnya disitu, dan saya pun mengiyakan. Toh saya juga tidak ingin mengecewakan sahabat saya itu dengan tampil buruk di muka audiens dia nanti. Uhuk! *batuk beneran*

Tapi apa daya, justru di hari Minggu, tepat beberapa hari sebelum acara Bincang Edukasi berlangsung saya justru mengalami radang tenggorokan dan dilanjutkan batuk hingga saya pun demam. Mungkin efek kecapekan juga, karena hampir tiap minggu nonstop sebelum acara saya tidak punya waktu untuk istirahat. Ada saja kegiatan yang membuat saya harus keluar rumah seharian. Efeknya saya pun ambruk. Sakit ini mungkin salah satu cara badan saya berkomunikasi dan minta waktu untuk istirahat.

Dengan segera saya menuju klinik di kantor (itu juga karena dipaksa sama sahabat saya yang satu lagi yang dengan setia hampir setiap jam mengontrol saya, sekadar bertanya apakah saya sudah ke klinik atau belum). Entahlah, kalau saya nggak segera ke klinik mungkin suara saya akan tetap seperti suara nenek

Read More

Share
marketing