rssaddress

Siapa suruh datang Jakarta?

Semalam adalah malam yang sangat spektakuler buat hampir semua penduduk Jakarta yang hingga tengah malam masih terkatung-katung di tengah jalan lantaran banjir dan macet yang sangat parah. Berbagai live tweet tentang banjir beserta foto yang di-upload seolah menceritakan betapa lumpuhnya arus lalu lintas di Jakarta tadi malam. Ya, saya adalah salah satu manusia yang terjebak dalam kemacetan yang parah itu pemirsa..

Niat awalnya adalah mengantarkan adik saya ke Bandara Soekarno Hatta. Janjian maksimal jam 17.00 wib sudah di Gambir terpaksa dibatalkan karena hujan dan prediksi macet yang akan terjadi sehingga tidak mungkin kalau dia harus menunggu saya sementara dia harus sudah check in di bandara. Akhirnya tinggallah saya di dalam taksi dengan mencoba tenang “menikmati” macet, banjir, dan komplain-komplain via berbagai social media. Sempat stress juga ketika taksi yang saya naiki tidak bisa bergerak samasekali. Miris, ketika saya memutuskan untuk berjalan kaki tapi ketika melongok keluar jendela taksi, wow.. SUNGAI!! :((

Kemacetan dan banjir rupanya merata hampir di seluruh Jakarta. Suami saya yang naik motor terpaksa

Read More

Share
contact

Totem Pro Parte

Internet telah menjadi sebuah media sosial yang perkembangannya sangat pesat. Mau tidak mau internet telah telah menjadi salah satu pelengkap gaya hidup manusia karena (rasanya) kalau tidak mengakses internet sehari saja seperti ada yang kurang lengkap dan merasa ketinggalan informasi. Melalui internet kita bisa mendapatkan segala akses informasi dari berbagai penjuru hanya dengan sekali klik. Namun internet juga bak pedang bermata dua, bisa bermanfaat tapi juga bisa sekaligus “membunuh” bagi siapa saja yang kurang waspada ketika menggunakannya. Jaman sekarang memang eranya keterbukaan dan kebebasan berpendapat, namun jika kita kurang bijak menggunakannya bukan feedback positif yang kita dapatkan tapi justru akan sebaliknya.

Sebut saja twitter atau facebook yang notabene tingkat penggunanya di Indonesia cukup banyak. Facebook merupakan sebuah  jejaring sosial tempat bersilaturahmi dengan teman lama, yang dilengkapi dengan media untuk memposting link tulisan/video/foto, mengomentari status teman, bermain games, dll. Manfaatnya, tentu saja bagi tiap orang bisa saja berbeda-beda, pun halnya dengan tingkat preferensi penggunaannya. Sedikit

Read More

Share
tour
language

Guru Bagi Sesama

Ada sebuah kata-kata filosofis yang membuat saya masih terngiang-ngiang sampai sekarang sejak melihat sebuah tayangan di salah satu televisi swasta beberapa waktu yang lalu, tentang sekelompok wanita yang bergerak di bidang LSM yang peduli AIDS di Surabaya. Nah kebetulan salah satu diantaranya ternyata seorang wanita yang “hanya” berpendidikan SMP tapi dia justru adalah pemimpin LSM itu.

Salah satu kata-katanya yang menurut saya inspiring sekali kurang lebih seperti ini :

“Suami saya selalu berusaha membangkitkan semangat saya. Dia bilang, kamu harus terus maju, jangan minder walaupun kamu hanya tamatan SMP. Sekolah tidak harus selalu ditempuh melalui pendidikan formal. Siapapun bisa jadi guru bagi lainnya. karena setiap kali kamu bertemu dengan orang lain atau orang baru, selalu ada ilmu baru yang bisa kamu dapatkan dari mereka. Pun halnya dengan tempat/lokasi. Ilmu tidak selalu didapatkan di sekolah. Dimanapun bisa menjadi tempat belajar bagimu..”

Kata-kata sederhana yang maknanya tentu tidak sesederhana kalimat yang terucap ya, karena nyatanya ada banyak makna yang tersirat

Read More

Share
rss
notice

Perempuan & fetishisme rambut panjang

Percakapan saya bersama teman kemarin sore, komentar di BBM gara-gara saya ganti profil picture ;)) :

Teman: wogh, rambutmu kaya iklan shampoo. Kalo gitu kamu kok kaya Kajol Kuch Kuch Hota Hai.. ;))

Saya : hahaha, bagus panjang kan ya. Aku nggak pernah punya rambut panjang..

Teman : itu rambutnya dhemit ya :))

Saya : hanjritos, dhemit? :-o*plak!*

Teman : itu rambut sambungan ya :-? (maksudnya hair extension)

Saya : ho-oh.. sambungan sama taplak!

Teman : Lho, yang bener sambungan apa bukan sih?

Saya : ya bukanlah, asli ini! Asli sambungan! :))

Teman : keaslian panjangnya rambutmu diragukan! :-?

Saya : nggaklah, ini rambut asli, panjangnya juga asli, niat manjangin sejak setengah tahun yang lalu..

Teman: lha kok tumben dipanjangin?

Saya : iya di request sama si

Read More

Share

Pintar saja tidak cukup!

Selepas upacara kemarin seperti biasa saya kembali disibukkan dengan pekerjaan rutin menangani berkas-berkas dan hal persuratan lainnya. Seperti biasa pula si bapak suka mampir ke kubikel saya untuk sekedar ngobrol, atau iseng melihat-lihat surat masuk.

Sampai akhirnya beliau membaca sebuah surat tentang permohonan izin tugas belajar keluar negeri.

Bapak : “oh, mau sekolah lagi tho? Bapak ini pinter orangnya.. “

Saya : “oh ya? beliau mau ambil S3 ya, Pak?”

Bapak : “iya, walaupun pinter tapi ada satu hal yang disayangkan. Dia kurang bisa membangun hubungan dengan orang lain. Hubungan interpersonalnya kurang bagus..”

Saya : “maksudnya gimana tuh, Pak? :-B”

Bapak :“jadi pegawai negeri itu jangan cuma pinter. Istilahnya, pinter saja nggak cukup..”

Saya : “maksudnya gimana sih pak? bingung sayanya..8-|”

Bapak : “iya, kamu kalau jadi pegawai negeri jangan cuma pintar

Read More

Share