marketing

Jangan jadi PNS!

Beberapa hari yang lalu saya menerima pesan dari teman di twitter, minta waktu buat ngobrol katanya. Ya, berhubung saya lagi santai ya saya layani. Obrolan via BBM itu pun berlangsung “gayeng”, santai & akrab. Maklum dia memang salah satu teman lama tapi terbilang jarang ngobrol sama saya.

Intinya dia mengajak diskusi tentang pekerjaan. Kebetulan dia seorang karyawan swasta yang bekerja di salah satu perusahaan asing terkemuka di Jakarta. Pertanyaan pertama telak, masalah gaji. Kalau ditanya masalah pendapatan besar atau kecil pasti jawabannya adalah relatif. Saya tidak bilang gaji saya besar atau kecil, tapi alhamdulillah cukup (setidaknya buat saya). Karena berapa pun pendapatan kita kalau pengeluaran & kebutuhan hidup kita juga membutuhkan biaya yang besar ya pasti akan merasa kurang. Itulah kenapa saya jawab : alhamdulillah, cukup.

Dia

Read More

Share
report

Disana, dahulu kala ada negara yang bernama Indonesia

Sebelummya saya ingin bilang kalau saya suka sekali dengan kutipan kata-kata dalam ilustrasi diatas :

“we are poor in the rich country”

“Ask what you can do for your country?”

Indonesia, “unity in diversity”

“What we have to do is to have these differences blend us together in perfect harmony like the beautiful spectrum of the rainbow”

Sebuah tema yang menarik untuk diulas. Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali berita miris yang merujuk pada kerusuhan-kerusuhan berbau SARA dan kasus-kasus yang memicu konflik kekerasan lainnya. Kebetulan tulisan ini saya buat untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Diklat Prajabatan bulan Mei-Juni 2010 kemarin. Sesuai janji saya

Read More

Share
trademarks

Kartu lebaran, nasibmu kini..

Saya : Dek, Papa/Mama tahun ini dapet kiriman kartu lebaran nggak?
Adek : Nggak tuh. Kenapa mbak?
Saya : Mmh, samasekali?
Adek : Iya. Emang kenapa? kamu mau ngirim?
Saya : Nggak, cuman nanya aja..
Adek : ih, nggak penting :p

Dalam beberapa waktu ini pasti kita juga merasakan mulai punahnya kartu lebaran yang sepertinya makin tergusur oleh kemajuan teknologi. Kalau dulu kartu lebaran masih menjadi favorit yang dinanti-nanti saat menjelang lebaran, sekarang.. boro-boro. Terima satu kartu saja rasanya sudah merupakan kemewahan tak terhingga :D

Beberapa tahun yang lalu, moment menjelang lebaran adalah saatnya “panen” bagi penjual kartu lebaran, karena di saat-saat menjelang lebaran seperti itulah saatnya semua orang berbondong-bondong memborong kartu-kartu lebaran. Mulai yang desainnya sederhana, lucu, sampai yang mewah & rumit semua ada. Mulai yang didesain oleh mesin/komputer sampai yang handmade juga banyak. Mulai yang harganya murah meriah sampai

Read More

Share

Obrolan Absurd

Eh, hai.. sudah pada masuk kantor lagi atau masih cuti? Hari ini hari pertama saya masuk kerja lagi setelah libur sejak tanggal 9 September 2010. Suasana kantor masih lengang, sudah banyak yang masuk, tapi tak sedikit pula yang masih cuti.

Seperti tahun-tahun sebelumnya seusai lebaran, di hari pertama masuk kembali ke kantor akan disibukkan dengan kegiatan halal bihalal sebentar dengan Pak Menteri dan para pejabat eselon I s/d IV di gedung utama Mensesneg. Habis itu? Ya sudah kembali ke alam masing-masing. Kerja? Belum tentu juga, wong belum ada kesibukan, hawanya masih hawa lebaran, jadi ya masih kegiatan silaturahmi. Istilahnya masih hari krida :D. Tadi aja saking sepinya kita sudah pengen keluar nonton, tetapi mendadak batal gara-gara pak Deputi justru yang sudah sibuk mondar-mandir bawa berkas ;))

Seperti yang saya bilang kapan hari, lebaran tahun ini saya nggak mudik ke Surabaya, selain karena lebarannya gantian sama suami, sayanya juga belum dapat cuti :((. Nanti deh insyaallah Desember besok pulang sekalian datang ke nikahnya keponakan. Ternyata kalau nggak pulang itu efeknya selama lebaran disini bawaannya mupeng melulu kalau lihat orang mudik. Tapi uniknya

Read More

Share
blog

Forgiveness is the attribute of the strong

“Sorry seems to be the hardest words”
“Hard to say I am sorry”
“Tiada maaf bagimu! Cuiiih..” :p

Pasti kita sering mendengar kata-kata itu ya? Memaafkan. Sebuah kata yang mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk diaplikasikan sepenuhnya dalam tindakan. Apalagi menjelang lebaran begini, pastinya mulai dari Presiden sampai sinden, mulai walikota sampai rakyat jelata akan mengucap mohon maaf lahir dan bathin.

Tapi apa iya kita sudah mampu memaafkan dengan ikhlas untuk kesalahan & kekecewaan yang sudah ditimbulkan oleh orang lain pada kita? Namun jika tidak (belum) bisa, yakinkah kita kalau kita selama hidup tidak pernah melakukan kesalahan kepada orang lain? Yakin kesalahan kita tidak ingin dimaafkan? Memang pada dasarnya karakter dasar manusia bukanlah menjadi seorang pemaaf. Tidak mudah bagi kita untuk berani mengakui kesalahan, dan kemudian meminta maaf. Atau mau begitu saja menerima permintaan maaf orang lain yang sudah menyakiti kita.

Sebenarnya, meminta maaf dan memaafkan adalah hal yang sangat manusiawi karena menunjukkan betapa tak ada seorang anak

Read More

Share
content

Lebaran = Mudik & Baju Baru?

“Baju baru.. Alhamdulillah
Tuk dipakai.. di hari raya
Tak punya pun.. tak apa-apa
Masih ada baju yang lama
..”

Masih ingat sama lagu itu? Lagu jaman saya masih kecil dulu. Entah siapa yang mencetuskan pertama kali kalau lebaran itu identik dengan baju baru ya? Karena sebenarnya tanpa baju baru pun kita masih bisa lebaran kan? Seharusnya.. :-?
Tergelitik dengan obrolan dengan salah satu sahabat saya beberapa hari yang lalu. Dia sempat bilang begini :

“Heran deh sama orang-orang yang bilang : “Gak lebaran ah gue kalo belum dapet THR, buat beli baju baru nih!”. Lah, emang kalau nggak pakai baju baru kita nggak bisa lebaran ya?”

Saya cuma nyengir aja, karena ya memang sering ada yang bilang begitu sih,

Read More

Share
search