faq

Kembalinya Si Blackberry

Eh, judulnya berasa kaya film horor nggak sih? “Kembalinya Si Manis Jembatan Ancol” atau “Kembalinya Nyi Blorong” ;))

Aha! Akhirnya si Baby G saya pulih, sudah sehat lagi, sudah pulang ke rumah dalam kondisi sehat wal afiat >:D< . Kemarin saya jemput di Malifax Senayan City sama papahnya anak-anak. Pasti seneng dong ya. Lha ya gimana, wong saya hampir dua minggu saya nggak pegang handphone. Bayangkan betapa aneh hidup saya, betapa sulitnya saya berkomunikasi, betapa sepi & sunyinya dunia saya ~X(  —> super berlebihan!

Dari situ akhirnya saya bisa menjadikan “terapi” ketergantungan saya sama teknologi (baca : smartphone).  Sebenernya kalau dibandingkan sama temen saya, tingkat ketergantungan saya itu masih nggak ada apa-apanya, kami berdua sama-sama pakai BB tapi kalau dia sedetik pun nggak bisa pisah sama BB-nya, kayanya sih emang sudah dilem & diiket sama tangannya dia ;)). Kalau saya masih suka saya tinggal kemana-mana. Pas kerja tak jarang BB saya tinggal di meja sementara sayanya ngider. Kalau dia (berhubung kondisinya lebih berada ketimbang saya) begitu BB-nya error sedikit langsung malemnya beli BB

Read More

Share
research

“Coffee, please!”

Siapa yang tak kenal dengan kopi? Minuman nikmat yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Saking terkenalnya dari situlah dikenal istilah coffee break di setiap acara resmi seperti seminar, meeting, lokakarya, dll. Walaupun teh juga dimasukkan dalam acara “coffee break” tapi yang jelas kopi selalu dipastikan ada & menjadi minuman pendamping untuk menikmati sajian kue-kue kecil. Kalau saya pasti memilih kopi yang saya campur dengan sedikit susu & gula untuk dinikmati saat coffee break.

Dulu sebenarnya saya lebih suka minum teh ketimbang kopi, karena takut kecanduan, padahal kalau cuma sesekali ya belum tentu kecanduan ya. Tapi ketika mulai bekerja di callcentre yang mengharuskan mata tetap “on”, sinkron dengan otak dan mulut di jam-jam mengantuk sejak saat itulah saya mulai menyimpan beberapa sachet kopi instant untuk berjaga-jaga kalau mata saya sudah mulai menurun daya konsentrasinya. Karena saya sangat menghindari bekerja dengan mata tinggal setengah tiang, bukan apa-apa kalau saya salah kasih informasi ke pelanggan & semua itu terekam kan jadi nggak lucu ;))

Dulu, kalau nggak subuh-subuh sudah harus di kantor, ya

Read More

Share
news

Era Baru Karnaval

Jaman kita masih sekolah di TK atau SD, bahkan SMP atau SMA, pasti masih mengalami yang namanya ikut baris-berbaris atau karnaval menyambut peringatan HUT RI ya. Biasanya akan disertai juga dengan kegiatan lomba-lomba di lingkungan sekitar rumah, sekolah, atau kantor orangtua. Lombanya pun tak jauh-jauh dari balap karung, panjat pinang, tarik tambang, memasukkan pensil dalam botol, atau lomba kelereng. Ya lomba-lomba lainnya yang berbeda pasti ada, tapi lomba-lomba wajib macam yang tadi pasti ada :D

Jaman TK juga pasti masih lucu-lucu ya, jalan bareng-bareng sambil pakai baju daerah. Soal capek hampir tidak dirasakan (ada yang capek juga deng), karena berbaur dengan jalan-jalan. Kalau jaman SD levelnya sudah beda, yaitu baris-berbaris. Jaman saya dulu hampir pasti diikutkan lomba baris-berbaris. Posisinya kalau nggak anggota barisan ya komandan peleton ;)). Biar kecil-kecil gitu saya dulunya

Read More

Share
service

Belajar Dari Liu Wei..

Selalu merasa kurang, terlihat lebih buruk daripada yang lainnya, merasa lebih rendah & selalu merasa kurang puas adalah sifat manusia. Tidak ada makhluk yang sempurna di dunia ini. Dibalik kesempurnaan yang terlihat pasti ada kekurangannya. Karena terlalu seringnya kita melihat ke atas kadang kita lupa bahwa di luar sana ada banyak orang yang jauh lebih tidak beruntung dibandingkan dengan kita.

Bersyukurlah bahwa oleh Tuhan kita masih diberikan anggota badan yang lengkap, sehat, tak kurang suatu apapun, dan masih bisa beraktivitas seperti biasa. Bagaimana jika kita menjadi orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti Liu Wei? Seorang pemuda berusia 23 tahun yang harus rela kehilangan kedua tangannya sejak dia berusia 10 tahun setelah ia menyentuh sebuah kabel listrik saat bermain petak umpet. Setelah 45 hari dia mengalami masa kritis sampai akhirnya dia menyadari bahwa mau tak mau dia harus rela kehilangan kedua tangan untuk selamanya.

Liu Wei sangat frustrasi & merasa tak berguna, apalagi jika mengingat mimpinya menjadi seorang pianis. Bayangkan, perjalanan hidupnya masih sangat panjang, belum sempat dia mewujudkan mimpinya untuk belajar piano &

Read More

Share

Saatnya (Kembali) Upacara Bendera..

Coba ingat, sudah berapa tahun kita tidak melakukan upacara bendera? Pasti banyak yang menjawab sekian tahun yang lalu, atau jaman waktu sekolah. Tapi kalau yang bekerja di instansi pemerintahan pasti tidak akan luput yang namanya ikut upacara bendera, apalagi saat perayaan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus seperti sekarang.

Ya, saya sendiri terakhir upacara bendera ya waktu masih sekolah. Berhubung sekarang saya menjadi bekerja di instansi pemerintahan ya mau tidak mau pasti saya akan mengikuti yang namanya upacara & kegiatan keprotokolan lainnya. Tapi pasti rasanya berbeda dengan ketika kita masih sekolah. Kalau masih sekolah kan pesertanya anak sekolah, kalau sekarang pesertanya beragam dari berbagai instansi.

Tadi pagi saya berangkat dari rumah menuju kantor sekitar pukul 05.30 wib, itu pun pakai acara bangun kesiangan & nggak sahur pula, gara-gara kami berdua nggak ada yang dengar alarm :((. Padahal rencananya kemarin mau berangkat sekitar pukul 5 karena kan kita sama-sama belum tahu medannya akan sepadat apa & pastinya ada banyak jalan menuju Monas, istana & kantor saya yang akan ditutup :-ss.

Ya memang benar, jalanan yang awalnya

Read More

Share
international

No Blackberry!

Oalah, begini tho rasanya nggak bawa HP, jari-jari tak lagi sibuk menekan keypad, tak lagi sibuk dengan dunia sebatas layar 2.46 inch, tak lagi sibuk update status di twitter, tak lagi seperti orang yang nggak waras lantaran seringkali ngikik sendiri karena baca status teman. Ya saya kembali ke peradaban manusia sebelum mengenal alat komunikasi bernama handphone.

Iya, sejak hari Sabtu si Baby G – sebutan sayang saya untuk si blackberry gemini saya, halah ;)) – terpaksa harus masuk UGDB (Unit Gawat Darurat Blackberry) karena keypad-nya yang kalau ditekan terasa keras (iya kalau empuk namanya bakpau) & huruf N yang tidak berfungsi. Selama ini kalau saya mengetik dengan kalimat yang mengandung huruf “N” selalu dari hasil copy paste untuk mendukung kelancaran ber-BBM dan aktivitas texting lainnya. Kurang tahu kenapa & apa sebabnya yang jelas si Baby G sering error aja akhir-akhir ini. Kasian bangetlah pokoknya.. Saya yang kasian maksudnya.. ;))

Alhasil hari Sabtu kemarin saya membawa si Baby G ke Senayan City untuk di cek & diperiksa jenis kerusakannya. Kenapa disana? Ya karena agent Malifax Indonesia (service resmi Blackberry

Read More

Share
news

I love my job..

Tulisan ini terinspirasi dari curhatan seorang sahabat.. :)

Semua orang pasti punya pekerjaan & karir masing-masing. Mau di swasta atau jadi PNS seperti saya. Pekerjaannya pun pasti juga beragam jenisnya, pun tingkat kesulitannya. Namun tak jarang ditengah-tengah pekerjaan yang kita lakukan secara rutin ada kalanya muncul kejenuhan. Jenuh dengan lingkungan & suasana kerjanya, jenuh dengan jenis pekerjaannya, pun penyebab jenuh lainnya.

Tergelitik dengan pernyataan seorang teman, “aku tuh lama-lama bosan dengan pekerjaanku. Tapi kalau aku nggak kerja aku akan jauh lebih bosan..”, keluhnya di suatu sore. Saya paham dengan apa yang dia rasakan. Kebosanannya disebabkan dengan pekerjaan yang nyaris monoton & kurang ada variasi. Lah dipikir saya juga banyak variasinya? Enggak juga. Pekerjaan saya juga sama monotonnya. Mengerjakan jenis pekerjaan yang sama hampir setiap hari. Apa lama-lama

Read More

Share
address

Marhaban ya Ramadhan..

Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan bertemu & menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini. Nggak terasa ya, kayanya baru kemarin lebaran, eh sekarang sudah mau lebaran lagi. Eh masih lama ya, puasa aja belum ;))

Kebetulan tahun ini adalah ramadhan ketiga saya bersama keluarga di Jakarta. Sebelumnya saya tinggal bersama orangtua & kedua adik saya di Jawa Timur. Tak banyak berbeda dengan ramadhan & lebaran tahun-tahun sebelumnya, baik di Surabaya maupun di Jakarta. Plus ketika  nanti menjelang lebaran, euphorianya pun juga tak jauh berbeda.. ;)) (puasa aja belum sudah membahas lebaran). Mungkin yang membedakan adalah karena sekarang saya domisili di Jakarta maka setiap tahunnya akan ada tradisi mudik, karena sekarang saya punya rumah yang saya mudikin. Ya walau nggak selalu harus pas lebaran sih, tapi akhirnya saya merasakan yang namanya pulang kampung, merasakan mumetnya cari tiket pesawat, merasakan

Read More

Share
faq
report

Balada Kartu Nama..

“Kamu punya kartu nama nggak, Mbak?”
“hehehe, enggak..” *cengengesan*

Setiap kali ngumpul di sebuah forum atau lagi ngobrol sama orang baru, tak jarang yang namanya kartu nama (business card) pasti ditanyakan. Seperti biasa kalau ditanya tentang kartu nama pasti jawaban saya ya kaya begitu. Lha ya gimana, emang nggak punya kok. Dulu jaman saya SD & SMA justru punya, mulai label stiker (dari model yang agak kecil sampai yang lebar) dan kartu nama dipesenin sama si Papa, tiap kali habis pesen lagi. Kalau dipikir-pikir saya itu kecil-kecil aja sudah gaya.. Nggak ngapa-ngapain tapi punya label & kartu nama. Ironisnya pas sudah jadi mahasiswa & karyawan justru malah nggak punya ;)). Hmm.. kemunduran kayanya ya? :p. Eh, pas kerja pernah punya denk, dipesenin sama kantor waktu jaman saya masih kerja di Telkomsel dulu. Itu juga cuma satu box. Ya iyalah masa mau dipesenin satu kontainer?

Setelah satu box itu habis saya nggak pernah punya lagi. Ya kebetulan saya nggak terlalu banyak in touch sama orang yang urusannya sampai perlu harus bertukar kartu nama

Read More

Share
international

Senam? Hyuk mari..

Kalau baca sepintas judulnya sih kayanya saya doyan senam, pecinta olahraga, dan badan langsing ya. Padahal.. ya nggak gitu-gitu amat kali. Masa-masa rajin senam itu hanya ketika SD. Bayangkan, berapa puluh tahun silam itu? Iya, jaman Fir’aun masih main gundu. Mulai senam kesegaran jasmani, sampai senam kesegaran rohani saya ikuti. Emang ada? Lah, emang nggak ada? Belum lagi senam Polantas juga saya ikuti. Pokoknya eksis habislah.. Pecinta senam sejati \m/

Begitu masuk SMP & SMA kegiatan olahraganya sudah beda. Kita boleh memilih apapun ekskul olah raganya. Pengennya sih ikut ekskul balet tapi berhubung nggak ada jadi ya akhirnya ikut ekskul basket. Tsaah.. ukuran badan sih boleh minimalis, tapi olah raganya harus dimaksimalkan dong. Walau kadang suka nyaru sama bola basketnya, tapi tak apalah.. yang penting badan sehat kan ya. Memang sih ada hal lain yang melatarbelakangi saya memilih ikut ekskul basket, salah satunya adalah karena ada gebetan disana :)). Jadwal latihan basket & ekskul lain suka berbarengan jadi ya lumayanlah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, sambil menyelam minum softdrink-lah. Nawaitu olah raga sambil ngeceng-ngeceng gitu. Jyaah,

Read More

Share