Popular Lewat Youtube


Dasar kau keong racun
Baru kenal eh ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Eh ku takut sekali
tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
….

Sepenggal syair lagu itu mendadak akrab di telinga kita akhir-akhir ini ya? Lirik yang terkesan nakal yang kalau iya mau direkam & diproses secara profesional belum tentu ada produser yang mau serius mengedarkan. Kecuali lagu itu diproduksi untuk pangsa pasar tertentu.

Kalau di twitter sendiri sudah jadi topik sebulan yang lalu & kini jadi trending topic diatas Justin Bieber, sebelum kemarin digantikan oleh Pong Hardjatmo yang mencoret-coret atap gedung DPR \m/  ;))  :-& . Banyak juga yang bertanya-tanya apa sih Keong Racun itu? Jenis hewan spesies baru? Atau julukan untuk siapa? Kenapa harus keong & hubungannya apa sama racun? Siapa yang menyanyi & banyak lagi pertanyaan lainnya. Padahal video dangdut koplo tarling yang dibawakan secara lipsync oleh dua orang remaja cantik Jojo & Shinta itu awalnya hanya untuk iseng. Maunya di upload di facebook sebagai video response buat dikirim ke pacar Jojo di luar negeri, tapi berhubung filenya terlalu besar & akses di facebook terlalu lama, akhirnya di-upload ke youtube. Tak disangka justru dari sanalah nama mereka dikenal. Bukan karena gaya mereka yang seronok, tapi justru karena wajah mereka yang imut & gaya yang lucu, padahal syairnya sangat .. ya begitulah.. ;))

Sekarang, nama mereka langsung meroket bak artis baru, padahal cuma modal lipsync doang, belum tentu mereka juga bisa menyanyi betulan atau punya bakat lainnya. Berkah yang tak disangka-sangka ya? Wong awalnya cuma iseng malah dikenal banyak orang. Ada yang pro dan tak sedikit pula yang kontra. Ada yang mengatakan kalau mereka meniru Momoy Palaboy, duo komedian asal Filipina yang juga mengawali karir mereka dari youtube.

Tak menampik bahwa akhir-akhir ini keberadaan youtube menjadi salah satu jalan pilihan menuju popularitas. Sebut saja Momoy Palaboy (James dan Rodfil) , Justin Bieber, Charmaine Clarice Relucio Pempengco (Charice) , dan sekarang Jojo & Shinta dengan Keong Racun-nya . Namun tentu saja Justin Bieber & Charice memang dari awal niat mempopulerkan diri dengan suaranya. Lain halnya dengan Momoy Palaboy & Jojo – Shinta yang mendapatkan keberuntungan dari sebuah keisengan.

Kebiasaan di Indonesia kalau ada satu yang lagi booming pasti akan diikuti oleh yang lainnya. Belum lama lagu Keong Racun ini trend dibawakan oleh duo lipsync Jojo-Shinta, Charlie ST12 sudah langsung mencoba mengaransemen lagu ini dengan musik khasnya dia yaitu musik Melayu, dibawakan oleh 2 penyanyi baru yang.. yah.. begitulah :-j. Tentu saja ini selama beberapa waktu akan menjadi trend kagetan sampai akhirnya masyarakat kita akan jenuh dengan sendirinya.

Ya, bukankah semua itu ada masanya? Nah, berhubung Keong Racun sudah pada khatam lihat video & lagunya kan (saya aslinya juga udah agak eneg sih), sekarang saya mau kasih yang Charice aja ya …

Selamat mendengarkan.. 😉

Continue Reading

Namanya Juga Usaha..

Cara penerimaan pegawai itu ada beberapa macam. Ada yang secara manual : kirim lamaran via pos, atau datang langsung sekaligus interview dengan user (walk in interview). Ada juga yang secara online dengan mengisi form via internet. Untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kebanyakan sudah melalui sistem online, hanya waktu pemberkasan saja yang memang diharuskan untuk datang langsung.

Proses penerimaan calon pegawai negeri sipil memang berbeda dengan swasta yang bisa sewaktu-waktu bisa memasukkan aplikasi lamaran. Kalau penerimaan cpns hanya dilakukan di waktu-waktu yang telah ditentukan oleh masing-masing kementerian/departemen saja. Tapi itu pun masih sering seseorang yang tetap mengirimkan lamaran walaupun belum ada penerimaan lagi. Via pos dan tak jarang juga disampaikan secara langsung ke Biro Kepegawaian. Kalau di instansi tempat saya bekerja, banyak surat lamaran yang ditujukan langsung ke Presiden RI atau Menteri. Bahkan ada lho seorang teman yang saya baru ngeh kalau itu teman saya di Telkomsel gara-gara baca surat lamaran & lihat fotonya, ternyata dia mengirimkan ke alamat.. Cikeas ;)). Lha ya ngapain coba? Ya jawaban yang kita berikan pun akan standar, para pelamar yang terlanjur mengirimkan lamaran akan diminta mengikuti prosedur penerimaan calon pegawai negeri sipil jika formasi yang dibutuhkan sudah ada.

Tapi kemarin saya sempat baca surat lamaran yang lumayan membuat trenyuh. Surat lamaran seorang bapak yang telah mengabdi menjadi seorang pelayan di sebuah instansi di Surabaya selama 10 tahun & berstatus sebagai pegawai outsource yang kontraknya diperpanjang setiap tahun. Kalau dia bukan seorang lulusan sarjana mungkin orang akan maklum ya. Lha tapi ini dia kebetulan adalah seorang sarjana strata 1 yang seharusnya bisa mendapatkan karir yang jauh lebih baik daripada menjadi seorang pencuci piring kan? Itu yang membuat saya heran sekaligus penasaran. Apa ya yang membuat dia bertahan menjadi seorang pencuci piring selama puluhan tahun? Skill? Kemauan? Percaya diri? Saya yakin selama itu dia bukan nggak pernah berusaha. Pasti dia sebelumnya sudah mencoba mencoba kesana kemari sebelum akhirnya dia “mengabdikan diri” sebagai seorang pelayan.

Saya nggak bilang kalau profesi pelayan itu nggak layak lho ya. Tanpa mereka kadang pekerjaan kita juga keteter. Tapi kalau dibandingkan dengan latar belakang pendidikannya kok sayang ya. Bukankah akan lebih baik jika dia memilih karir yang sesuai dengan tingkat pendidikannya? Apalagi dia sudah berkeluarga & memiliki 1 anak. Seharusnya ada lebih banyak peluang yang bisa dia dapatkan di luar sana. Sebenarnya ada banyak pemikiran yang melintas di pikiran saya waktu membaca surat lamaran itu. Ada banyak kenapa & kalimat tanya disana. Hmm… 😕

Kalau mau, kita nggak harus jadi pegawai. Banyak ahli yang menyarankan kita untuk berwirausaha, karena (kalau kita niat & ulet) hasilnya akan lebih besar daripada jadi pegawai kantoran. Tapi sayangnya memang nggak semua bisa menjalani itu dengan sempurna. Karena selain dibutuhkan waktu, kemauan, keuletan, juga modal yang cukup (lihat-lihat jenis usaha yang dibuka). Nah, kalau kebetulan ada peluang usaha yang bisa dikembangkan jadi usaha yang lebih besar kenapa nggak dicoba?

Terlepas dari itu semua, selain tetap berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik tentu harus tetap bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan & jalani sekarang. Karena di luar sana ada banyak sekali yang kehidupannya jauh dibawah kita..

Continue Reading

Twitter vs Facebook

““Indonesia is the third largest tweet producer in the world

Beberapa tahun belakangan ini facebook boleh jumawa bisa menggantikan posisi kejayaan situs-situs jejaring sosial macam friendster, multiply , plurk , koprol dan beberapa situs sejenis lainnya. Ya memang sih temen-temennya bakal itu ke itu juga, lha wong cuma migrasi situs ;)). Tapi agaknya kali ini facebook harus mulai waspada dengan mulai berpindah hatinya beberapa pengguna facebook ke akun twitter. Ya situs mikroblogging yang mengijinkan para cicitcuiters mengoceh dalam 140 karakter itu.

Buat sebagian orang facebook dirasakan masih cukup bisa mengakomodir kebutuhan bersosialisasi terutama dengan teman-teman lama yang mungkin sudah jauh di negeri seberang atau bahkan hilang di antah berantah (saking nggak tahu kabarnya). Tapi twitter menyediakan media yang jauh lebih simple & berbeda daripada pendahulu-pendahulunya. Di facebook memang fiturnya jauh lebih komplit karena bisa apa saja disitu, mulai posting status, youtube, link, tag foto, tag teman, main games & kuis. Sedangkan twitter “hanya” menyajikan kolom sepanjang 140 karakter yang membuat kita bisa menulis status atau bahkan melakukan retweet dan berbalas tweet dengan rekan lainnya. Tapi kalau mau posting foto, video, atau link tetap masih bisa, tapi tampilannya jelas berbeda dengan facebook. Ya iyalah kalau bikin produk baru tapi fiturnya sama saja dengan yang sudah ada ya buat apa 🙂 . Hmm, cuma itu saja? Ya enggaklah, kalau sudah aktif di twitter dijamin akan ketagihan. Halah ;))

Tanpa mengurangi rasa hormat,  teman-teman di kantor (terutama) banyak yang masih asyik bersosialisasi melalui facebook. Tiap istirahat pasti bukanya facebook. Sementara saya sudah jarang-jarang bukanya. Buka kalau inget, buka kalau pengen. Beberapa diantara teman saya sering tanya apa bedanya twitter dengan facebook, apa kelebihannya, dimana letak keasyikannya, dll. Wah kalau soal itu jawabnya bisa panjang ya. Karena bisa jadi nanti kembalinya ke selera individu juga. Jadi saya cuman menjelaskan saja, tapi nggak mengajak, hehehe.. Soalnya sudah ada yang pernah saya ajak coba bikin akun twitter  tapi ternyata responnya begini :

“Ah, ternyata nggak asyik ah. Kok bisa sih kamu suka banget maininnya? Bagusan juga facebook..”

Haiyaaa.. baiklah teman, mungkin jalan kita berbeda. Kita tak mungkin bersatu. Halah ;))

Ya sekali lagi kembali ke selera sih ya. Kalau saya jujur nih, sudah (nyaris) bosan sama facebook. Alasannya? Ya karena cuma begitu-begitu saja big grin. Pakai facebook buat komen iseng atau kebanyakan sih buat posting link blog ini kalau kebetulan ada postingan baru 🙂

Semua situs punya era kejayaan masing-masing. Pergantian situs yang akan, sedang, sudah booming itu hanya masalah waktu. Setiap kali ada situs baru yang menawarkan sesuatu yang lebih berbeda & segar pasti akan dengan segera diikuti oleh banyak orang yang membuat akun baru. Jadi, akankah situs facebook akan menurun kejayaannya dalam beberapa waktu ke depan & digantikan dengan situs lainnya? We’ll wait & see.. \m/

Eh, eh, foursquare juga lucu loh 😉

Continue Reading

Yiruma : Romantic Melody

Yiruma, sebuah nama yang mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian dari kita ya? Tapi siapa sangka kalau sebenarnya dia sudah cukup dikenal di luar sana. Kepiawaiannya mengolah nada menjadi sebuah alunan musik yang cantik membuat namanya melambung & album garapannya terjual laris manis di benua Asia, Amerika dan Eropa.

Yiruma adalah seorang komposer muda lulusan The Purcell School of Music, London. Lahir di Korea, tanggal 15 Feb 1978. Pernah memiliki kewarganegaraan ganda, UK dan Korea, tapi akhirnya sih memilih jadi warga negara Korea. Yiruma sudah mulai bermain piano sejak usia 5 tahun. Bayangkan 5 tahun sudah pinter main piano, saya dulu usia segitu masih mainan karet gelang, bekel, sama congklak.. ;)).

Lagu-lagu ciptaannya sangat melodius, peaceful & romantis. Di youtube hampir semua videonya sudah dilihat oleh lebih dari 2 juta sampai 6 juta orang. Tak heran kalau banyak yang kagum, permainan pianonya yang terkesan biasa saja tapi ternyata sangat menakjubkan. Nggak neko-neko tapi menenangkan banget, karena dia memainkan musik dengan hatinya.

Coba saja dengarkan saja lagu yang satu ini, Love Me :

atau River Flows In You :

Saya langsung jatuh cinta ketika mendengarkan lagu-laguya untuk pertama kali. Jatuh cinta sama gaya bermusiknya yang sederhana tapi indah itu. Ah selera saya memang gado-gado banget sih, nggak ada patokan saya senengnya sama musik apa. Seperti yang pernah saya ceritakan disini. Walaupun selera musik yang saya suka itu sebenarnya yang semi rock macam David Cook – Always Be My Baby, Incubus – Drive, atau musik-musik macam yang jadi OST-nya Smallville dan musik-musik sejenis mereka gitulah, ngerti maksud saya kan? ;). Pokoknya yang nggak yang perempuan-perempuan banget gitu. Tapi nggak menutup kemungkinan kalau nantinya ada jenis musik yang terdengar catchy kayanya saya bakal suka juga *plin-plan* :)) . Intinya sih nggak menutup kemungkinan berbagai genre musik kecuali underground, soalnya nggak ngerti sama musik & bahasanya.

Jadi baiklah, selamat menikmati keindahan musik Yiruma. Mumpung lagi hujan deres diluar. Monggo kalau mau nyakar-nyakar jendela biar semakin menjiwai lagu ini. Saya mau ngemsi dulu di Sekretariat Militer, ada acara pelantikan di gedung sebelah *dadah-dadah* Begini ini kalau ide posting datangnya tiba-tiba, daripada ide terlanjur hilang & terserang males lagi mending saya posting duluan 😀 —-> jangan ditiru ya, harusnya kerja dulu baru ngeblog. Ini ngeblog dulu baru kerja. Heyyaaahh! \m/

gambar pinjam dari sini

Continue Reading

Indonesia Mencari Bakat

Aha, akhirnya bisa bikin postingan lagi setelah beberapa hari vakum karena malas, internet ngadat, nggak mood, dan… malas lagi… ;))

Btw, kalian suka nonton Indonesia Mencari Bakat di TransTV, nggak? Iya, ajang pencarian bakat yang dikemas dalam sebuah program talent show yang ditayangkan tiap hari Sabtu & Minggu pukul 19.00 wib itu. Pesertanya sudah pasti adalah hasil seleksi ketat dari ribuan calon peserta & sekarang tinggal menyisakan beberapa peserta yang bersaing untuk memperebutkan gelar terbaik. Dulu awal-awal acara ini tayang saya sering berpikir, “apa bagusnya acara ini sih? Mirip sama America’s Got Talent atau ini yang versi Indonesianya, Indonesia’s Got Talent, gitu ya? :-?”. Karena  waktu itu saya berpikir acara ini bergenre talent show, ajang adu berbagai bakat itu di atas satu panggung.

Kalau dibandingkan dengan ragam acara yang sejenis, menurut saya yang lebih unik memang Indonesia Mencari Bakat. Selain promo dan kemasan yang lebih menarik dibanding dengan acara sejenis yang sifatnya franchise, peserta-pesertanya juga terbilang unik & istimewa. Sebut saja :

* Belda (Bali) : Fire Dance
* Berto Pah (Kupang) : Pemain Alat Musik Sasando
* Bonita (Medan) : Penyanyi
* Brandon de Angelo (Surabaya) : Penari Hip Hop
* Fay Nabila (Surabaya) : Dance Hip Hop
* Funky Papua (Papua) : Penari
* Hudson (Jakarta) : Penyanyi 2 Faces
* J.P. Millenix (Jakarta) : Drummer Cilik
* Klantink (Surabaya) : Pemain Musik
* Putri Ayu (Medan) : Penyanyi Seriosa
* Rumingkang (Bandung) : Penari Tradisional

Mereka sama-sama menampilkan bakat unik mereka dengan cara masing-masing. Nah, di antara mereka semua, saya paling suka sama Brandon & Rumingkang.

Brandon, bocah 8 tahun dengan kemampuan luar biasa ketika menari ini hampir selalu bisa membawakan tarian ala-ala dancer profesional tapi dengan gaya dan ekspresi lucunya anak-anak. Dia selalu mampu membius perhatian penonton & dewan juri. Episode yang paling lucu ketika di sela-sela tarian hip-hopnya itu dia menyelipkan lagu Keroncong Prothol, dan dia menari pakai selendang. Lucu! Tak heran kalau Brandon dan bakat tarinya yang luar biasa itu menjadi salah satu peserta favorit dalam acara itu.

Nah, kalau Rumingkang itu mengingatkan saya ketika masih aktif menari dulu. Tarian favorit saya sama seperti mereka, jaipong. Bedanya, mereka menari dalam grup, kalau saya lebih suka sebagai penari tunggal. Rumingkang terdiri dari 5 orang penari muda yang energik (Shenie, Aulia, Elsa, Feby, dan Nurul Fitri), menari di bawah asuhan pelatih Buyung Rumingkang . Mereka menari Jaipong kontemporer. Buat saya kemampuan menari mereka di usia yang muda-muda ini luar biasa! :-bd

Para peserta yang sudah berhasil masuk semifinal tentu sudah melalui kerja keras & latihan yang maksimal. Ya, walaupun kadang sudah tampil maksimal pun masih ada ada kurangnya dan menuai kritikan dewan juri.

Ah ya, ngomong-ngomong tentang dewan juri, kalau memang acara ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang, kalau bisa juri pilih juri-juri yang memang berkompeten di bidang masing-masing. Misalnya saja penyanyi, pilih juri yang tahu teknik menyanyi. Kalau memang dia aktor/artis, ya pilih yang paham betul tentang teknik berakting. Kalau ternyata di sana ada peserta yang menampilkan bakat tari ya pilih juri yang paham tarian. Jadi bukan sekadar menghadirkan artis, terkenal, tapi sebenarnya nggak benar-benar bagus kualitasnya. So far, komposisi juri: Sarah Sechan, Addie MS, dan Titi Sjuman menurut saya sudah ok. Kalau Rianti menurut saya kurang mantap dan kurang  punya karakter kuat. IMHO, dia lebih mirip pajangan di sana :p

Harapan saya untuk acara-acara seperti ini sih cukup sederhana. Dengan banyaknya ajang pencarian bakat yang sejenis, semoga para pemenangnya tidak akan tenggelam begitu saja seusai season acara itu selesai.

 

sumber gambar : Indonesia Mencari Bakat TransTV

Continue Reading