Aku kenal kamu bukan tadi siang kan?

Saya dulu pernah menulis tentang chemistry. Kali inipun saya masih berminat menulis tentang hal itu. Bukan apa-apa, masih suka merasa ajaib aja dengan fenomena ini sebenarnya. Karena bukan suatu hal yang mudah untuk bisa membaur, merasakan dan tune in dalam satu “garis frekuensi” dengan seseorang. Belum tentu orang yang dekat dengan kita itu memiliki gelombang yang sama dengan kita.

Ngomongin apa sih kok dari tadi tentang frekuensi, gelombang, tune in. Bukan tentang radio kan ya? Bukan.. Wong saya mau membahas tentang perasaan kok ūüėČ . Saya sebenarnya termasuk orang yang nggak selalu mendapatkan chemistry dengan seseorang. Kalau pas sama gilanya bisa jadi celetukan-celetukan yang muncul bisa nyambung banget, tektoklah istilahnya. Tapi ada juga yang walaupun dia dekat dengan saya tapi belum tentu saya bisa merasakan apa yang dia rasakan saat itu juga, begitu juga sebaliknya. Ya maklum namanya juga bukan cenayang ya, makanya feelingnya masih suka salah-salah ;)) . Tapi saya punya 2 orang teman yang¬† bisa merasakan apa yang dia rasakan, begitu juga sebaliknya. Satu laki, satu perempuan. Keduanya bisa tune in satu gelombang dengan saya.

Salah satunya saya kenal sekitar 3 tahun yang lalu. Frekuensi percakapan kami selama ini sebatas window chat, itupun juga tidak setiap hari. Kalau kebetulan dia lagi nggak sibuk, atau sebaliknya kita suka klik ketemu di dunia maya, nggak janjian lho. Kami terpisah jarak & benua, saya di Asia sedangkan dia di Eropa. Awalnya saya juga tidak pernah menyangka bahwa kita akan menjadi sahabat. Wong komunikasi aja waktu itu juga jarang-jarang. Tapi entah kenapa saya “nyambung” sekali dengan dia, begitu juga (mungkin) sebaliknya. Tanpa diminta dia ada ketika saya butuh teman ngobrol aatu sekedar curhat. Cling, tiba-tiba dia ada di YM, atau g-talk. Tanpa saya ceritapun dia seolah tahu kalau saya lagi sedih, not in the mood, BT atau lagi bahagia sekalipun. Ah, dia memang sakti.. Jangan-jangan dulu dia pernah jadi anak buahnya paranormal siapa gitu yang melakukan ritual di Gunung Kawi.. ;))

Sampai tadi siang ketika saya lagi BT banget (biasalah ya masalah hormonal, menjelang PMS kayanya), dia tiba-tiba bilang :

Teman : ” udah, jangan manyun gitu.. ” :p
Saya :¬† ” siapa yang manyun, aku biasa aja kok” ~X(
Teman :¬† “aku bisa lihat lhoo..” ;))

Mau tak mau saya jadi senyumlah ya, masalahnya kan aneh aja kalau dia sampai bisa liat saya monyong-monyong BT gitu, kan? ūüėē

Teman¬† :¬† “kamu lagi sedih ya? ”
Saya :¬† “enggak, wong lagi becanda-becanda kok..” :^o
Teman¬† :¬† “ah, enggak, kamu lagi nggak lagi becanda. Kamu kenapa?” :-w
Saya¬† :¬† ” kok kamu bisa tahu aku lagi sedih atau mood jelek? ”
Teman¬† :¬† “aku ngerasa aja.. Aku kenal kamu bukan tadi siang kan?”
Saya¬† :¬† “iya.. ”
Teman¬† :¬† “makanya aku bisa ngerasa kalau kamu ada apa-apa..”

Wah, saya harus seneng apa takut ya kalau punya temen yang bisa tahu apa yang saya rasakan? :D. Gak denk becanda. Saya justru senenglah punya temen yang bisa mengerti saya. Tahu sifat-sifat saya dari yang baiknya sampai yang buruknya. Yang ada di pikiran saya nggak selalu dia tahu sih >:) , tapi kalau ngerasa sih iya.

Kalau yang pernah saya baca sih bilangnya begini  :

” Chemistry is a connection, a bond or common feeling between two people. It starts very early in a friendship/relationship. Positive or negative chemistry is often one of the first feelings two people have about each other. It can be verbal or nonverbal, conscious or unconscious‚ÄĒyes, just like you were hit over the head with it! “

To my dear friends, thanks for the chemistry we build. Love that!  >:D<

Continue Reading