news

Aku kenal kamu bukan tadi siang kan?

Saya dulu pernah menulis tentang chemistry. Kali inipun saya masih berminat menulis tentang hal itu. Bukan apa-apa, masih suka merasa ajaib aja dengan fenomena ini sebenarnya. Karena bukan suatu hal yang mudah untuk bisa membaur, merasakan dan tune in dalam satu “garis frekuensi” dengan seseorang. Belum tentu orang yang dekat dengan kita itu memiliki gelombang yang sama dengan kita.

Ngomongin apa sih kok dari tadi tentang frekuensi, gelombang, tune in. Bukan tentang radio kan ya? Bukan.. Wong saya mau membahas tentang perasaan kok ;) . Saya sebenarnya termasuk orang yang nggak selalu mendapatkan chemistry dengan seseorang. Kalau pas sama gilanya bisa jadi celetukan-celetukan yang muncul bisa nyambung banget, tektoklah istilahnya. Tapi ada juga yang walaupun dia dekat dengan saya tapi belum tentu saya bisa merasakan apa yang dia rasakan saat itu juga, begitu juga sebaliknya. Ya maklum namanya juga bukan cenayang ya, makanya feelingnya masih suka salah-salah ;)) . Tapi saya punya 2 orang teman yang  bisa merasakan apa yang dia rasakan, begitu juga sebaliknya. Satu laki, satu perempuan. Keduanya bisa tune in satu gelombang dengan

Read More

Share
terms
language

Uniknya Sebuah Fanatisme

Afghan, siapa sih yang tidak mengenal icon penyanyi bersuara berat tapi merdu ini (istilahnya apa sih?). Sejak penampilannya tahun lalu Afghan sudah merebut banyak hati, terutama kaum wanita. Bukan hanya tampilan fisik si pria berkacamata ini saja yang memikat para penggemar perempuannya, tapi utamanya adalah dari segi suara yang mantap dan penampilannya yang selalu rapi.

Pertama kali dengar suara Afghan pas iseng search di youtube. Waktu itu dia menyanyikan lagunya John Legend – Ordinary People, saya malah sempat bilang suara dia lebih bagus dari suara penyanyi aslinya ;)) *lirik-lirik John Legend*. Sampai sayapun mempengaruhi teman-teman kantor saya buat beli kaset si penyanyi baru ini (justru saya yang enggak). Soalnya ya itu tadi, biasa-biasa aja. Suka, tapi nggak terlalu. Jujur saya juga bukan penggemarnya Afghan sih. Jadi kalau soal fanatisme sama dia terbilang jauhlah ya. Bukan pria type saya juga soalnya. Apa siih *plaak!* :)) .

Sepertinya saya memang bukan fans yang baik ya, yang setiap kali artisnya tampil kitanya selalu larut dalam fanatisme dan histeria. Bandingkan dengan saya yang adem ayem. Kalau saya suka sama artis ya sudah,

Read More

Share
tools

Urip Iku Sawang Sinawang (II)

Tadi pagi saya chat dengan salah satu mantan teman sekantor pas jaman di Telkomsel dulu. Dia sekarang sedang menempuh pendidikan S2-nya di UGM Yogyakarta. Perbincangan ringan ala ibu-ibu (tsaahh…) dan teman lama yang sekian lama nggak ketemu :D . Share tentang keadaan terbaru masing-masing, cerita tentang keluarga, pendidikan, pekerjaan, dll.

Obrolan ringan sih, tapi justru dari situlah saya jadi ingat sama tulisan saya sendiri tahun lalu, yang juga sempat di-publish di buku Berbagi Cerita Berbagi Cinta , yang judul artikelnya Urip Iku Sawang Sinawang. Ya memang begitu ternyata. Duh saya sampai senyum-senyum sendiri. Bukan apa-apa, berasa kena sama tulisan sendiri aja ;)) . Dulu saya memposisikan diri sebagai orang lain yang curhatnya saya tulis disitu. Sekarang saya harus menelan mentah-mentah tulisan saya karena sekarang.. sayalah objeknya :)) .

Ada perbincangan yang kena banget ke saya, begini  :

Teman  : “aku tuh baru tahu lho mbak, sebenarnya kalau

Read More

Share
news
profile

The Hurt Locker : Drama Perang Irak

Sebenarnya genre film perang tidak termasuk dalam genre film favorit saya. Pun halnya seperti film horor maupun thriller. Namun kadang dalam case tertentu selera saya mendadak improvisasi secara tiba-tiba, seperti halnya ketika saya yang biasa menonton film-film komedi romantis dan “tertantang” untuk menonton film Final Destination kapan hari yang full darah sana sini X_X . Saya memang suka angin-anginan kalau nonton film ;)) . Tapi belum pernah berani menantang diri sendiri untuk sengaja nonton film horor. Udah deh, makasih banyak, sudah kenyang.. X_X

Film The Hurt Locker atau yang jika diterjemahkan secara “bahasa perang” adalah danger zone bukan hanya ingin menyampaikan pesan tentang superioritas Amerika yang (seperti biasa) selalu ber-image superb. Namun ada

Read More

Share

Dressed in Black by Chance : Neri Per Caso

Lama sekali saya tidak mendengarkan lagu-lagunya Neri Per Caso yang artinya Dressed in Black by Chance, atau ada juga yang mengartikan Black by Chain. Kenapa black? Karena tampilan fashion grup musik acapella asal Italia itu selalu berwarna hitam.

Kelompok ini terbentuk sekitar tahun 90-an dari kota kecil Salerno di Italia. Padahal acapella sendiri biasanya dinyanyiin oleh orang negro.  Pertama kali dengar lagu mereka Quello Che Vuoi, nggak pernah bosen sama dengarkan berkali-kali.. ;)) . Bukan hanya suara , tapi performance mereka dari dulu sampai sekarang stabil banget lho..

Read More

Share
terms

Curhat Di 1/3 Malam

Duduk bersimpuh
menghambur ribuan keping doa
Dalam khusyuk, bisu dan hati yang bicara
sibuk melerai gundah & penat jiwa

Tak perlu memilih yang mana, Tuhan
karena toh semuanya sama..
Terserah saja mana yang ‘kan Kau kabulkan
karena ‘ku tengah berdoa..

Lihat, hanya ada aku di sepertiga malam-Mu, Tuhan
malam dimana seringkali kuistirahatkan raga & pikirku
raga ini sungguh lelah, Tuhan
pikir ini sangat penat..
sering ‘ku melupa ketika euphoria
hanya teringat ketika perih pula menyisa

Ah, malunya aku, Tuhan..
terlalu banyak meminta, seperti biasa
dan Kau yang telah terbiasa
melihatku sama seperti milyaran umat manusia-Mu..

Tuhan, aku tahu..
aku meminta terlalu banyak malam ini..
tapi tolong..

Jangan marah ya Tuhan..

Read More

Share
contact

Service Excellent

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk mengurus klaim asuransi tenaga kerja saya yang belum sempat saya urus-urusin sejak tahun lalu. Untungnya sih nggak yang terlalu ribet gimana gitu, malah sebenarnya cenderung simple. Tinggal isi form, lengkapi seluruh berkas yang dibutuhkan, selesai. Tapi berhubung kemarin ada sedikit masalah di account saya jadi belum bisa langsung diproses hari itu juga, tunggu selama satu minggu untuk klarifikasi data. Ya baiklah, tak masalah itu, yang penting urusan saya selesailah ya..

Ada hal yang menggelitik ketika “bertandang” ke BUMN yang mengurus tentang jaminan sosial tenaga kerja itu. Semuanya tentang pelayanan. Pelayanannya belum bisa disebut istimewa, biasa-biasa saja. Sudah ok kalau klaim bisa dicairkan dimana saja karena sistemnya sudah online. Itu salah satu poin plusnya. Yang saya perhatikan adalah customer service-nya, alias frontlinernya yang dari 3 cabang yang saya datangi kok mukanya begitu semua ya? Apakah itu wajah default seorang customer service? Seharusnya nggak begitu kan ya? :-?

Awalnya tidak memperhatikan secara detail, tapi kok ternyata kebetulan begitu semua ya? Dari sekian banyak frontliner

Read More

Share
privacy
news

Ini Soal Kebiasaan

Sebenarnya ini cerita guyonan antara teman-teman kantor. Awalnya gara-gara beli sarapan kebetulan kok ya pikiran & moodnya sama pengen sarapan indomie rebus pake sayur sama telur. Ealah, kok ya sarapannya indomie-indomie juga ya. Rombongan kami berjumlah 5 orang. Sambil menunggu sarapan kami matang, ngobrollah sana-sini, becanda ini itu & setelah menunggu selama 15 menit akhirnya sarapn kami yang terlihat sangat yummy itu tiba (padahal cuma indomie, dirumah juga sering bikin). Kenapa ya kalau dibikinin selalu terlihat & terasa lebih enak dibanding kalau bikin sendiri? ;)) . Gak ah, saya bikin sendiri juga enak kok. Apalagi kalau nggak ada makanan lain, ya wis mau nggak mau makannya ya itu :))

Kalau soal menyantap makanan mungkin saya yang (selalu) paling cepat, sejak jaman jadi callcentre kayanya. Waktu, menjadi hal yang sangat diperhitungkan saat itu. Betapa tidak, semua serba terukur & terjadwal, mau makan, istirahat, shalat ad jadwalnya dan bergantian dalam jumlah tertentu supaya service level tetap terjaga. Ya itulah kalau kita bekerja di bidang pelayanan pelanggan.

Nah kebetulan ada teman yang ketika semua sudah selesai dia belum selesai dan

Read More

Share

Gejala (Sakit) Apakah Ini?

Nggak tahu apa yang terjadi sama kesehatan saya beberapa hari ini. Yang jelas awalnya radang tenggorokan. Kalau saya kena radang tenggorokan pasti disertai meriang & (sedikit) pusing kepala. Itu sudah satu paket. Nah ceritanya sejak Rabu, radangnya udah oke nih ya, udah nggak demam, sekarang mendadak badan agak anget, trus di lengan muncul ruam-ruam kemerahan.

Memang nggak terlalu jelas ya, tapi muncul seiring dengan (alaah..) demam saya itu. Rabu masih saya diemin, masih menunggu perkembangan gitu maksudnya, padahal sorenya mual luar biasa. Kamis, suhu badan naik turun nggak jelas. Kadang naik, nanti habis itu adem, begitu seterusnya. Ruam-ruamnya juga hilang-muncul-hilang-muncul (rupanya dia moody juga ya?). Sampai saya tulis di twitter :

Kenapa mendadak kulitku muncul ruam-ruam kemerahan? Akankah aku akan segera menjadi labu tepat pukul 12 nanti? Oh tidaaaak.. :((
7:11 AM Mar 3rd   via UberTwitter

Hari Jumat pagi pas orang-orang kantor lagi pada geal-geol senam akhirnya saya buru-buru putuskan ke klinik di kantor buat periksa (ih, nggak dari kemarin-kemarin sih? *tabok*) . Itupun dengan perasaan harap-harap cemas,

Read More

Share
language

Kangen Jadi Trainer

Tidak pernah seklipun dipikiran saya terbersit untuk menjadi trainer. Kecemplungnyapun juga nggak disengaja. Kebetulan saya lepas kontrak dari perusahaan telco terbesar di Indonesia itu & langsung ditawari menjadi trainer di anak perusahaan Telkom, untuk menangani pembukaan callcentre Infomedia (eh saya kok jadi sebut merk ya). Ceritanya “babat alas” gitu.

Perasaan waktu jadi pengajar pertama kali? Ah, jujur saya deg-degan :-ss . Wong saya nggak pernah ngajar sebelumnya. Saya juga biasanya dihajar.. eh diajar ;)) . Duduk dengan manis, mendengarkan materi training, berjuang melawan kantuk ketika harus mendengarkan materi training yang panjang & membosankan, apalagi jika ditambah dengan trainer yang..ya sudahlah ;)). Kini saya harus berbalik posisi menjadi sosok yang saya kantuki itu, yang harus saya perhatikan itu, yang harus saya dengarkan omongannya, yang kadang bikin saya setengah ngerti setengah enggak (apalagi kalo load otak nggak nambah-nambah, segitu-gitu aja, tapi muatan yang harus dimengerti banyak, hiks.. :(( ).

Kelas yang saya ajar waktu itu tidak terlalu besar, saya lupa jumlahnya, tapi mereka satu angkatan kurang lebih 20 orang.

Read More

Share
contact