Writer's Block (II)

Setiap kali saya menempati posisi atau pekerjaan baru, pasti ada sesuatu yang mendadak hilang sejenak. Mendadak buntu, mampet, bak hidung pilek, mau nafas aja susah bukan main, megap-megap nafas pakai mulut (yah, dia malah membahas influenza). Maksud saya, roh menulis saya kabur, menghilang sejenak dan akan kembali lagi entah kapan, sekehendaknya dia..

Seperti sekarang, sudah hampir seminggu saya di “rumah baru”, yang namanya ide menulis mendadak buntu. lagi-lagi saya mengalami “writer’s block”. Aib? Enggak juga sih. Wajar dialami para bloggerwan & bloggerwati :D. Ini juga bukan pertama kalinya. Jadi saya sudah sedikit “kenal” dengan gejala si writer’s block ini.

Padahal kalau sekalinya ada ide, bisa lebih dari 3 tema & biasanya saya selamatkan dalam bentuk draft notepad yang saya simpan di laptop atau flashdisk berjaga-jaga jika suatu saat saya mengalami kebuntuan ide menulis. Biasanya sih berhasil. Tapi nggak tahu kenapa yang sekarang kok blas nggak bisa mengolah kata samasekali. Ide sudah ketemu nih, sudah ada konsepnya, tinggal mengembangkan saja. Gitu kok ya tetep aja nggak bisa berkembang jadi satu tulisan.

Kemarin waktu share sama temen blogger juga bilang, “jangan hanya terpaku pada satu gaya penulisan aja say. Kamu kan sukanya menulis artikel. Coba kembangkan jadi tulisan yang lain, fiksi, puisi, atau apalah.. you know what I mean..”. Jangan salah, itu sudah saya lakukan tapi gagal maning, gagal maning 🙁 .

Jangankan menulis artikel, menghasilkan cerita fiksi, puisi pendek sederhanapun tidak bisa saya lakukan. Benar-benar mati gaya. Tapi uniknya hal ini selalu terjadi di awal-awal pekerjaan baru. Kalau sekarang, bukan hanya pekerjaan baru tapi juga situasi & lingkungan baru yang saya belum tahu celahnya. Kalau di kantor lama kan saya sudah kenal pekerjaannya, bisa internetan sepanjang hari. Tapi bukan berarti saya kerjaannya internetan sama ngeblog melulu ya, ha5x. Tapi saya tahu kapan memanfaatkan mood menulis saya. kadang dirumah masih suka menulis tapi kan kalau sudah capek suka males ya. Lebih banyak malesnya justru ;)). Lha kalau sekarang, semuanya serba berbeda. Pekerjaan yang saya tangani juga baru buat saya. Lingkungannya sebenernya kondusif banget, cuma saya masih sungkanlah. Masa kerjaannnya ngeblog melulu. Biasalah, anak baru jaim dikit *nyisir poni*.
Becanda..

Ya begitulah, kali ini saya cuma mau curhat aja, lagi nggak bisa menulis artikel. Nggak ada ide. Eh, ngakunya lagi nggak ada ide, tapi malah bisa posting tulisan ya? Apakah ini berarti saya sebenarnya sedang tidak terserang writers block? :O

gambar dari sini

Continue Reading