faqjobs

Selamat Ulang Tahun, Ma..

mother

Ibu..
merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa..


Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita di kala lara, impian kata dalam rengsa,
rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya..


Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
sampai malam merebahkannya

Read More

Share
marketing

Suatu Sore Didepan Balairung UI

Lama ya saya nggak posting disini ya :D . Bukan karena udah ogah, tapi ada banyak kegiatan yang menyita waktu saya akhir-akhir ini. Ide nulis sih ada, bahkan sampai saya tulis dimana-mana untuk “menyelamatkan” dari mendadak hilangnya ide-ide itu. Tapi ya sekali lagi karena kesibukanlah yang membuat saya nyaris nggak punya waktu untuk menuliskannya disini.. *alasan..* :mrgreen:

Beberapa hari yang lalu saya disibukkan sama seleksi CPNS yang hampir tahap final & setumpuk kerjaan yang menunggu saya konsumsi satu persatu. Ada satu kejadian yang membuat saya trenyuh ketikaa saya menunggu di sekitar Balairung UI tempat saya psikotest kemarin. Sore itu hujan cukup deras, bahkan disertai dengan angin kencang. Saya bersama 2 orang peserta psikotest ngobrol di teras balairung sambil menunggu jemputan & hujan reda. Diujung sana ada seorang wanita setengah baya terlihat sedang sibuk mengutak-atik isi tempat sampah. Ya, dia seorang pemulung. Sore yang makin pekat itu agaknya tak menyurutkan langkah wanita itu untuk berhenti memungut apapun yang bisa dimasukkan tas plastik besar warna hitam itu. Tak terkecuali

Read More

Share
profile

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri (II)

 senayan

Hari ini hari deg-degan sedunia. Setelah perjuangan saya disini hari ini adalah saat penentuan. Sedikit berbeda dengan seleksi-seleksi CPNS departemen yang lain, seleksi Sekretariat Negara termasuk salah satu yang ketat. Dari 6417 pelamar yang masuk langsung diseleksi jadi 1200 peserta yang berhak ikut test tulis di Tennis Indoor Senayan. Dari hasil test tulis itu yang selanjutnya akan diikutkan ke seleksi tahap selanjutnya yaitu Psikotest.

Ceritanya saya seleksi IPK alhamdulillah masuk. Jadilah saya ikut di seleksi tertulis yang belum sempat saya publish ceritanya karena masih belum tau kelanjutannya kaya apa setelah test tulis itu. Selain itu saya ngerasa test tulis kemarin ancur sekali :)) . Apalagi yang pas soal matematika (yang

Read More

Share
faq

Jamu.. Jamuu..

Pagi ini saya ngobrol sama temen, awalnya sih ngomongin tentang kondisi cuaca, pancaroba, penyakit, dll. Ya wajarlah namanya kondisi lagi nggak menentu gitu kan penting buat jaga kesehatan ya.. At least minum vitamin atau suplemen kesehatan biar nggak gampang sakit gitu. Mengingat sohib saya ini kan makluk sibuk luar biasa yang kerjanya hectic kesana kemari.

Dia bilang nggak suka minum vitamin. Biasanya malah saking lamanya disimpen akhirnya lupa malah nggak diminum, kadaluwarsa & akhirnya dibuang. Ya kan sayang, mending dikasih ke saya kan ya.. Walaupun saya juga nggak rutin-rutin amat minum vitaminnya tapi nggak pernah saya buang.

Soal “buang membuang” ini mengingatkan pada pengalaman jaman baheula, jaman-jaman mama “memaksa” saya minum jamu. Biasalah ya, namanya ibu, punya anak perempuan kalau bisa sih dijaga bentuk tubuhnya biar  tetep bagus, nggak “mbedah” alias gemuk setelah dapet haid pertama. Biasanya anak perempuan yang sudah akil baligh itu semua organ tubuhnya mulai berkembang. Nah kalau nggak dijaga (katanya) bisa jadi “mekar”

Read More

Share

Pada Secangkir Kopi

 

black coffee

 

Dititipkannya kisah penat & kuncupnya kelopak mata
pada kepulan uap & aroma secangkir kopi di pagi hari
nikmat diantara pekaknya belantara kota
disela deret huruf, angka, dering telepon & pendarnya kotak cahaya

 

Pada secangkir kopi & keping cakram James Morrison
ditautkannya kisah ketidakjemuan pada canda, tawa
ledakan amarah & kadang lelehan airmata
praktis disela semua tarian jemari diatas keyboard
saksi terbungkusnya sebuah kisah hidup & cinta

 

Pada secangkir kopi beserta ampasnya
dia bertutur  tentang sosok adam & hawa
yang kisahnya bak roman percintaan
antara jarum pendek dan jarum panjang
yang senantiasa bercinta tepat

Read More

Share
copyright

That Fabulous Hair

fab hair

 

Syarat : rambut hitam, lurus, panjang, wajah cantik, tinggi badan proporsional

Dulu, almarhum eyang saya sering sebal sama iklan shampoo. Tiap kali liat iklan shampoo pasti mukanya eneg. Bukan apa-apa, karena berasa iklan shampo itu selalu menggunakan “figur” yang sama dengan syarat kurang lebih kaya yang saya tulis diatas itu. Apa karena ukuran cantik/sempurna itu masih berdasarkan fisik yang sempurna dari ujung kepala sampai ujung kaki ya?

“kenapa sih iklan shampoo itu selalu harus pakai model yang rambutnya item, panjang, & lurus? Mbok ya sekali-kali pakai model yang rambutnya keriting, ikal, kulitnya nggak kaya orang-orang Indonesia Timur gitu. Kan konsumen mereka bukan hanya orang-orang yang rambutnya

Read More

Share

Untuk Sebuah Status : Pegawai Negeri

Antrian panjang bersap-sap memanjang sampai keluar pintu aula Pusdiklat Sekretariat Negara membuat saya harus sabar menunggu untuk bisa sampai ke meja yang terdiri dari beberapa pegawai berpakaian formal. Rasanya dejavu ketika saya harus kembali mengantri, registrasi, membawa beberapa berkas penting untuk diserahkan, macam ijazah, fotokopi KTP, transkrip nilai. Ingatan saya mendadak melayang ke jaman awal-awal kuliah dulu, ketika sibuk-sibuknya mengurus ini itu, mengisi form ini itu, membulati lingkaran-lingkaran dengan pensil 2B. Hanya saja bedanya kali ini nggak se-hectic dulu, pun formnya hanya selembar berisi data diri.

Melihat kiri kanan saya yang terdiri dari “fresh graduaters” kok jadi ngerasa ciut ya. Bukan ciut badannya, tapi nyalinya. Berasa tua banget saya berdiri diantara para lulusan-lulusan baru ini, sementara saya sudah 10 tahun lalu menyandang gelar “fresh graduate”. Hiperbolisnya perasaan saya bilang gini, “ya ampun.. kayanya yang emak-emak cuman aku doang nih, semua kok masih precil-precil gini..”. Padahal mungkin ya nggak gitu-gitu amat, karena kebetulan

Read More

Share
faq

Malaikat Sayap Kapas ..

little angel

Langit tampak pucat & basah..
Tampak tak tidur setelah menangis semalaman..
Tubuhku lunglai seolah tak bernyawa..
Tulang belulangku lunak bak tulang ayam presto..
tak mampu menyangga puluhan kilogram
daging hidup yang membungkusnya..

Mataku mengering, korneaku mengeras..
Seluruh ruang mendadak kosong.. sunyi
Sang waktu enggan merayap..
Dia duduk diam ikut enggan bergerak..

Mendadak..
kepak sayap ribuan gagak hitam membahana di sekelilingku..
Kidung kematian pun mengiring nyaring
diantara keruh & pekatnya langit siang..

Sebentuk malaikat mungil sekelebat menyeruak..
meronta keluar dari

Read More

Share
jobs

Perempuan Merah Jambu & Lelaki Panah Angin..

pink

Pada rembulan pucat & malam penuh jelaga perempuan merah jambu itu berkisah. Tentang segala balutan rasa manis, pahit, & getir  itu. Suka cita, rindu, resah, kecewa & bekas luka berdarah itu. Bergeming diantara tamparan hujan & ledakan petir yang sahut menyahut riuh terdengar jutaan kilometer diatas kepalanya. Padanya dia bercerita, tentang lelaki panah angin yang datang dari sebuah ruang & masa negeri antah berantah ribuan mil jauhnya. Lelaki yang tawa dan kerjap matanya menyimpan cinta..

Dia, lelaki yang derai tawanya masih terdengar radius puluhan kilometer diujung sana, wangi tubuhnya masih melekat samar-samar, yang belaian & pagutan-pagutan lembutnya masih membekas di ingatan. Sesekali perempuan itu memejam, mengingat & tergugu saat tanpa sengaja selarik deretan puisi berbaris, menari jumpalitan & seketika itu pula denting-denting dawai terdengar, memaksanya pulang ke rentang

Read More

Share
marketing
copyright

Saya & Celengan Ayam

Jujur, sebenarnya saya nggak niat-niat amat mau nabung di celengan ayam kaya begini. Tapi berhubung ada alasan kenapa mendadak saya jadi “tradisional” begini ya sudah saya jalanin aja.

Sejak kecil saya sudah diajarkan menabung. Kalau yang di bank, numpang sama belas kasihan papa saya. Kalau yang di celengan, atas belas kasihan mama saya. Ya maklum dong, namanya juga masih anak SD kan belum punya penghasilan sendiri. Jadi saya juga nggak tahu sudah berapa jumlah tabungan saya wong namanya juga “sak paring-paring” alias sedikasihnya. Dikasih ya syukur, nggak dikasih ya… yaaah kok nggak dikasih sih? *gelosotan*

Baru serius nabung ya pas jaman SMA s/d sekarang. At least ada tabungan di bank yang bisa bisa dijagakan kalau butuh apa-apa sewaktu-waktu walaupun nggak banyak-banyak amat, sekedar bisa jawab kalau ditanya, “punya rekening nggak lo?” :lol: . Sekarang ceritanya lagi getol-getolnya ngembaliin modal karena tabungan saya terkuras habis tahun lalu karena buat bayar biaya rumah sakit. Alhasil, sekarang balik lagi ke nol. Makanya saya ngoyo banget nabungnya, kalau perlu

Read More

Share
profile