Sekedar mau share aja ya, tanpa bermaksud menghakimi atau menyudutkan siapapun.. Hmm, salah seorang teman baik saya kebetulan menganut paham yang berbeda dengan saya dalam hal seks. Buat saya, seks baru boleh dilakukan ketika seseorang sudah dinyatakan sah sebagai suami – istri. Mungkin buat sebagian orang bisa bilang, “yaelah, bu.. haree genee masih mikir kaya begitu?”. Ok, terserahlah ya, tapi memang saya masih memandang seks hanya boleh dilakukan setelah menikah sebagai prinsip hidup saya. Tapi kebetulan berbeda dengan teman saya, seks boleh dilakukan asalkan dengan “pasangan tetap”. “Tetap” disini bisa dibilang pasangan non merit, pacar, kekasih. Jujur waktu dia mengakui itu saya kaget, kebetulan dia seorang pria. Tapi dia menjawab dengan santai, “yaelah, kenapa sih kamu pake heran.. toh dia pacar aku, pasangan aku, & aku emang niat nikah ma dia..”.. Hmm.. gitu ya? *garuk-garuk kepala yang ga gatal*
Saya tidak menganggap saya yang benar & dia yang salah.. No.. No.. Saya lebih melihat pasti dia punya latar belakang pemikiran kenapa sampai dia memilih jalur hidup itu. saya anggap ya itulah
Read More